Close X Feature Image

Attention to Details // Honda Civic SH4/EF Sedan

Corolla Altis B 19 1NCH dengan velg AMG SL berdiameter sama seperti plat nomornya. Inilah mobil pertama yang gue lihat saat pertama kali bertemu dengan Ahmad Morteza. Seorang car enthusiast yang punya passion besar terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan mobil, khususnya stanced car culture.

Lama berselang setelah pertemuan pertama gue dengan pria berusia 23 tahun yang akrab disapa Ahmad ini, gue pun mendengar bahwa Ahmad sudah mengganti Corolla Altis kesayangannya tersebut dengan mobil yang sudah cukup berumur namun cukup populer di kalangan car enthusiast yang hidup di era 90-an, yaitu sebuah Honda Civic SH4 yang kondang disebut dengan nama Grand Civic di Indonesia.

Gue pun cukup kaget dengan keputusan Ahmad ini. Bagaimana tidak, mobil yang menjadi pilihan Ahmad untuk menggantikan Corolla Altisnya ini memiliki tahun produksi yang jauh lebih tua dibandingkan dengan mobil yang digunakan sebelumnya. Tapi setelah gue pikir-pikir, pilihan Ahmad ini tentu mempunyai alasan tersendiri. Tapi secara mendasar, gue sendiri bisa mengerti dengan pilihan Ahmad ini.

Let’s face it, mobil yang diproduksi setelah era millennium, buat gue pribadi, seringkali tidak memiliki desain yang iconic seperti mobil yang diproduksi pada early 90’s.

Dari titik ini, gue udah nggak lagi berusaha untuk tahu lebih dalam tentang apa alasan dibalik keputusan Ahmad tersebut. Hal yang menurut gue justru paling menarik, adalah apa yang akan dilakukan Ahmad terhadap “mainan” barunya ini.

Sebagai salah satu pionir di bidang stance and fitment, Ahmad tentu nggak bisa jauh-jauh dari langkah personalisasi di sektor roda dan suspensi, layaknya stanced car enthusiast lainnya. Untuk urusan ini, Ahmad pun sudah melakukan berbagai eksperimen dengan beragam jenis velg, hingga akhirnya, pria yang juga merupakan owner dari gerai velg Rotors Wheelstore ini menemukan “raja terakhir” dari fitment game yang dijalaninya selama ini. Velg yang dimaksud adalah Zender Turbo dengan spesifikasi 16×8 et +11 yang ditemukannya dalam kondisi New Old Stock.

Langkah Ahmad inipun menurut gue bisa dibilang cukup brilian. Ok, di era sekarang ini dimana stanced car culture tumbuh pesat di berbagai belahan dunia, spesifikasi velg 16×8 mungkin terdengar sangat moderat, mengingat para stanced car enthusiast kerap mengaplikasi velg dengan spesifikasi yang buat gue aja seringkali terdengar tidak masuk akal. Tapi “kesederhanaan” Ahmad dalam menjatuhkan pilihannya kepada Zender Turbo ini menurut gue justru menunjukkan kedewasaan Ahmad dalam menjalani kiprahnya sebagai car enthusiast. Ahmad tidak lagi memprioritaskan pilihannya dengan teori more is better, tapi lebih kepada hal yang lebih esensial, seperti spesifikasi yang ideal agar mobilnya terlihat proporsional dan desain yang sophisticated, sehingga mobilnya tetap mampu tampil outstanding. Karena itu, sebagai pembalut velg, Ahmad memilih ban Toyo Proxes T1R dengan spesifikasi 195/40 yang membuat velg pilihannya tetap menonjol dibalik fender Grand Civic miliknya.

Penggantian velg yang dilakukan Ahmad ini tentu belum afdol tanpa langkah ubahan di sektor suspensi. Karena itu, Ahmad pun melakukan berbagai proses trial and error hingga menghasilkan stance and fitment yang proporsional. Untuk eksperimen di sektor suspensi ini, maybe we should let this thing to be a secret recipe.

Usai melakukan personalisasi di sektor roda, Ahmad pun tidak lantas merasa puas. Pria yang belum lama melepas masa lajangnya inipun berpikir untuk melabur body mobil miliknya dengan warna yang unik, namun tetap terlihat classy tanpa kesan mencolok. Setelah melakukan sejumlah pertimbangan, akhirnya Ahmad pun menjatuhkan pilihannya pada warna Sepang Bronze yang diproduksi oleh De Beer. I must admit, pilihan Ahmad ini lagi-lagi merupakan pilihan yang brilian.

Sebagai pelengkap, Ahmad lalu melanjutkan proses personalisasi yang dilakukannya di sektor eksterior dengan mengaplikasi berbagai parts yang diyakininya mampu menunjang tampilan mobilnya.

Seperti lip spoiler OEM milik Integra DA6, trunk spoiler buatan Honda Access, retractrable mirror OEM dari Civic EF9, rear foglamp OEM milik Civic SH4 dan badge bertuliskan Honda of America yang juga merupakan piranti OEM.

Namun, langkah terbesar dari proses personalisasi di sektor eksterior yang dilakukan Ahmad adalah keputusannya dalam mengaplikasikan ragtop dari produk Webasto Holandia dengan tipe HS 400. Aplikasi ragtop ini harus diakui berhasil menciptakan kesan yang mewah pada Grand Civic milik Ahmad yang membuat mobil miliknya kerap menjadi center of attention bagi tiap mata yang memandang.

Meskipun belakangan, Ahmad mengakui ada sedikit penyesalan atas keputusannya tersebut, mengingat aplikasi ragtop ini telah merubah struktur atap mobilnya secara signifikan yang membuat mobilnya tidak lagi mampu tampil “standar” ketika Ahmad ingin merubah tampilan mobilnya secara lebih moderat. I feel you, bro. LOL!

Beralih ke sektor interior, pria yang juga dikenal menjunjung tinggi quote “attention to details’ ini juga tidak luput melakukan langkah personalisasi yang tidak kalah superb.

Hal ini terlihat lewat pengaplikasian jok Recaro L-Modular yang populer dilakukan oleh para car enthusiast yang hidup di era 90-an.

Uniknya, untuk menghindari perbedaan corak antara jok Recaro dengan trim OEM dari Grand Civic miliknya, Ahmad mengorbankan fabric milik Recaro L-Modular lainnya yang memiliki corak identik untuk diaplikasikan ke jok belakang. No sh*t, langkah ini membuat interior mobil miliknya terlihat sangat classy.

Hal unik lainnya yang dilakukan Ahmad dalam melakukan personalisasi di sektor interior terlihat pada aplikasi steering wheel buatan Nardi dengan tipe classic yang menggunakan bahan kayu untuk bagian grip-nya.

Sebagai pelengkap, Ahmad kemudian turut mengaplikasi sejumlah optional seperti center console yang mengambil produk OEM milik Civic EG, maplight buatan Honda Access, third brake lamp buatan Hella dan OEM rear foglamp switch untuk mengaktifkan rear foglamp yang terpasang di bumper belakang.

Perhatian mendalam terhadap segala bentuk detail yang dilakukan Ahmad, tak ayal telah membuat Grand Civic miliknya ini sebagai salah satu mobil yang paling populer dalam sejarah stanced car culture di tanah air.

To show you some respect, you surely deserved an effort like this

and a facial expression like this!

LOL! Just kiddin’!

You deserved the fame, mate!

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...