Close X Feature Image - Fitment Freax Part 2

A Different Perspective // #FITMENTFREAX by Speedtuner X Sweet Stance

Setelah puas melakukan wisata kuliner di Jogjakarta dan bercengkrama dengan tim panitia di Sindu Kusuma Edupark yang gue rangkum di prologue, tim Goodrides pun excited untuk menyambut jalannya event #FITMENTFREAX yang terselenggara berkat kerjasama Speedtuner dan Sweet Stance.

Menyambut datangnya pagi di hari H penyelenggaraan event, Dean yang sudah sangat paham dengan kebiasaan buruk gue dan Dito, berinisiatif untuk membangungkan kita yang tidur di kamar berbeda pada pukul 07:00 (thanks Yan!). Setelah berhasil melek, kita berempat lalu menyempatkan diri ke restoran hotel untuk sarapan. Setelah itu, kita segera mandi dan bersiap-siap. Memasuki pukul 10:00, the team were so ready to conquer the day.

Untuk kebutuhan transportasi, tim Goodrides didukung penuh oleh Mr. Andre Ayal, yang most of the time, selalu standy untuk menjemput dan mengantar kita ke tempat tujuan. Bantuan yang sama juga datang dari the generous Mr. Tian, yang bahkan sempat menawarkan tim Goodrides untuk menggunakan mobil miliknya sebagai alat transportasi selama berada di Jogjakarta.

Luckily however, berhubung Victor (adik kandung dari Eka) berdomisili di Jogjakarta dan sangat bermurah hati untuk meladeni tim Goodrides yang kurang tahu diri ini, jadi kita memutuskan untuk meminta bantuan Victor untuk wara-wiri agar tidak mengganggu kegiatan tim panitia maupun Tian.

Then off we go. Berhubung masih ada waktu sekitar dua jam hingga event dimulai, jadi kita memilih untuk melakukan wisata kuliner lebih dulu ke Gudeg Yu Djum (iya emang kita udah sarapan, tapi kita mau makan lagi, gimana dong?) sebagai salah satu lokasi kuliner paling diminati di Jogjakarta.

Dean yang selalu memperhatikan situasi sekitar pun sempat menangkap sebuah momen yang menurutnya patut diabadikan. Coba perhatikan foto di atas. Di satu sisi, pengendara motor di sebelah kiri sudah lebih peduli keselamatan dibanding pengendara motor di sebelah kanan berkat penyematan helm untuk para penumpangnya. Tapi di sisi lain, unlike pengendara motor di sebelah kanan yang hanya membonceng satu orang penumpang, pengendara motor di sebelah kiri considered sudah melanggar aturan dengan membonceng lebih dari satu orang penumpang. Jadi kesimpulannya cukup ironis, dimana keduanya tetap sama-sama salah di mata hukum. LOL!

And touchdown!

Selamat makan, brothers!

Setelah perut terisi penuh, kita pun segera melanjutkan perjalanan menuju Sindu Kusuma Edupark yang menjadi venue untuk penyelenggaraan event #FITMENTFREAX.

Setibanya di lokasi, kita pun disambut oleh Mad Dog a.k.a Mr. Ander Ayal.

I gotta admit, kalau pemilihan Sindu Kusuma Edupark sebagai lokasi penyelenggaraan adalah pilihan yang sangat tepat. Selain karena kondisi lahan parkir yang masih tertata rapi, kehadiran Ferris wheel sebagai background juga harus diakui berhasil menjadi gimmick yang unik di sebuah car meet up scene.

Terletak tidak jauh dari pintu masuk adalah booth milik Speedtuner dan Sweet Stance yang juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul bagi tim panitia. Hello there, brothers!

Mengingat jadwal acara akan segera dimulai, kita pun nggak mau membuang-buang waktu dan segera melihat situasi sekitar venue.

Sesuai dengan tajuk acara yaitu #FITMENTFREAX, so predictably, most of the cars are stanced (lowered, slammed, tucked, fitted or anything. You name it)However, meskipun hadir sebagai minoritas, namun ada sejumlah mobil milik partisipan yang tampil dengan konsep personalisasi OEM+ dengan prioritas function over form. Let’s take a look.

Salah satu yang paling menarik adalah Toyota Great Corolla milik our goodfriend, Mr. Aditya Sanny yang pernah diliput oleh tim Goodrides saat berkunjung ke Semarang. Untuk event kali ini, Adit memilih untuk mengaplikasikan velg Enkei Sport (ES) Tarmac. Nice one, brother!

Next, we have this Honda Jazz GK5 that sit nicely on a set of Enkei RP 01. Meskipun periode produksi mobil dan velg terpaut sangat jauh, tapi harus diakui kalau mobil ini tetap tampil menarik.

Sebagai pemilik Corolla dari generasi E9, gue juga mengaku cukup terpana saat melihat Corolla “Twincam” yang tampil bersahaja dengan velg modular Watanabe RS8 ini. Sebagai pelengkap, mobil ini juga sudah mengaplikasikan beragam komponen OEM dari saudara satu generasinya, seperti “wagon face” headlamp serta bumper dan side skirt dari Corolla Sprinter.

Selain milik Adit, kita juga bertemu dengan Toyota Great Corolla lainnya yang juga sudah dilengkapi dengan berbagai perangkat OEM milik saudara satu generasinya, seperti bumper dari tipe FX dan grille dari tipe Sprinter. Untuk sektor roda sendiri, sang pemilik memilih untuk mengaplikasikan velg TRD TF3. FYI, velg TF3 ini merupakan velg yang diproduksi oleh TRD untuk generasi Toyota Yaris (NCP91). Jadi, in my opinion, meskipun mobil ini sudah tampil sangat menarik, namun it would be so much better jika pemilihan velg dijatuhkan kepada produk TRD tipe T3 yang hadir dari era yang sama dengan mobilnya. Just my two cents tho.

Up next, is Mr. Vitto’s sleek Suzuki Swift yang kali ini memilih untuk tampil dengan velg Enkei Sport Tarmac. Next to it is another interesting sight, a Honda Jazz GE8 with a set of Weds Sport TC005.

Muncul dengan tampilan yang lebih agresif, adalah Honda Jazz GE8 ini yang tampil dengan bodykit dan carbon fiber hood serta velg Advan RG1 buatan Yokohama.

We also caught another Weds Sport TC05 yang kali ini tersemat pada Honda City Type-Z.

Suzuki Splash ini juga tampil dengan Weds Sport TC05 sebagai velg pilihannya.

Toyota Corolla Levin dari generasi E8 yang legendaris ini juga muncul sebagai magnet bagi mata tim Goodrides. Sebagai pemilik hachiroku, mata Dean sempat terpaku pada kondisi grill yang sangat mintLove it, brother!

Yup, another Hachiroku it is! Kali ini adalah tipe Trueno yang memiliki fitur flip-flop headlight, lengkap dengan tampilan “Panda” yang iconic. Interesting!

Last but not least from the OEM+ squad, adalah Honda Civic Estilo ini yang bisa dibilang sudah bertransformasi menjadi Honda Civic SiR berkat penyematan beragam fitur OEM dari Civic EG6, baik di sektor eksterior maupun interior. A quality over quantity type of styling, I must say.

Mobil lain yang terlihat menonjol di #FITMENTFREAX berkat keunikannya, adalah Peugeot 504 berwarna cream ini. Tampilannya semakin menarik berkat setup suspensi yang jauh lebih rendah dari setup bawaan pabrik. Wicked!

Unfortunately, karena sinar matahari yang sangat menyengat di siang itu, jadi gue, Dean, Eka dan Dito pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati minuman dingin di Banaran, sebuah café yang berlokasi di lantai bawah Sindu Kusuma Edupark.

Secara kebetulan, kita juga bertemu dengan crew dari Soleh Gang yang juga sedang bersantai di Banaran. A little wefie won’t hurt anyone, right?

Setelah pulih dari heatstroke, kami pun siap untuk kembali melanjutkan tugas coverageDone with the OEM+ style cars, sekarang mari kita lihat stanced cars milik partisipan #FITMENTFREAX yang berhasil diabadikan oleh Eka dan Dean.

Next to Adit’s ride, is this this creamy colored, stanced Honda Civic GenioThat wheels looks kinda fit with the car tho.

From the hatch side, is this clean Honda Civic Estilo, fitted nicely on a set of Work Seeker DX.

Parked beside the Civic, is Mr. Tian’s super wide and naked Pug 206.

Selain minor update di bagian velg lewat penyematan hardware berwarna merah, Tian juga memberikan kesempatan kepada para stalker untuk mengunjungi social media account miliknya lewat Instagram ID yang tampil di sidewall ban. LOL.

Since French made cars are quite rare in the stance scene, jadi kehadiran slammed Pug 206 ini muncul sebagai pemandangan yang menarik. But unlike Tian, pemilik 206 ini masih tetap mempertahankan tampilan body bawaan pabrik.

Mercedes-Benz W210 “New Eyes” dan W201 “Baby Benz” ini tampil dengan konsep personalisasi yang tematis lewat penggunaan velg buatan AMG. Nice!

I must admit, desain W201 yang timeless dengan kombinasi aplikasi velg modular buatan AMG berhasil tampil menjadi salah satu pemandangan yang paling menarik di #FITMENTFREAX.

From the late 70’s, ada Corolla KE30 yang tampil dengan velg BBS RS berspesifikasi agresif.

Meanwhile from the early 80’s, ada BMW E30 dengan personalisasi bertemakan AC Schnitzer, lengkap dengan velg AC Schnitzer Type 1 yang memang diperuntukkan bagi E30.

I was kinda surprised, the rusty thingy sepertinya masih diminati oleh kalangan car enthusiast di Jogjakarta, as seen on this Honda Brio.

Kali ini Starlet “kotak” milik Mr. Singgih mengaplikasi velg BBS RS dengan kombinasi warna biru muda dan putih serta decal yang meniru desain JSutai.

A typical clean and stanced Honda Jazz GE8.

Parked next to it, is another clean and stanced Toyota Yaris, fitted with a set of Napre wheels.

I don’t know about you guys, tapi desain velg yang tersemat di Corolla Altis ini somehow mengingatkan gue dengan desain velg yang populer di era awal 2000-an.

Pilihan warna yang diaplikasikan pada center face velg milik Honda Civic VTi ini terlihat cukup catchy dan kontras dengan warna mobil yang gelap.

Corolla DX generasi awal dengan tampilan clean ini juga muncul sebagai salah satu mobil yang paling menarik di #FITMENTFREAX berkat aplikasi velg OZ Turbo dengan aggresive spec yang tersemat di keempat fender rodanya. Nice!

I believe you can see how wide the car is. Not to mention that super deep dish wheels by MAE. Dayum, son!

Ground clearance yang minim dengan pilihan velg Work Meister S1 berspesifikasi agresif, membuat BMW E60 ini terlihat sangat bengis. Badass, it is!

One clean fitted Honda Civic Ferio. Won’t make any judgement about the wheels tho.

Familiar with the look? Yup, Toyota 86 ini mengaplikasikan livery yang meniru desain dari Mazda RX8 milik Mad Mike.

Kalau Suzuki Baleno ini, gue belum tahu livery-nya terinspirasi dari mana. Any comments?

Somehow, I had a soft spot on that creamy-coloured Honda Jazz GD3.

A pink Ody and a yellow Beetle? Checked!

Wait. Fitment? What fitment?

Bagged Civic with deep dish Futuras. Nice!

By the look of it, gue berasumsi bahwa kedua mobil ini merupakan mobil dengan konsep personalisasi yang performance-oriented.

Sementara, dari atas panggung, para MC mulai menyampaikan pengumuman tentang pelaksanaan fun games yang akan segera digelar. Sebagai starter, panitia memilih untuk menggelar ajang car limbo, games yang sepertinya paling ditunggu-tunggu oleh para partisipan #FITMENTFREAX.

Tim panitia dari Simpleandlow yang menjadi koordinator untuk pelaksanaan ajang car limbo terlihat segera melakukan persiapan.

Sebelum car limbo dimulai, Mr. Joshua dari Speedtuner naik ke atas panggung untuk menyampaikan pesan yang berisi himbauan untuk tidak melakukan perusakan apapun terhadap mobil saat mengikuti ajang car limbo ini. Josh menegaskan bahwa bentuk perusakan apapun terhadap mobil saat mengikuti games ini akan langsung dikenakan sanksi diskualifikasi.

Well, gue beserta tim Goodrides mengaku sangat setuju dengan himbauan ini. Sekarang gini deh, rangkaian acara di sebuah car meet itu kan dibuat agar para partisipan maupun pengunjung bisa bersenang-senang. Jadi, gue menganggap bahwa tindakan-tindakan seperti merusak body mobil dengan tujuan yang semata-mata hanya untuk meraih kemenangan di sebuah ajang seperti ini adalah totally pointless. Lagian, merusak mobil dengan sengaja untuk tujuan apapun is nonsense! I repeat. Nonsense! 

Lagipula, kalau boleh jujur, cara penilaian dalam ajang car limbo yang diberlakukan di sini juga sudah sangat melenceng dari konsep car limbo itu sendiri. As far as I knowcar limbo adalah fun games yang menantang masing-masing mobil untuk bisa melewati palang limbo dengan titik terendah yang pernah dicetak oleh mobil sebelumnya. Jadi, siapa pun boleh mencoba untuk melewati (iya, mobil harus bisa jalan melewati) palang limbo  dengan benchmark tinggi palang yang ditentukan oleh titik terendah yang sudah dicetak. Kalau sebuah mobil berusaha melewati palang limbo dan posisi terakhir dari palang limbo masih lebih rendah dari mobilnya, ya mobil itu dianggap nggak berhasil melewati tantangan. Sebaliknya, saat ada mobil yang mencoba melewati palang limbo dan berhasil, maka posisi palang limbo akan diturunkan sesuai dengan titik terendah dari mobil yang berhasil melewatinya tersebut, and so on. Sangat berbeda dengan sistem penilaian yang berlaku di event ini dimana titik tertinggi dari tiap mobil akan diukur oleh panitia saat mobilnya berhenti di bawah palang limboBut anyway, nevermind.

Lanjut ke ajang car limbo di #FITMENTFREAX sendiri. Agar permainan berlangsung seru dan adil, maka penyelenggaraannya akan dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan jenis mobil yang ikut serta.

Nggak lama, para peserta langsung terlihat berbondong-bondong menuju lokasi penyelenggaraan car limbo. Apa saja mobil yang ikut serta? Let’s check it out!

Yes, an aircooled Beetle among the youngster.

Some of them are playin’ it kool.

While others are going mad.

Perilaku para peserta car limbo ini kadang membuat gue berpikir, dengan ride height yang mayoritas sudah dipangkas habis-habisan (baca: ceper), tentu suspensinya akan menyisakan travel yang sangat minim. Dengan kondisi itu, tentu ride height mobil tidak akan lagi banyak berubah meskipun diisi dengan beban yang sangat besar. Jadi, gue suka bingung, apa tujuan para peserta car limbo ini ketika menjejalkan orang dengan jumlah yang sebanyak-banyaknya ke dalam mobil, sementara mobil yang dikendarainya tidak menjadi lebih rendah dibandingkan dengan saat diisi oleh lima orang saja, misalnya. Nevermind tho. Cuma penasaran aja kokLanjut!

 

Next, ada BMW E90 yang tampil agresif dengan velg BBS RK II ini. Stunning, I must say.

Setelah itu, ada Audi A5 ini. Dari yang tersemat di tempat plat nomor, harusnya mobil ini sudah mengaplikasi exhaust system buatan Eisenmann. Sayang gue nggak sempat dengar exhaust note-nya.

Crowd yang berkumpul di sekitar lokasi jalannya car limbo pun terlihat semakin ramai. Anywayssticker di kaca belakang Honda Nouva itu pasti sering bikin sakit hati aparat tuh ya. LOL.

This, I got to tell ya. Merhatiin nggak, kalau di permukaan conblock banyak terlihat bekas goresan? Iya, itu bekas goresan dari frame mobil yang menyentuh tanah. Gue harus mengaku lumayan kagum, in both way, good and bad. Di satu sisi, gue harus angkat topi sama aksi lunatic yang dilakukan oleh para car enthusiast di event #FITMENTFREAX  ini. Mereka sepertinya nggak segan-segan “membantai” mobil mereka hingga frame dragging, all the way long. 

Tapi sayangnya, ground clearance super minim ini terkadang tidak dikombinasikan dengan fitment yang menarik, seperti yang terlihat pada Honda Civic Nouva berwarna orange ini. I dunno if the owner is doing it on purpose or not, tapi mobil ini menggunakan spare wheel dan spare tire darurat yang dimensinya sangat kecil di keempat sisi rodanya. Since gue nggak akan melakukan judgement apapun tentang hal itu, jadi gue hanya akan berasumsi bahwa penggunaan spare wheel and tire itu semata-mata bertujuan untuk menciptakan ground clearance yang seminim mungkin saat melakukan aksi car limbo. Well, carry on, chaps!

Hello there, brothers! Ekspresinya jangan galak-galak gitu ah 😀

Another -going all out- contender. Yang cukup menyedihkan adalah, gue ingat betul kalau Honda Civic Genio ini meninggalkan jejak tetesan oli yang sangat parah sepanjang jalan. What a poor car 🙁

Lucu juga kali ya, kalau di bagian bawah grille dikasih sticker dengan bentuk kumis tipis. Biar tematis sama plat nomornya. LOL. Just kiddin’ bro.

 

Tapi jadi peserta car limbo itu memang berasa jadi selebritis sih. Lihat aja, ada berapa banyak kamera yang terlihat sedang mengabadikan momen. Say cheese!

Kalau yang satu ini, beda lagi. Yang pegang kamera justru yang ikut di dalam (bagasi) mobilnya.

Sementara nungguin Dito selesai ngobrol sama speaker, gue dan Dean pun kembali berkeliling di sekitar venue untuk melihat mobil-mobil dengan tampilan menarik yang belum sempat diabadikan.

Beranjak nggak jauh dari lokasi car limbo, mata kita pun segera terpaku pada Honda CR-V ini.

This car is tuckin’ soo damn harrrdddd with that massive 26″ wheels!!

Gue bahkan sampai memberanikan diri untuk melihat lebih dekat ke sektor roda karena merasa sangat penasaran dengan hasil karya lunatic ini. However, gue memutuskan untuk nggak mau sharing tentang apa yang gue lihat. Yang perlu diingat adalah, frame mobil SUV ini literally duduk di atas permukaan jalan meskipun sudah dijejali dengan velg berdiameter 26 inci di keempat sisi rodanya. Insaannee!

Next, ada Mercedes-Benz W124 ini. Pilihan warna yang unik serta pemilihan velg MAE dan aplikasi headlamp versi USDM menjadi kombinasi yang sangat menarik untuk mata gue dan Dean.

Ada juga Toyota Camry milik Abah Topan yang juga merupakan owner dari toko velg Godwheels Company. He surely put a lot of effort to this car. Salah satu yang paling unik adalah aplikasi exhaust pipe dengan desain nyeleneh yang menyembul keluar dari balik bumper belakang.

Dari tampilan front end yang masih dilabur oleh base coat, gue berasumsi bahwa Honda Civic FD ini belum selesai digarap oleh sang pemilik. Anyway, nice fitment you got there, bro!

Parked next to it, is another Honda Civic FD with a typical clean fitted styling.

Konsep styling unik lainnya ditampilkan oleh pemilik Toyota Crown ini. With that onikyan (massive negative camber) look, this car surely shows a strong VIP character.

Another unique lookin car adalah Toyota Yaris milik our goodfriend, Bowie.

I kinda like the look of this slammed oil-cooled Volkwagen Beetle.

Ada concern lain yang menurut gue patut diangkat terkait dengan proses eksekusi “nyeperin” pada sejumlah mobil yang tampil di event #FITMENTFREAX. Ok, sekarang coba perhatikan posisi roda depan Honda Brio di kedua foto di atas. Sadar nggak, kalau wheel alignment (sudut keselarasan) pada kedua roda depan mobil ini ngaco banget?. Coba aja lihat, dengan posisi stir yang lurus, roda depan kiri terlihat berbelok sedikit ke kanan, sementara roda depan kanan terlihat berbelok sedikit ke kiri. Dalam istilah spooring, posisi roda seperti ini disebut dengan posisi toe-in.

Ironisnya, wheel alignment yang ngaco seperti gini juga gue temukan di beberapa mobil yang tampil di event #FITMENTFREAX. Temuan seperti ini membuat gue merasa cukup miris, karena kondisi ini menunjukkan bahwa masih ada sebagian car enthusiast yang tidak punya kepedulian sama sekali terhadap wheel alignment meskipun memegang peranan yang sangat besar dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan berkendara dari mobil itu sendiri.

Lagian dengan kondisi roda depan yang toe-in seperti itu, tentu steering akan terasa sangat liar saat mobil dikendarai, walaupun dalam kondisi jalan yang sangat mulus sekalipun. Terus, masa iya sih pemiliknya nggak kepikiran untuk memperbaiki kondisi itu? Atau mungkin kondisi seperti ini terjadi karena pemiliknya nggak ngerti sama sekali tentang wheel alignment?

Ok, gue nggak akan membahas topik ini terlalu panjang. Tapi for your informationwheel alignment atau sudut keselarasan roda ini bisa di-adjust lewat proses spooring. Karena itu, gue mau menekankan kepada para pemilik mobil, khususnya yang sering bongkar-pasang komponen suspensi, bahwa SPOORING ITU PENTING. Karena sudut toe roda yang selaras, tidak hanya menjadikan mobil lebih mudah dikendalikan, tapi juga berpengaruh besar terhadap usia pakai komponen suspensi, dan yang terpenting, usia pakai ban.

Bahkan masih banyak yang salah beranggapan, bahwa sudut camber punya pengaruh yang lebih besar daripada toe terhadap usia pakai ban. Anggapan ini salah! Sudut toe punya peran yang lebih besar terhadap usia pakai daripada camber. Jadi, meskipun sudut camber roda di-set dengan nilai yang sangat negatif, usia pakai ban akan tetap lebih awet dengan sudut toe yang selaras. Jadi, please. Selalu lakukan spooring setiap kali selesai melakukan bongkar-pasang komponen suspensi. Selain mobil lebih aman dan nyaman, usia pakai komponen suspensi dan ban tentu akan lebih awet. Lebih banyak untungnya kan daripada ruginya?

Hmm.. Gue juga nggak setuju sama quote ini. Personalisasi mobil itu tujuannya character building. Kalau “merusak”, itu anarki namanya.

Abah Topan’s rad and slammed Impala with super-awesome paintjob is considered as the highlight of the day. Respect! 

Setelah sesi car limbo usai, MC pun mengumumkan bahwa games yang akan diselenggarakan selanjutnya adalah our signature game, Out Of The Box!

MC kemudian meminta gue untuk memberikan brief singkat tentang prosedur jalannya game Out Of The Box ini.

Sementara para MC ngoceh, tim Goodrides pun mulai melakukan persiapan.

Untuk mengilustrasikan jalannya game Out Of The Box, kita meminta Josh dari Speedtuner untuk menjadi peserta pertama yang mencoba menaklukkan tantangan ini.

Biar doi paham, gue pun kembali menjelaskan tentang prosedurnya.

Ready. Get set. Go!

Setelah yang lain melihat bagaimana prosedur jalannya game, kita pun mulai mengundang para peserta untuk mencoba memainkannya.

Peserta pertama yang mencoba tantangan Out Of The Box adalah Bowie dengan Toyota Yaris miliknya.

Sebagai tim yang bertanggung jawab, gue dan Dito bertugas melakukan peletakkan box, sementara Dean bertugas sebagai time keeper.

Sambil menunggu box diletakkan, MC pun kembali ngoceh untuk mencairkan suasana.

And he’s off!

Next!

Untuk tiap pergantian peserta, gue dan Dito harus kembali mengulang proses setup posisi box. Hal ini dilakukan agar permainan berlangsung adil meskipun tiap mobil memiliki dimensi yang berbeda-beda lewat pemberian handicap jarak yang sama, yaitu 25cm dari titik terluar bumper depan maupun belakang.

The stage is set.

And attack! Hat’s off for the crowd tho. Damn, we love you!

Here’s another contender ready to attack.

Ouuch, too bad. But you’re out this time, bro!

Semua peserta diajak ngobrol sama MC sebelum main. Sementara yang pakai kaca mata hitam di belakang peserta, terlihat ngarep banget diajak ngobrol.

And the game went on.

Begitu juga dengan harapan pria-pria berkacamata hitam itu.

Peserta dengan beragam jenis mobil terlihat penasaran dengan tantangan Out Of The Box ini.

The struggle is real. Semua peserta terlihat berusaha mencetak waktu tercepat.

Nggak sedikit dari mereka yang salah perhitungan karena terlalu excited. LOL.

Next!

Dat smile tho.

Melihat cuaca yang semakin gelap, Eka pun nggak mau kehilangan momen dan kembali berkeliling di sekitar venue untuk mengabadikan interaksi serta mobil yang menarik perhatiannya.

Salah satunya adalah perayaan hari jadi yang dilakukan oleh para member Jazz Fit Club (JFC) ini.

The guys from TKCI datang dengan mobil andalannya masing-masing. Somehow, pemandangan seperti ini membawa gue sedikit flashback ke era late 80’s to early 90’s.

A decent looking Honda Civic hatch on a rare set of Mugen MF10L. Mr. Yopie as the owner said that this particular car is an EK3 type. Nice one, sir!

A well-fitted Toyota Yaris. Love it!

Volvo S90 dengan karakter tampilan yang kuat akan nuansa VIP ini hadir sebagai representatif dari komunitas VIP Style Indonesia chapter Jogjakarta. Nice!

Kombinasi cat candytone dan velg high polished menjadikan Honda Civic FD ini terlihat cukup catchy.

Kesan catchy yang sama juga muncul dari tampilan Honda Civic FD yang parkir disebelahnya. Nice!

Eka juga sempat bertemu dengan Honda Civic Ferio bermesin K20 ini yang terlihat sedang berkeliling di sekitar venue dengan tampilan hoodless.

Somehow I like the look of this Honda Civic Genio. Tapi entah kenapa, gue merasa ada yang janggal dari velgnya. Custom made steel outer lip, maybe?

Sementara itu, permainan Out Of The Box pun masih terus berjalan.

Tercatat sebagai peserta terakhir, adalah Mr. Radit, the owner of this Mercedes-Benz S124, which fitted nicely with a legendary set of Brabus Monoblock III. Rad ride you got there, bro!

Aaaandd, it’s a wrap!

Sebelum lanjut lagi, kita pun menyempatkan diri untuk duduk sebentar. Bukan menyempatkan diri sih, tapi udah mulai berasa jompo, jadi emang harus duduk dulu bentaran. But first, let us take a wefie!

Rundown acara kemudian dilanjutkan dengan game selanjutnya, the so-called “engine rev battle”.

Sejujurnya, gue agak miris melihatnya, mengingat untuk permainan ini, peserta harus memaksa mesin mobilnya untuk berkitir pada putaran yang sangat tinggi (most of the time bahkan hingga mencapai rev limiter) dalam waktu yang lama, dimana perbuatan ini tentu punya potensi yang besar untuk merusak komponen internal mesin.

Tapi, mau nggak mau gue harus mengesampingkan rasa miris itu, mengingat para peserta sepertinya terlihat santai-santai saja. Santai karena emang santai, atau nggak sadar sama resikonya ya? You decide deh.

Anyways, let’s just enjoy the show. Shall we?

Penilaian tentang mobil mana yang menang dan mobil mana yang tersingkir benar-benar didasarkan oleh sorak sorai dari crowd saat diminta untuk mewakili salah satu dari kedua mobil yang bertarung. Itupun tidak ada patokan tentang suara yang dihasilkan para crowd, seperti penggunaan desibel meter misalnya. Jadi, keputusan tentang kalah-menang murni ditentukan oleh juri yang bertugas.

I don’t know whether this is the owner or not, tapi cewek ini ikut serta di ajang engine rev battle menggunakan Civic VTi dengan air suspnesion dan velg OZ Futura yang gue mention sebelumnya di artikel ini.

Muncul sebagai lawannya, is the K20 powered Civic Ferio.

Semakin malam, lokasi digelarnya engine rev battle pun semakin terasa sesak oleh jumlah crowd yang berkumpul.

Menjelang pukul 20:30, ajang engine rev battle pun dihentikan yang sekaligus menandakan bahwa rangkaian acara dari event #FITMENTFREAX sudah hampir usai. Next, is the most awaited moment. Awarding!

As seen, the trophies are ready.

So, here are the winners dari berbagai kategori yang dilombakan di event #FITMENTFREAX.

Last but not least, gue mewakili seluruh tim Goodrides mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih trophy di event #FITMENTFREAX. Selain itu, kita juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak penyelenggara event, yaitu Speedtuner dan Sweet Stance atas undangan yang diberikan kepada tim Goodrides untuk menjadi media partner di kesempatan ini. Appreciate it much, brothers!

See you on the next goodtimes then. Cheers!

 

 

 

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (1)

One thought on “A Different Perspective // #FITMENTFREAX by Speedtuner X Sweet Stance

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...