Close X jakarta-custom-culture-october-2017-dean-zen-goodrides-10

Customize Everything! // Jakarta Custom Culture 2017

Jakarta Custom Culture merupakan sebuah event yang didedikasikan untuk para custom builder baik mobil, motor, hingga segala accessories yang berkaitan dengan dua hal tersebut. Isinya juga didominasi oleh para praktisi senior dalam dunia personalisasi mobil dan motor, oleh karena itu tanpa ragu kami  datang untuk melihat langsung seperti apa keseruan yang akan ditampilkan dalam acara ini.

Kebetulan kami mendapatkan ‘Special Guest Invitation‘ karena Goodrides terdaftar sebagai salah satu media partner yang digandeng oleh panitia untuk melakukan coverage terhadap event ini.

So, let’s see how the party goes.. but before that, let me get my Sushi stashed under the tree.

Uh-oh, I found a decent condition FJ60 on a parking lot

..and this Moon-ed Grand Max!

..aand those Ute.

Ok sekarang mari kita mulai masuk ke arena pameran yang sesungguhnya. Sebetulnya sambil nunggu yang lain datang, gue putuskan untuk berjalan-jalan sendirian terlebih dahulu untuk mengeksplorasi seluruh section yang ada.

Berhubung tema yang diangkat kali ini adalah “Old School vs New School”, venue yang digunakan lumayan besar dan terbagi-bagi atas beberapa bagian.

Sesampainya di area pameran tersebut gue literally ‘celingukan’ bingung mau mulai dari mana. Tapi menurut gue bagian yang menampilkan mobil Amerika berbodi besar ini sangat menarik untuk dieksplor terlebih dahulu.

Here they are! Berhubung ada banyak, mari kita mulai dari line up sedan, coupe, dan wagon berbadan besar terlebih dahulu.

Setelah itu yang tentunya paling menarik adalah the line up of American classic sports car!

Future classic!

Now let’s talkin’ bout American trucks.

Unrestored.

Kira-kira lubang pada windshield ini bekas tembakan senjata atau apa ya?

Apa jangan-jangan mobil ini dahulunya digunakan oleh mafia? 😀

And there’s type-2 pickup along with the Americans.

Masih di outdoor section yang berseberangan dengan jajaran mobil Amerika berbadan besar ini, ada sekumpulan mobil yang dikategorikan oleh para panitia sebagai ‘New School’.

Sebagaimana nama kategorinya, mobil yang terparkir di sini cenderung berumur lebih muda.

Tentunya juga dengan dandanan hits mulai dari tempo dulu yang kerap mengaplikasikan rally style…

…hingga masa kini yang lumayan keterusan dengan fitment game.

I love this van!

You know what it is?

The coolest BMW trailer, by far. 😀

Ayyee! Holden Indonesia Fam!

Setelah cukup puas di daerah outdoor ini, mari kita sedikit pindah ke bagian indoor yang membuat mata malas berkedip karena koleksi yang dihidangkan benar-benar membuat saya terkagum-kagum.

I mean like, “di Indonesia ada nih ya yang punya mobil ini.”

Ini merupakan salah satu mobil favorit gue, Chevrolet El Camino tahun 1970. Somehow Chevrolet lumayan intens merilis El Camino dengan bentuk yang berbeda pada setiap tahunnya dan generasi ketiga dari tahun 1968 sampai 1972 merupakan line up platform yang paling gue suka.

Talkin’ bout a power of thousand horses, this Dodge Charger got ’em.

GTO ass.

Two doors Monaro.

Shelby ‘Eleanor’ GT500.

And its younger version.

Hot Rod.

Another Hot Rod.

Well dressed ST205. Entah mengapa first impression gue langsung teringat akan game Sega Rally pada tahun ’90an.

Di seberangnya juga ada versi pendahulunya, Celica TA22 yang didandani bergaya rally era ’80-an ini.

Indonesia’s Drag Race legend, Mr. Sonic’s R32 GTR.

Beliau juga turut membawa GTR 35 yang kelihatannya juga sudah tidak dalam kondisi stock.

Muscle Car Indonesia hadir dengan koleksi mobil-mobilnya antara lain Dodge Charger,

Nissan Fairlady Z32,

and they also brought this rad build S30.

Kalau gue perhatikan interior-nya lebih dekat, setir serta instrument cluster yang diambil dari Fairlady Z33.

Tapi tidak sebatas setir dan instrument cluster saja, mesin VQ35DE bawaan Z33 juga turut dipasang pada body kecil S30 ini.

So basically, ini adalah S30 rasa Z33.

Six wheeler gang! 

Galih Laksono dari G-Speed juga hadir di acara ini.

Dirinya dengan antusias menjawab seluruh pertanyaan di booth miliknya ini yang dilayangkan oleh para V8 enthusiast.

Sedangkan mobil yang dipajang untuk merepresentasikan bengkelnya adalah generasi pertama dari Chevrolet Camaro.

Talkin’ bout classic car collector, Hauwke Gallery turut hadir memajang Jaguar E-type ini.

Di sana juga ada section khusus untuk car builder. Dimana beberapa builder yang hadir di sini memajang hasil karya nya.

Top Gear Performance yang identik dengan Porsche klasik kali ini malah memutuskan untuk memajang Ford Mustang.

Menurut pihak TGP, tadinya mereka memang ingin memajang ’70s 911 RS, namun karena satu dan lain hal, akhirnya mobil tersebut tidak jadi dipajang di sini.

Pria yang duduk di balik kemudi itu adalah Firman. Dia merupakan pemilik dari Holden Belmont ute berwarna abu-abu yang hadir pada Cars and Coffee Muscle Meet bulan September silam.

Actually dia juga turut membawa ute itu ke sini kalau kalian noticed pada artikel ini di atas.

Dia juga menjadi salah satu car builder yang hadir di Jakarta Custom Culture dengan memajang VW type 182 atau yang dikenal sebagai Safari berwarna orange ini.

It’s been awhile, but still fresh tho!

Sepertinya ada yang berbeda dengan kondisi terakhir saat kita liput beberapa tahun lalu.

Knight Industrie Two Thousand.

Seperti yang gue singgung di awal artikel, acara ini benar-benar didedikasikan untuk para custom builder yang berkecimpung di dunia mobil, motor, dan juga accessories yang berkaitan di dunia otomotif.

Namun berhubung gue nggak punya kapabilitas untuk membahas per-motor-an ini secara  dalam, jadinya kita nggak terlalu foto dengan detil atas motor-motor tersebut 😀

Moon Eyes!

Live show; pinstrippin’.

Mengenai acara secara general menurut gue pribadi keren sekali. Pihak panitia berhasil mencampurkan macam-macam culture yang dimainkan oleh para car and motorcycle builder yang ada di sini.

Actually acara ini diselenggarakan selama dua hari dengan packaging during the show yang sangat menarik.  Kalau dilihat dari sisi pengunjungpun sangat terhibur dengan semua suguhan yang diberikan di sini.

Sayangnya gue hanya bisa datang di hari Minggu saja. Lumayan sedih juga karena dengan demikian gue jadi melewati beberapa sajian yang mereka punya sehari sebelunya.

Kalau saja gue bisa seharian penuh di sana, gue mau lebih dalam mengulas tentang acara ini

Hats off for the entire show.

See you guys on another time!

 

BONUS IMAGES

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...