Close X banner_article

Dream On Dreamer // Toyota Ist NCP61

Meskipun pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan akibat Honda Jazz miliknya dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab, namun Christophorus Randy tidak lantas kehilangan passion di dalam dirinya untuk kembali melakukan personal touch terhadap platform mobil yang baru dimilikinya layaknya seorang car enthusiast sejati.

Pria yang akrab disapa Randy Baba inipun kemudian menjatuhkan pilihannya kepada platform mobil yang sudah diidam-idamkannya sejak dulu. “Dulu sebelum dibeliin Jazz sama bokap, gue emang udah minta Toyota Ist, tapi bokap nggak setuju karena dianggap kurang reliable mengingat statusnya yang merupakan mobil CBU dan dijual oleh importir umum dan bukan oleh ATPM,” kenang Baba saat mengawali proses interview.

“Gue memang suka banget sama desain Toyota Ist yang merupakan perpaduan bentuk boxy dan rounded. Selain itu, saat Toyota Ist baru mulai beredar di jalanan Jakarta, gue sempat melihat seorang cewek cantik yang nyetir mobil itu, warnanya merah, yang jujur aja membuat gue patah leher. Ever since, pikiran gue nggak pernah terlepas dari Toyota Ist,” ungkap Baba seraya tergelak.

Kembali ke Honda Jazz miliknya yang hilang, Baba pun sudah melakukan banyak rombakan di sektor eksterior dan interior di mobil tersebut sebagai bentuk personalisasi. “Tapi namanya masih labil, bentuk personalisasi yang gue lakukan masih banyak terpengaruh sama trend yang berkembang saat itu, dimana bentuk rombakan yang gue lakukan di Honda Jazz gue waktu itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” kenang Baba lagi, kali ini sambil tertawa terbahak-bahak.

Berkat pengalaman yang diambilnya dari mobil sebelumnya, Baba pun lebih banyak melakukan pertimbangan matang dalam melakukan personalisasi terhadap mobil miliknya kali ini yang dibelinya pada tahun 2009 tersebut. “Basically, konsep personalisasi di sisi eksterior tetap mengusung konsep aggressive fitment seperti yang gue aplikasi di Honda Jazz gue sebelumnya,” ungkap pria dengan tampilan brewokan ini.

Perjalanan Baba dalam melakukan personalisasi di sektor eksterior, terutama sektor roda tersebut, pun berjalan cukup panjang sebelum mencapai tampilan seperti yang dapat Anda lihat pada halaman ini. “Mengingat abis mengalami musibah, jadi sebagai langkah awal, saat itu gue cuma mampu ganti velg bawaan dengan buatan Axis OG. Setelah itu gue baru mulai ‘naik kelas’ dengan ganti velg ATEV R17,” bebernya.

As an aggressive fitment lover, not to mention mobil milik Baba tentu sudah mengalami rombakan di sektor suspensi yang bertujuan untuk meminimalisir ground clearance mobilnya serendah mungkin. Sialnya, Baba kembali mengalami kejadian tidak menyenangkan bersama Toyota Ist miliknya ini. “Suatu hari saat gue lagi naik Ist di daerah Depok, ada trotoar jalan yang terlepas dari tempatnya dan tergeletak di tengah jalan. Karena nggak ada space buat menghindar, terpaksa trotoar itu gue ‘kolongin’ dibawah Ist gue. Sialnya, karena ground clearance yang rendah, trotoar itu menghantam kompresor AC di mesin gue yang kemudian merembet merusak komponen lain yang terhubung dengan pulley. Perbaikannya pun memakan waktu 3.5 bulan dan menghabiskan biaya hingga 38 juta,” kenang Baba.

Kejadian tersebut kemudian membuat Baba tersadar bahwa personalisasi yang dilakukan pada mobilnya sebaiknya tidak sampai mengurangi fungsi mobil miliknya sebagai kendaraan sehari-hari. “Gue akhirnya memutuskan untuk menjadikan mobil ini lebih reliable untuk digunakan sebagai mobil harian, tapi tetap mengusung konsep aggressive fitment,” tukasnya.

Keputusan ini membuat Baba tertarik untuk mencoba velg dengan diameter lebih besar agar ground clearance mobil tidak terlalu rendah, namun tetap mempunyai fitment yang agresif. Velg yang dimaksud antara lain Fabolous Expand R19 dan replika OEM BMW M5 R18. “Sayangnya, perpaduan antara velg diameter besar dan ban profil tipis membuat mobil kurang nyaman. Jadi akhirnya gue memutuskan untuk kembali menggunakan velg R17, namun dengan ban profil tebal, or as known as meaty fitment,” bilang pria humoris ini.

Setelah menjalani proses hunting, Baba pun menjatuhkan pilihan kepada Enkei NT03 dengan spesifikasi 17×8/9 inci seperti yang dapat Anda lihat di bagian awal artikel, sebelum akhirnya kembali menggantinya dengan velg yang dapat Anda lihat di bagian ini, yaitu SSR Type C berspesifikasi 17×8.5/9.5 inci yang dipadu dengan ban berukuran 205/45 di roda depan dan 235/40 di roda belakang.

Untuk melengkapi langkah personalisasi yang dilakukannya di sektor suspensi, Baba pun mengaplikasi 4-point strutbar di bagian depan dari produk Ultra Racing. “Cerita gue dapet strutbar ini juga unik nih. Jadi singkat cerita, gue dapat info kalau ada authorized dealer Ultra Racing di daerah Kemayoran yang cuci gudang karena terancam bangkrut. Saat gue kesana, ternyata strutbar untuk Toyota Ist merupakan salah satu produk yang paling jarang laku karena unit mobilnya yang termasuk jarang. Jadi gue beli strutbar ini dengan harga yang bisa dibilang sangat murah,” kenangnya lagi.

Sedangkan untuk sektor interior, Baba hanya mengganti jok bawaan mobil dengan produk dari Recaro tipe LS dengan fishnet headrest yang cukup populer. Selain itu, untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, Baba juga mengganti head unit bawaan mobil produk aftermarket.

Anyway mate, have you ever wonder, if the girl that break your neck back in the days, probably break her neck too when she saw your car today ? LOL!

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...