Close X FEATURE IMAGE FASTINFASTOUT

Going Fast While Fasting // Fastin’ Fast Out – Goodrides Trackday Vol.2

Hey guys! First of all, kami mau mengucapkan terimakasih banyak kepada para participant yang sudah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan di acara yang bisa dibilang sangat minim persiapan ini. Mengapa gue bilang minim persiapan? Karena kita baru memutuskan untuk menyelenggarakan acara ini hanya dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Memang sepertinya terdengar agak mustahil, namun berkat semangat tinggi dari team goodrides and a bunch of help from our goodfriends, acara ini akhirnya dapat terselenggara sesuai harapan.

Ide untuk menyelenggarakan acara ini, awalnya  hanya muncul dari sebuah chit-chat yang terjadi di kantor Goodrides saat sedang membahas tentang kegiatan apa yang paling menarik untuk ‘ngabuburit’ menunggu waktu berbuka puasa (bagi umat muslim yang menjalankan). Somehow, dari sekian banyak kegiatan yang kita bahas, obrolan yang terjadi akhirnya mengerucut pada kegiatan yang pernah kita lakukan pada bulan Mei silam di Sirkuit Sentul. Berhubung pembahasan ini terjadi di minggu kedua bulan Ramadhan, maka chance untuk menyeleggarakan acara sejenis hanya bisa dilakukan pada minggu ketiga atau keempat.

Namun, pertimbangannya, jika kita selenggarakan di akhir bulan Ramadhan, maka kemungkinan sebagian besar calon participant tentu sudah disibukkan oleh berbagai aktivitas menjelang perayaan Idul Fitri, seperti silaturahmi maupun mudik. Atas alasan itu, maka kita insist untuk menyeleggarakan acara ini di akhir pekan minggu ketiga bulan Ramadhan.

Dengan keputusan tersebut, maka  berbagai persiapan penyelenggaraan acara mulai dari booking sirkuit, blasting di social media, hingga merancang tata cara registrasi dan rundown acara hanya dipersiapkan dalam kurun waktu 5 hari saja.

Hasilnya? Sebanyak 42 mobil mendaftarkan diri untuk mengikuti trackday kita kali ini. Not bad isn’t it?

Jujur, mengingat tenggang waktu yang sempit, ekspektasi kita terhadap animo yang datang juga tidak terlalu tinggi, mengingat persiapan yang harus dilakukan terhadap mobil hingga memiliki status track ready tidaklah mudah, although it depends on your car’s condition. Meskipun begitu, kami tetap melakukan blasting di social media secara konsisten, terutama mengenai safety equipments yang wajib dan dianjurkan ada pada setiap mobil participant. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mempermudah proses scrutineering saat acara berlangsung. Beberapa items yang wajib dimiliki antara lain seperti helmet, shoes, trousers dan tow hook. Sementara yang dianjurkan antara lain seperti 4/5/6 points racing harness, racing suit, gloves, bucket seat, roll cage, braided brake lines, performance brake pads and last but not least, proper performance tires.

Selain mobil yang akan digunakan, kami pun ikut memikirkan persiapan yang harus dilakukan pada venue acara itu sendiri. Berhubung penyelenggaraan acara ini berkaitan erat dengan kecepatan tinggi yang beresiko menimbulkan insiden kecelakaan, maka kami memutuskan untuk mengkaryakan 100 unit cone yang akan kami gunakan sebagai panduan racing line untuk para participant di dalam sirkuit.

Untuk kebutuhan cone itu sendiri, luckily kami mendapat bantuan dari Rifat Sungkar yang bersedia meminjamkan 100 unit cone miliknya untuk kami gunakan di dalam Sirkuit Sentul pada acara Fastin’ Fastout ini.

Persiapan terhadap kelengkapan perangkat sirkuit itu sendiri kami lakukan pada H-1 sebelum acara diselenggarakan. Langkah persiapan ini juga sekaligus dipergunakan oleh Yahya untuk melakukan uji coba terhadap Civic SH3 miliknya yang sudah cukup lama mati suri.

Hasilnya? Yahya mengaku lumayan happy, meskipun mobil miliknya mengalami kendala pada sistem pengereman.

 

“Untung hari ini udah gue cobain dulu, kalo nggak, besok kan gue nggak bisa ngerem. Bisa kacau gue mas!” ungkap Yahya ke gue setelah melakukan uji coba mobilnya

Ssup dawg (literally)!

Dalam sesi uji coba ini, kita juga ditemani oleh Antyo dengan Mitsubishi Evolution IX miliknya. By the way, his car will be featured soon on our site.

This thing looks effin’ gorgeous on a set of Enkei RPF1. 

And now, let’s go straight to D-day! 

Seperti yang tertera pada rundown acara, rangkaian kegiatan Fastin’ Fastout sendiri akan dimulai dengan registrasi ulang dan scrutineering yang akan dimulai pada pukul 11:00. Tapi berhubung gue belum sempat melakukan adjustment terhadap wheel alignment Corolla gue, jadi gue mengambil kesempatan untuk melakukan spooring di salah satu bengkel di Jakarta Selatan pada pukul 08:00. Kenapa gue bela-belain? Karena menurut gue, wheel alignment yang sempurna memiliki peran yang sangat besar terhadap kestabilan dan handling mobil, apalagi untuk kebutuhan trackday seperti ini.

Usai spooring, akhirnya gue tiba di Sirkuit Sentul pukul 10:30. Saat gue sampai, gue sudah melihat beberapa participant yang datang memenuhi lahan paddock untuk menunggu proses registrasi ulang dimulai. Sedangkan para crew yang bertugas mengatur jalannya kegiatan ini sedang mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan check list yang sudah ditentukan.

Berhubung kesempatan ini merupakan kali pertama gue membawa Corolla AE86 merah yang sebelumnya berwarna kuning-hitam ini keluar kandangnya, jadi beberapa orang pun terlihat berkumpul untuk melihat mobil gue dari jarak pandang yang lebih dekat. Mungkin mereka sudah lupa seperti apa bentuk mobil gue setelah dua tahun menghilang dari peredaran akibat proses refreshment dan upgrade yang gue lakukan pada hampir seluruh sektor di mobil gue.

Selain menikmati tampilan mobil gue, beberapa orang juga terlihat membicarakan tentang fender mobil gue yang sudah gosong kayak gini, meskipun semua orang sepertinya sudah mengetahui kalau mobil ini baru saja selesai di-repaint. LOL!

On the other hand, beberapa orang juga kerap mempertanyakan kenapa kap mesin mobil gue bolong kayak gini. It wasnt me! I’m not showing off, I don’t want it too! I swear!

Back to the event itself, untuk kesempatan kali ini, kita kembali dibantu oleh Muda Mulyana dengan B18C powered Civic SR3 miliknya yang datang langsung dari Bandung untuk menjadi pace car di acara Fastin’ Fastout.

Everything is last minute. Backdrop ini saja baru di-print pada H-1. Kami cukup beruntung benda ini bisa selesai di tengah malam sebelum acara ini diselenggarakan. LOL!

Hey dude! We meet again!

Selain backdrop, meja registrasi juga akhirnya selesai dipersiapkan. Terima kasih Dian dan Wina atas bantuannya! 😀

Selfie game again! dayng!

Setelah semua siap, proses registrasi ulang pun dibuka. Para participant yang telah menunggu pun mulai mengantrikan mobilnya ke pit 42 dan 43 yang kami jadikan sebagai lokasi scrutineering.

Sementara itu, gue pun berkeliling sambil mengamati kondisi sekitar dan memperhatikan mobil-mobil yang akan turun ke dalam sirkuit.

2JZ powered E36!

 

Salah satu mobil yang sangat menarik perhatian gue adalah BMW M3 Cabriolet ini.

Gue berasumsi bahwa sang owner memang jarang sekali membawa mobil ini keluar, mengingat gue belum pernah melihat mobil ini sama sekali meskipun kerap mengikuti berbagai event dan car meet. Interesting!

Lukman Aryadi, selaku ketua dari 86ID (klub yang berisi Toyota 86 dan Subaru BRZ di Indonesia) nampaknya tidak pernah absen dari segala kegiatan yang berbau motorsport.

His boosted 86 is fast tho!

Let me introduce you to our scrutineers, Riyandhie and ChristoEvery car must be checked by them.

Setiap mobil yang masuk ke lokasi scrutineering juga selalu kami ingatkan untuk memasang tow hook pada mobilnya. Hal ini kami lakukan untuk memudahkan proses evakuasi saat mobil yang digunakan mengalami problem atau insiden di dalam lintasan sirkuit.

Selain itu, kami juga melakukan pengecekan terhadap kekencangan baut roda menggunakan kunci torsi. Hal ini kami anggap sangat penting, mengingat kami mendapati lug nut di sejumlah mobil peserta yang belum dikencangkan sesuai dengan standar.

Dito sendiri kebagian menjadi petugas yang menulis nomor start pada setiap kaca mobil yang telah lolos scrutineering.

Usai proses scrutineering tersebut, para participant kemudian diajak berkumpul untuk proses briefing yang dipandu oleh Adhi, Echa dan Muda sebagai instruktur pada kesempatan kali ini.

Meanwhile, gue, Antyo dan Yahya masuk ke dalam track untuk meletakkan 100 unit cone yang akan dijadikan panduan racing line yang benar dan braking point yang dianjurkan.

FYI, at this moment kami bertiga yang sedang berada di dalam track masih menjalani ibadah puasa.

Tapi karena teriknya matahari yang benar-benar memojokkan kami hingga hampir pingsan di siang hari itu, maka dengan sangat terpaksa kami bertiga membatalkan puasa. LOL!

Back to briefing area. Para participant sendiri kami bagi dalam dua kelompok, yaitu un-experienced driver dan experienced driver sesuai dengan data regitrasi yang diisi oleh para participant itu sendiri. Pembagian kelompok ini dilakukan demi memperlancar pengajaran bagi para participant yang ingin mengenal layout Sirkuit Sentul.

Setiap group di kategori un-experienced driver sendiri selalu dikawal oleh pihak panitia di dalam pace car. Hal ini dilakukan agar para participant tidak sembarangan ketika melakukan eksekusi di setiap tikungan yang ada di dalam Sirkuit Sentul.

Sedangkan sebaliknya, para experienced driver sengaja kita bebaskan untuk memasuki track. Namun pace car tetap mengawal di deretan paling belakang untuk memonitor dan memastikan segala hal yang terjadi di dalam track berjalan dengan baik.

Echa sendiri nampaknya sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke dalam sirkuit. LOL!

They see me walkin’, they’re hatin’LMAO! Wassup Zikri!

Old Hachiroku,

 

and the new one.

Kami pun selalu melakukan pengecekan ulang terhadap perlengkapan safety yang digunakan oleh para participant saat tiap group akan di lepas masuk ke dalam track. Intinya, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah semua dianggap beres, group pertama pun kami lepas masuk ke dalam sirkuit.

Meanwhile, group lainnya juga sudah menunggu dari balik pit wall.

Gue sendiri ikut masuk menggunakan Corolla gue yang juga berperan sebagai pace car. Saat itu, gue didampingi oleh our talented videographer, Ricky. Sebelum jalan, harapan gue terhadap Ricky cuma satu: “Ki, please jangan muntah di mobil gue ya.”

Gue bertugas mengiringi experienced group bersama Antyo dengan Corolla AE92 miliknya.

Setelah semua participant sudah mencicipi 5 putaran dengan panduan pace car dalam Sirkuit Sentul, kami pun memutuskan untuk membebaskan mereka kembali masuk ke lintasan sirkuit untuk mengasah keterampilan mereka dengan panduan yang sudah kita berikan.

Menurut pantauan gue, hampir semua participant terlihat all out dalam memacu mobilnya. Apalagi setelah mereka mulai melakukan adjustment terhadap braking point sesuai dengan kemampuan mobil masing-masing.

Hasilnya, beberapa mobil terpaksa harus istirahat, baik karena sistem pengereman yang over heat maupun kinerja mesin yang terasa menurun karena suhu yang cukup tinggi.

Tapi beberapa mobil juga terlihat tahan banting dengan kondisi sirkuit yang sangat panas. Salah satu contohnya adalah Corolla AE92 milik Antyo ini. Gue nggak pernah liat mesin mobil ini dimatikan pada hari itu.

Acara pun berlangsung makin seru, apalagi ditambah cuaca yang semula terik menjadi cloudy, sehingga menghasilkan suasana yang lebih dingin. Para participant pun terlihat mengisi lintasan Sirkuit Sentul secara terus menerus.

Walaupun beberapa orang juga terlihat kelelahan karena berulang kali masuk ke dalam lintasan Sirkuit Sentul. LOL!

Berhubung hari itu Adhi nggak bawa Starlet EP81 andalannya yang berstatus track ready, jadi dirinya insist untuk  memacu Corolla EE90 (which is popularly known as KZ) sebanyak 5 lap di dalam lintasan Sirkuit Sentul.

Tidak ketinggalan, Rifat Sungkar yang menyempatkan diri untuk datang menonton pada siang itupun tidak tahan untuk tidak bersenang-senang Sirkuit Sentul.

Excitement ini juga kemudian mendesak para participant maupun crew yang belum pernah merasakan serunya berada di dalam mobil yang dipacu di dalam track untuk ikut mencicipi pengalaman tersebut. Meskipun begitu, demi keselamatan para pengguna sirkuit, kita hanya mengizinkan masing-masing driver untuk hanya membawa satu orang penumpang di passenger seat. Penumpang tersebut juga kami wajibkan untuk menggunakan helmet.

Our talented photographer, Eka pun tidak tahan untuk merasakan bagaimana adrenaline rush yang terjadi saat berada di dalam track.

Menjelang sore, gue pun nggak pernah melihat lintasan sirkuit ini sepi dari mobil para participant.

Di sela-sela hiruk pikuk tersebut, kita dihebohkan oleh Riyandhie yang masuk ke dalam pit dan keluar dari mobil sambil berteriak: “eh, gue nabrak burung!!”

Bingung dengan pernyataan tersebut, gue pun mendekati mobil miliknya dan memeriksa apakah ada bagian yang rusak. Ternyata, mobilnya tidak mengalami kerusakan sedikitpun, kecuali ada seekor burung yang nyangkut di batang wiper Yaris NCP91 milik Riyandhie.

Our deep condolence goes to this bird. 🙁

Back to the track, erryone went nuts!

Keseruan ini terus berlangsung, hingga akhirnya kita harus menutup track karena sudah dekat dengan waktu berbuka puasa. Tapi sebelum menjalani buka puasa bersama, seperti yang sudah tertera di rundown acara, kami pun mengajak seluruh participant dan crew untuk melakukan photo session di dalam sirkuit selama kurang lebih 40 menit.

Photo session tersebut diawali dengan foto bersama seperti ini. Sayangnya, beberapa participant insist untuk pulang sebelum waktu buka puasa karena berbagai alasan. So here they are, the rest of participants.

Sebenarnya setelah foto bersama ini, seluruh participant diperbolehkan untuk mengambil spot sendiri untuk foto dengan mobilnya di dalam lintasan Sirkuit Sentul. Namun sayangnya, hujan rintik-rintik sudah mulai turun pada sore hari itu, jadi dengan sangat terpaksa, kita pun kembali ke area paddock untuk melanjutkan acara dengan buka puasa bersama sambil berfoto-foto.

Sementara para participant dan panitia saling bercengkrama membicarakan keseruan yang telah mereka perbuat, gue menyibukkan diri dengan mobil gue.

Berhubung hujan di daerah Bogor kerap turun sangat deras, gue khawatir air hujan tersebut masuk ke dalam corong throttle mesin mobil gue. Karena itu, gue terpaksa menutup lubang tersebut dengan plastik dan ducktape seperti ini. And because of  ‘my creativity’, my car looks stupid! A bit ricer isn’t it? SMH.

Til’ I’m back again to have a little chit-chat with these guys..

After that, we’re going to review everything from this morning until the end of event.

At the end of the day, semua effort, baik tenaga, uang dan pikiran yang telah kami limpahkan ke dalam acara ini sepertinya terasa sangat worth it. Layaknya caption di setiap invitation yang kami sebar melalui social media, kami berusaha menjunjung tinggi sifat “fun” dalam acara Fastin’ Fastout yang selalu didampingi dengan kata fun trackday ini. Oleh karena itu, setiap feedback dari para participant yang menyatakan dirinya sangat menikmati acara yang kami adakan kali ini terasa sangat berharga bagi kami.

We did it very well with all smiles from our participants face and the most important thing is, we got zero accident!

PS : Mohon maaf atas keterlambatan artikel ini, mengingat kami memiliki kesibukan yang harus kami jalani menjelang Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, lewat artikel ini, kami juga ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙂

See you on the next track day event! Adios!

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (3)

3 thoughts on “Going Fast While Fasting // Fastin’ Fast Out – Goodrides Trackday Vol.2

  1. sumpah keren banget trackday-nya goodrides! Dari awal goodrides bikin situs dari blog biasa yang bahas corolla KZ sampai punya domain website sendiri, gue always open situs goodrides di laptop. Awalnya gue minat pengen gabung ke tiap acara yang mau diadain goodrides. Tapi berhubung gue belum ada mobil pribadi (biasa wara-wiri pake motor jadul), jadi gue terus lokit situs goodrides ini. Success for the goodrides team yap!

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...