Close X EKA_1004-2

In Memoriam of A Loving Mother // Porsche 993 – RWB Indonesia 002

Dimana ada mimpi yang didukung dengan usaha, semua mungkin,” ujar Michael dari Terror Garage.

Pernyataan ini sepertinya mampu dibuktikan oleh Terror Garage setelah berhasil merealisasikan usahanya untuk kembali mendatangkan Mr. Akira Nakai dengan tujuan “melahirkan” RWB Indonesia 002 yang mengambil basis dari sebuah Porsche 993.

As we promised before, pada artikel kali ini, kami akan membawa Anda untuk mengenal lebih dekat dengan RWB Indonesia 002 yang diberi kehormatan oleh Terror Garage untuk menyandang nama “Ciska”, yaitu panggilan akrab mendiang Mrs. Ika Kartika, Ibu dari Anto – Terror Garage yang dikenal sebagai pribadi yang selalu ramah, bahagia dan sangat mendukung segala aktivitas yang dilakukan oleh Terror Garage.

“Kami semua sepakat bahwa nama mendiang Ibu Ciska sangat pantas untuk dicantumkan pada RWB Indonesia 002 agar semangatnya yang tidak pernah padam itu selalu berada bersama kita semua,” ungkap Michael.

Latar belakang dari tipe mobil yang akan dijadikan sebagai basis dari RWB Indonesia 002, yang juga merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan, sekaligus mengenang mendiang Mrs. Ika Kartika sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Pilihan yang jatuh kepada Porsche 993 ini dilakukan mengingat tipe tersebut merupakan tipe terakhir yang masih menganut sistem air-cooled pada mesin konfigurasi flat-six yang khas milik Porsche.

Someone special deserves something special, right?

“Mobil ini kami dapat dari seorang kolektor yang akhirnya merelakan mobilnya untuk berpindah tangan kepada kami. Kejadian tersebut kami yakini merupakan salah satu wujud dari mimpi dan usaha kami yang tidak pernah pudar selama ini, mengingat mobil ini kami peroleh dengan proses yang tidak terduga,” kenang Michael lagi.

Untuk RWB Indonesia 002 ini, Terror Garage sendiri memilih untuk mengaplikasikan RWB kit yang lebih sophisticated. Hal ini dapat terlihat lewat sejumlah sektor yang terlihat cukup berbeda dengan RWB kit yang diaplikasikan pada RWB Indonesia 001 atau Erabareshi Mono.

Sebagai langkah awal, Nakai-San terlebih dulu melakukan fitting terhadap RWB kit yang akan diaplikasikan pada Porsche 993 milik Terror Garage.

Setelah itu, Nakai-San mulai memberi tanda dengan masking tape sebagai guideline dalam melakukan pemotongan fender asli milik Porsche 993 tersebut.

Usai memotong keempat sisi fender, Nakai-San mulai mengaplikasikan wide fender dan kit lainnya yang telah tersedia seperti front dan rear bumper maupun side rockers yang memiliki dimensi jauh lebih lebar dan besar.

Saat memasang kit tersebut, Nakai-San juga terlihat sangat memperhatikan kepresisian maupun detail dari setiap langkah yang dilakukannya.

Hal ini membuat setiap bagian terlihat perfect fit antara satu bagian dengan bagian lainnya. Nakai-San juga turut mengaplikasikan engine hood dengan desain khas milik RWB, lengkap dengan piranti rear wing juga mempunyai ukuran massive.

Sebagai pelengkap, Nakai-San kemudian mulai mengaplikasikan sejumlah detail kecil yang berpengaruh besar dalam memperkuat karakter RWB seperti canard pada bagian bumper depan dan wide fender bagian belakang.

Setelah mengaplikasikan canard, Nakai-San kembali memberi tanda dengan masking tape pada bagian wide fender belakang untuk kemudian dipotong sesuai dengan bentuk yang telah dibuatnya.

Hasil potongan tangan dari Nakai-San pun terlihat sangat rapih dan presisi.

Nakai-San lalu melanjutkan pekerjaannya dengan memasang net untuk menutupi lubang tersebut.

Seluruh rangkaian ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Nakai-San sebelum mengaplikasikan fender wing pada wide fender bagian belakang tersebut.

Sementara itu, Anto dan Michael dari Terror Garage juga ikut mengaplikasikan sejumlah decal dan sticker RWB yang jelas semakin memperkuat karakter RWB pada Porsche 993 ini.

Di saat yang sama, Nakai-San mulai mengaplikasikan spray paint khusus pada dinding ban dengan tulisan “Idlers” layaknya yang terlihat pada seluruh dinding ban Porsche RWB yang dilahirkannya.

Seperti yang kami jelaskan pada paragraf sebelumnya, RWB kit yang diaplikasikan pada RWB Indonesia 002 ini memiliki sejumlah perbedaan yang signifikan dengan RWB kit yang diaplikasikan pada RWB Indonesia 001.

Perbedaan tersebut antara lain terlihat lewat desain bumper depan yang dilengkapi dengan dua airdam berukuran besar dan dua airdam lainnya yang berukuran lebih kecil. Selain itu, front bumper tersebut juga dilengkapi dengan splitter yang mempunyai dimensi cukup tebal. Sebagai pelengkap, Nakai-San juga turut mengaplikasi bumper canards yang semakin menguatkan kesan agresif pada bagian depan.

Perbedaan signifikan juga terlihat pada wide fenders bagian belakang yang dilengkapi dengan fender wing. Aplikasi fender wing ini jelas membuat tampilan RWB Indonesia 002 lebih agresif.

Meskipun begitu, fender wing ini tidak hanya diaplikasi untuk faktor estetika saja, namun juga memiliki fungsi positif dari sisi aerodinamika sekaligus mampu memberikan pasokan udara yang maksimal menuju air scoop di bagian samping engine hood yang berfungsi untuk mendinginkan mesin flat-six milik Porsche 993 tersebut.

Karakter dari RWB kit yang agresif tentu belum lengkap tanpa sentuhan di sektor roda. Untuk RWB Indonesia 002 kali ini, spesifikasi velg yang digunakan cukup outstanding.

Untuk sisi depan , mobil ini mengaplikasi velg dengan spesifikasi 18×10,5 inci.

Sedangkan untuk sisi belakang, pilihan jatuh kepada spesifikasi 18×12 inci.

Keempat velg ini kemudian dibalut dengan ban berukuran 235/30 di roda depan dan 335/30 di bagian belakang.

Sektor suspensi juga tidak luput dari perhatian Nakai-San lewat penggantian sistem suspensi bawaan mobil dengan sistem suspensi dari produk Aragosta. Selain untuk mengurangi ground clearance, aplikasi sistem suspensi ini juga bertujuan untuk meningkatkan traksi ban secara maksimal terhadap permukaan jalan.

Seluruh proses upgrade di sektor roda dan suspensi ini ditujukan agar setiap unit RWB yang lahir dari tangan dingin milik Nakai-San tidak hanya memiliki form yang agresif, namun juga mempunyai function yang maksimal, baik saat digunakan di jalan raya, maupun di dalam trackWhat more can you ask for?

Beralih ke sektor interior, RWB Indonesia 002 juga turut mengaplikasikan produk one of a kind, yaitu sepasang bucket seat buatan Bride yang diproduksi dengan kolaborasi bersama RWB.

Kolaborasi ini dapat terlihat lewat brand RWB yang sudah terpampang di bagian headrest ketika bucket seat ini diterima dalam kondisi brand new.

Untuk melengkapi aplikasi bucket seat tersebut, Terror Garage juga ikut mengaplikasikan seat belt dari produk Takata. Kombinasi warna hijau dari seat belt dan warna merah dari bucket seat terlihat sangat match hingga membuatnya terlihat sangat catchy.

Another amazing thing is, seluruh proses aplikasi RWB kit dan proses pengaplikasian sekaligus upgrade di sektor roda dan suspensi ini hanya dilakukan oleh Nakai-San dalam kurun waktu dua setengah hari saja.

Meskipun begitu, Nakai-San tidak pernah luput dalam memperhatikan setiap detail dari pekerjaan yang dilakukannya. Hal ini membuat setiap unit RWB memiliki kualitas dan detail luar biasa yang lahir dari passion seorang Akira Nakai.

Lahirnya RWB Indonesia 002 ini tentu telah menjadi sebuah mahakarya yang menjadi tonggak bagi perkembangan automotive scene di tanah air.

Sebuah mahakarya yang dilahirkan untuk menghormati sekaligus mengenang sosok yang sangat istimewa bagi setiap individu yang mengenalnya.

Sebuah mahakarya yang lahir berkat mimpi besar dari Terror Garage yang selalu didukung oleh usaha keras dari setiap individu yang berada didalamnya.

“A dream doesn’t become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work.” – Colin Powell.

 

 

 *Pictures in the making is a courtesy of Mr. Bagus Riyadi & Mr. Mochamad Ardie from Terror Garage.

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...