Close X FEATURE IMAGE 100th BMW

It’s Been a Century! // Short Trip to 100 Years of BMW by BMWCCI

In 1916, Rapp Motorenwerke, Bayerische Flugzeugwerke, and Fahrzeugfabrik Eisenach decided to merge and change their name into Bayerische Motorenwerke. Kini perusahaan premium asal Jerman ini tengah genap berusia 100 tahun dan tentunya telah memiliki banyak die hard fans di seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Gue pribadi juga termasuk die hard fans BMW khususnya tipe E36. Mungkin kecintaan gue terhadap produk ini terbentuk atas perjalanan hidup gue dari kecil yang secara keseluruhan banyak dihabiskan dengan mengendarai E36 baik untuk daily driving car hingga pada akhirnya juga digunakan sebagai competition car dalam drifting motorsport.

A photo posted by deanzen (@deanzen) on

Pada tanggal 12 Maret lalu, BMW Car Club of Indonesia (BMWCCI) sebagai klub resmi dibawah naungan International Council of BMW Club berinisiatif membuat sebuah event untuk merayakan 100 tahun berdirinya BMW Ag yang diselenggarakan di BUPERTA Cibubur. Sudah sangat jelas gue sangat excited untuk turut hadir ke event tersebut!

Berhubung goodrides crew yang menggunakan BMW hanya gue dan Eka, maka gue memilih untuk datang bareng dengan Eka pagi itu.

Namun sayangnya mobil kita berdua nggak sempat dicuci sehari sebelumnya, maka pagi itu kita memutuskan untuk mencari tempat cuci yang sejalan dengan perjalanan menuju venue. Mungkin sedikit klise, tapi gue selalu risih sendiri kalau datang ke acara seperti ini dengan keadaan mobil kotor apalagi bekas hujan. Jadi, kita putuskan untuk mencari tempat cuci di bilangan Antasari, Jakarta Selatan.

Di situ akhirnya kita team up sama Rifie yang kebetulan juga sedang mencari tempat cuci mobil karena keadaannya juga hampir sama dengan mobil gue dan Eka.

Walaupun masih terbilang lumayan pagi, tempat cuci 24 jam yang kita sambangi tersebut ternyata sudah mengantri. Jadilah kita menunggu giliran untuk bisa dicuci satu persatu mulai dari mobil Rifie.

Kemudian akhirnya datanglah giliran mobil gue..

..dan juga mobil Eka.

Tidak lama kemudian Donny, owner dari Tailorsbag turut datang untuk mencuci E93 miliknya.

With his sleepy face as well. LOL!

Akhirnya dalam waktu kurang lebih 45 menit keempat mobil kitapun selesai dicuci.

Pada awalnya gue berencana untuk  langsung berangkat ke Cibubur setelah mobil selesai dicuci, karena mobil gue terdaftar sebagai display car untuk sebuah formasi angka 100 di acara tersebut dengan menggunakan mobil berwarna merah, putih, dan biru muda. Namun gue sempat berpikir kalau nantinya akan difoto dari atas dengan menggunakan drone, mobil gue sih akan jadi distraksi karena atapnya berwarna merah. Walaupun gue sudah meminta izin untuk digantikan, namun pagi itu Octa sebagai koordinator tetap meminta gue untuk tetap standby di sana sejak pagi.

Sayangnya, sesaat setelah mobil selesai dicuci gue tak kuasa menahan diri untuk segera mengarahkan diri ke toilet. Mungkin karena keputusan gue yang salah pada pagi itu dengan niat menghangatkan badan melalui secangkir hot vanilla latte malah menjadi draw back untuk gue sendiri.

Jadi, gue putuskan untuk mengajak Eka, Rifie, dan Donny untuk pergi ke Cilandak Town Square. Gue berpikir selain toiletnya masih sepi sembari gue sibuk dengan urusan gue, ketiga teman gue ini jadi bisa menunggu sambil sarapan di sana. Kebetulan tempat ini juga dijadikan sebuah meeting point oleh sejumlah BMW enthusiast yang hendak pergi ke sana juga dengan nama Bavarian Society. Yaitu sebuah perkumpulan BMW Enthusiast yang terdiri dari BMW jenis coupe, cabriolet dan roadster owners.

Jadi kurang lebih ketebak kan isinya seperti apa?

100th-bmw-eka-budhi-irawan-11

Anyways, Eka’s E46 now looks so good with the full M-Tech kit. You can stalk it out thru his Instagram account now!

100th-bmw-eka-budhi-irawan-9

Nampaknya bila dibandingkan dengan line up Bavarian Society pagi itu, mobil gue merupakan mobil yang paling tua umurnya.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-20

Mari kita mulai dari dari kumpulan E46 coupe dan cabrio milik Gilang, Nanda, Fikri, Rully, Ferry, Bagas dan Soeryo.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-3

To Irwan’s E92,

100th-bmw-eka-budhi-irawan-10

Joshua’s sleek E93,

100th-bmw-eka-budhi-irawan-14

mean looking Har’s F32,

on Volk Racing TE37 Ultra!

100th-bmw-eka-budhi-irawan-16

and Danny’s infamous E63.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-17

Sedangkan untuk line up roadster diisi oleh Rifie dan Levy (aka Bocul) dengan Z3.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-8

Expensive wheels game? Checked!

Masih ngantuk sob?

Setelah gue sudah merasa lega dan aman untuk melanjutkan perjalanan, gang ini ternyata juga sudah ready untuk beranjak ke Cibubur.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-6

So we made a quick brief to decide the best route to the venue.

And off we go! Sayangnya baik gue maupun Eka nggak sempat mengabadikan perjalanan kita menuju venue.

Earlier today. // #BMWstories #bavariansociety #goodrides

A video posted by deanzen (@deanzen) on

Tapi gue sempat sedikit mengabadikannya melalui snapchat yang gue upload ke Instagram. Yes! Please don’t snap and drive! LOL!

Sesampainya di venue, kita sempat clueless untuk mencari spot parkir yang enak untuk rombongan ini. Namun karena secara tidak sengaja kita melewati seluruh parkir yang tersedia, jadinya kita putuskan untuk memarkirkan mobil-mobil ini di jalan setapak yang hanya muat satu mobil ini.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-34

Surprisingly, walaupun di sana banyak sekali pohon rimbun ternyata nggak mampu membuat suasana menjadi dingin. Sesaat setelah sampai di sana, gue langsung keringetan nggak karuan. Apa mungkin karena memang postur gue yang “agak berlebih” aja ya? hmm..

100th-bmw-eka-budhi-irawan-36

Nampaknya kita memang sudah agak telat tiba di venue pada hari itu. Jadi gue dan Eka memutuskan untuk langsung mengeksplorasi venue yang bisa dibilang cukup luas.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-68

100th-bmw-eka-budhi-irawan-65

Walaupun pada kenyataannya kita lebih sering untuk mencari tempat yang teduh demi menghindari panasnya matahari.

Contohnya pada saat hendak memotret momen ini, kita lebih memilih untuk rapat ke bayangan dari reklame supaya nggak kepanasan. Tapi berhubung Eka kecewa dengan hasil fotonya maka kita semua diminta untuk maju ke tempat yang terang. LOL!

Pada siang hari yang terik itu, gue melihat ada activation di atas stage. Setelah gue perhatikan, ternyata tokoh yang sedang berbicara adalah sosok yang sangat gue hormati di kalangan BMW enthusiast.

Dia adalah Mr. Gerry Nasution, former president of BMWCCI yang sedang menceritakan sejarah BMW dari generasi ke generasi hingga sejarah masuknya BMW ke Indonesia.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-45

Sedangkan di seberang stage diisi oleh beberapa varian BMW di Indonesia yang tergolong langka. Dari kejauhan, yang sangat menarik di mata gue adalah mobil BMW 327 cabriolet ini.

IMG_9481

Seraya tak percaya kalau ada di depan mata, sembari melihat-lihat kondisi mobil yang dibangun dari post war era ini ternyata gue baru menyadari kalau mobil ini merupakan milik Mr. Hauwke, seorang car enthusiast asal Indonesia yang memiliki beragam mobil klasik dengan jumlah lebih dari 400 unit. So, no wonder!

IMG_9485

Gue mulai menyadarinya ketika melihat Laurent, anak dari Mr. Hauwke yang sedang sibuk diwawancara oleh sebuah media mengenai mobil antiknya ini.

IMG_9494

Disamping itu juga ada sepasang classic coupe seperti BMW 2002 kuning ini.

Dan juga BMW 2000CS LHD yang berada dalam pristine condition.

So good!

Selain itu juga turut hadir Mr. Gerry Nasution’s E31 yang kerap digunakan oleh dirinya untuk datang ke occasional event seperti ini.

IMG_9499

FYI, Mr. Gerry juga merupakan BMW collector. Jadi, BMW 8 series ini bukanlah satu-satunya mobil yang dia sayangi karena masih ada banyak varian lain di rumahnya.

Bunch of Alpinas? Checked!

M3? Checked!

IMG_9500

100th-bmw-eka-budhi-irawan-59

Kurang lebih seperti ini susunan dari mobil-mobil untuk membentuk angka 100 seperti yang sudah gue mention sebelumnya.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-40

100th-bmw-eka-budhi-irawan-41

100th-bmw-eka-budhi-irawan-37

Sedangkan pada parkiran umum yang belum gue jamah bersama Eka juga masih banyak BMW menarik untuk dilihat.

100th-bmw-eka-budhi-irawan-72

Salah satunya adalah E34 ini.

Berhubung gue tertarik dengan latar belakang cerita dari mobil ini, gue memutuskan untuk meminta izin sang owner untuk meliput mobil kesayangannya ini. Then we made an appointment.

Tunggu tanggal mainnya. 🙂

Ada yang aneh dengan mobil ini? Yes, gue kayaknya kenal dengan bentuk front bumper yang digunakan. LOL!

Honestly, I’m in love with most of BMW wagon or known as touring models including this E39.

Berhubung gue dan Eka sudah merasa nggak kuat lagi dengan panasnya matahari pada siang itu, kita berdua memutuskan kembali ke mobil untuk mengambil minuman dan mengganti t-shirt yang sudah nggak karuan basahnya.

Meanwhile, para BMW enthusiast-pun masih berdatangan untuk memenuhi venue.

Tapi berhubung mobil gue dan Eka menutupi akses rombongan Bavarian Society yang hendak meninggalkan area untuk mencari tempat hangout yang dingin, jadinya gue memutuskan untuk ikut meninggalkan area bersama mereka.

Akhirnya gue dan Gilang menuju ke Pondok Indah karena menurut info sedang ada meet up kecil-kecilan di sana.

Ternyata gue malah ketemu Dewa yang juga sedang clueless dengan acara di sana. LOL.

Atleast I found some BMW as well.

F82 rockin’ on Rotiform TMB. I love this color combo!

Well, I guess I really had so much fun on that weekend! 

Happy Birthday BMW!

 

 

BONUS IMAGES

IMG_9484

IMG_9487

IMG_9488

IMG_9493

IMG_9491

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...