Close X Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 15

New Season New Weapon // PAG Motorsport Racing Team

Mungkin kalian kalian akan bertanya-tanya saat melihat apa yang kita unggah pada akun sosial media milik Goodrides beberapa minggu yang lalu. Mengapa kita hadir di sentul untuk meliput BMW E90 milik Privat Auto Garage ini? Ok let me explain to you guys about that.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 14

First of all, kami selalu ingin menampilkan serunya berkompetisi dalam dunia motorsport, salah satunya adalah ajang balap yang digelar di (sadlyour one and only) sirkuit Sentul. Namun nampaknya di tahun ini anggota Goodrides sendiri sama sekali tidak ada yang mempunyai kesempatan untuk berkompetisi di dunia motorsport. Mulai dari Yahya yang kini sama sekali tidak mempunyai mobil balap seperti dahulu, sepertinya kini dia lebih ingin mendalami dunia time-attack dengan Toyota Starlet yang tengah ia garap. Lalu Dito, dia dan adiknya sedang vacuum juga dari Speed Offroad karena sang adik sedang melanjutkan kuliah di Inggris dan mobil balap yang digunakan sudah disewa oleh seseorang untuk berkompetisi di setiap seri tahun ini. Dan terakhir gue, gue masih belum ingin untuk kembali ke dunia motorsport karena memang membutuhkan persiapan yang sangat matang. Sedangkan kondisi mobil balap gue masih terbengkalai begitu saja sejak terakhir kali gue pakai 3 tahun yang lalu.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 22

Nah, talking about my race car. Selain E36 bermesin 2JZ yang gue pakai tiga tahun lalu itu, gue juga punya satu unit E36 lainnya yang menggunakan special engine from Privat Auto Garage (PAG). Setidaknya selama lima tahun berturut-turut gue siksa mesin hasil karya mereka tersebut untuk drifting. Namun selama itu pula gue nggak pernah mengalami masalah yang fatal pada mesin tersebut. Di sini gue mengakui bahwa PAG mempunyai kapabilitas sangat baik untuk membangun mesin balap yang top notch. Hal ini turut menjadi salah satu pertimbangan mengapa kita ingin meliput tim ini di tahun 2017.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 23

Lalu sekarang mari berbicara mengenai tim balap ini, gue mendengar info dari Posma as the owner and also a racer of PAG Motorsport Racing Team kalau tahun ini ia mau melakukan major change pada mobil balap andalannya. Menurut Posma, tahun 2014 hingga 2016 sudah cukup baginya untuk struggling dengan mesin empat silinder mulai dari N54 sampai M44 yang tentunya juga sudah melalui proses tuning sedemikian rupa agar mampu bersaing dengan kompetitor lainnya.

 

The Preparations

So…yeah, new season, new engine!

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 10

 

Posma memutuskan untuk menggunakan mesin S54B32 yang ia pesan secara complete engine assy dari VAC Motorsports. Mesin dengan output power sebesar 450 horsepower ini disambungkan dengan transmisi dog box keluaran Samsonas agar perpindahan gigi saat race lancar tanpa ada urusan ‘missed gear’.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 2

Untuk PAG sendiri urusan gonta-ganti mesin BMW seperti ini sudah menjadi ‘makanan sehari-hari’. So it’s gonna be easy for them.

Namun, tantangan yang harus mereka hadapi kali ini adalah waktu, karena paket mesin tersebut tiba di workshop PAG tepat seminggu sebelum raceday!  

Berhubung Posma bertekat untuk mendapatkan gelar juara umum tahun ini, maka ia harus turun ke-enam seri yang akan diselenggarakan. Singkat kata, mobil ini harus bisa perform dalam waktu kurang dari satu minggu ini.

Mungkin kalian bisa bilang “apa susahnya sih cuma ganti mesin, kan itu cuma urusan sebentar”.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 15

Memang betul engine swap merupakan urusan yang tidak memakan waktu banyak, namun dengan mengganti mesin dari empat silinder menjadi enam silinder seperti ini akan menimbulkan efek domino.

Hal pertama yang paling basic setelah mesin duduk manis di tempatnya adalah melakukan re-wiring serta retuning. Berhubung ada urusan re-wiring, Posma sekaligus mengganti Haltech PS1000 dengan Motec M84 sebagai stand alone computer yang lebih advanced untuk mesin 6 silinder.

Pada saat itu Posma hanya bisa berharap seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik, karena keadaan kali ini hampir serupa dengan membangun ulang nyawa mobil dari nol. Jadi bila ada yang missed, pasti mobil ini sudah dipastikan nggak akan bisa tampil dalam balap putaran pertama di Sentul.

Setelah mesin hidup normal dan telah menjalani fine tuning di atas mesin dyno, kini mari berbicara mengenai urusan suspensi.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 42

Anyways, talkin bout fitment. BBS Motorsport yang terpasang pada E90 ini memiliki spesifikasi 17×9 dengan offset -1. Bisa kebayang kan kalau dipasangkan pada E90 dengan bodi standar kira-kira ban tersebut akan berada di mana posisinya 😀

Selain bertambahnya jumlah silinder, bobot mesin juga ikut bertambah. Dengan pertambahan bobot itu otomatis suspension setup yang lama sudah tidak bisa lagi memberikan handling terbaiknya. Berhubung waktu sangat sedikit, Posma baru bisa mulai melakukan R&D terhadap suspensinya sehari sebelum official practice.

Dengan waktu yang sangat minim tersebut, tim PAG berusaha untuk bisa melakukan riset yang cocok dengan driving style Posma. Di lain sisi, Posma juga harus beradaptasi dengan mesin yang jauh lebih bertenaga dari sebelumnya.

Namun hal tersebut akhirnya terjawab sangat baik dengan hasil kualifikasi yang diraih oleh Posma. BMW E90 ini berhasil berada di posisi teratas dalam kelas Super Touring Championship (STC) kelas 3000 dan posisi ketiga dalam kelas Euro 3000.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 60

Sampai titik ini, Posma dan seluruh tim akhirnya bisa lega terhadap kinerja mobil dengan persiapan singkat selama satu minggu tersebut.

 

RACE DAY

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 71

Posma mendaftarkan diri dalam dua kelas untuk season balap kali ini yaitu kelas STC3000 dan EURO 3000.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 73

Schedule yang paling dahulu diikuti oleh Posma adalah kelas STC 3000. Dengan posisi start nomor 1, Posma merasa sangat confident untuk bisa memenangkan kelas ini.

Hal tersebut memang dibuktikan oleh Posma dengan memberikan jarak yang sangat jauh antara dirinya dengan posisi ke dua pada saat balapan berlangsung.

Namun sayangnya, setelah berhasil memimpin balap sebanyak 9 lap, E90 ini mengalami kerusakan pada bagian shaft. Dengan begitu, Posma dinyatakan keluar dari balap yang tinggal tersisa 3 lap tersebut.

Setelah mobil ditarik kembali ke dalam pit garage, secara sigap tim PAG langsung memperbaiki kerusakan pada shaft E90 ini.

Namun berhubung Posma tidak membawa spare shaft, maka para mekanik langsung mengelas shaft yang sudah putus itu agar tersambung sebagaimana mestinya.

Dengan kejadian ini, Posma menyadari bahwa shaft bawaan BMW 335i yang digunakan untuk E90 ini ternyata tidak mampu mengakomodir tenaga besar dari mesin barunya.

Sembari shaft yang sudah diperbaiki sedang dipasang kembali, Posma juga meminta para mekanik untuk mengganti ban mobil dengan wet tire serta mengatur ulang tekanan angin karena cuaca cerah di Sentul berubah drastis menjadi hujan yang cukup lebat.

Lucunya, untuk event kali ini wet tire tersebut tidak terpasangkan ke BBS Motorsport layaknya saat ia bertanding saat kering, melainkan dipasangkan ke velg milik Porsche 993. 😀

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 59

And there goes another drama.

Saat mobil balap kelas EURO 3000 akan dimulai dan para mobil sudah diminta untuk line up, mobil ini mendadak tidak bisa dihidupkan.

Gue nggak kebayang kalau jadi Posma saat itu yang sedang dalam keadaan panik sekaligus dipaksa untuk tetap tenang karena ia harus mencari tau permasalahan yang dihadapi oleh mesin baru ini sebelum balap dimulai.

Untungnya tim PAG segera menemukan titik masalah dimana kabel crank sensor yang (somehow) tidak terpasang dengan baik.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 74

Setelah drama tersebut usai, Posma langsung mengarahkan diri ke starting grid.

Belajar daru insiden yang sudah terjadi pada race sebelumnya, kali ini Posma sudah berniat untuk bermain aman.

 

Waiting game.

Posma sama sekali nggak mau memaksa mobil ini untuk mengejar dua mobil di depannya karena ia tau bahwa repaired shaft milik E90 ini pasti akan putus lagi kalau ia paksa untuk fight dalam race ini.

Setelah lampu start padam, seluruh peserta langsung memacu mobil balap mereka untuk berusaha memperbaiki posisi sebelum tikungan pertama.

It’s a very wet race! 

Dengan sangat berhati-hati Posma berusaha untuk mempertahankan kondisi shaft agar tidak putus kembali. Di lain sisi, ia juga harus mempertahankan posisi start yang berada di urutan ketiga.

Sesuai target, akhirnya Posma berhasil menjaga posisinya dari start hingga finish di belakang BMW M3 dan Porsche GT3 RS.

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 80

Sehingga kita bisa melihat Posma tersenyum puas di podium untuk mengangkat trophy yang ia terima.

So that’s all about the story behind Privat Auto Garage on their first race in 2017 season, see you next week on the next race!

Posma-pag-sentul-march-raceday-ezrasteffanusrama-goodrides 70

Tentunya dengan pengalaman yang sudah ada, mobil ini akan berlaga dengan prima minggu depan.

Wish us luck!

 

BONUS IMAGES

 

  

   

  

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...