Close X feature image 2

Recreating Memories // Toyota Corolla AE101

Perjalanan panjang yang dilalui oleh Gregorius Ian Krisma Nurcahyo bersama Toyota Corolla AE101 berwarna hitam pemberian sang ayah yang sempat menemaninya beraktivitas sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, rupanya tertanam cukup dalam di dalam benaknya. Karena itu, saat sang ayah memutuskan untuk menjual Toyota Corolla AE101 miliknya, Ian pun berencana untuk kembali mencari mobil dengan jenis yang sama sebagai mobil pengganti.

“Saat itu serba salah juga sih mas, meskipun Corolla AE101 saya itu banyak nilai historisnya, tapi kondisi mobil itu sendiri bisa dibilang sudah banyak banget PR-nya. Kalau mau diperbaiki hingga sempurna, sepertinya sudah susah. Karena itu, saya pun pada dasarnya rela saat ayah saya memutuskan untuk menjual mobil tersebut. Tapi, karena saya sudah kadung jatuh cinta sama sosok Corolla AE101, jadi saya berniat untuk kembali mencari Corolla AE101 dengan kondisi yang baik untuk dijadikan sebagai mobil pengganti,” beber pria yang akrab disapa Ian ini, saat ditanya tentang alasan dibalik pemilihan Corolla AE101 sebagai kendaraan andalannya.

Uniknya, meskipun belum menemukan unit Corolla AE101 idamannya, namun tekad besar Ian untuk kembali meminang Corolla AE101 membuatnya memutuskan untuk lebih dulu mengumpulkan berbagai OEM parts berstatus rare yang nantinya akan diaplikasikan ke mobil barunya tersebut.

“Dapetnya dari berbagai macam sumber mas. Ada yang dari beberapa kerabat di Jakarta, lalu ada juga yang saya peroleh nggak sengaja saat saya sedang jalan-jalan di Thailand. Susahnya, kadang ada uang nggak ada barang. Sekalinya ada barang, uang lagi nggak ada,” ungkapnya seraya tertawa.

Setelah berhasil mengumpulkan parts, Ian pun mulai hunting unit Corolla AE101. “Awalnya saya cari-cari di iklan surat kabar. Sempat sih ketemu saya yang jual Corolla AE101 berwarna silver metallic yang baru jalan 3600 km. Saya sudah semangat banget lihat mobilnya. Kondisinya sih sempurna, tapi sayangnya harga nggak sesuai harapan. Wajar sih, collector item. Saya pun terus hunting hingga beberapa bulan, tapi nggak kunjung ketemu sama yang sreg. Hingga suatu hari, tiba-tiba ada seorang kerabat yang berdomisili di Jakarta, tanya ke saya, apakah saya masih mencari Corolla AE101. Saya jawab masih dan kerabat saya itu kasih kontak sang pemilik mobil. Kerabat saya itu bilang kalau Corolla AE101 yang mau dijual ini kondisinya istimewa. Saya pun langsung menghubungi contact person tersebut. Lucunya, sang pemilik justru kaget saat saya tanyakan mengenai Corolla AE101 yang mau dijual, karena beliau juga sebenarnya masih ragu apakah mau jual atau nggak. Takut beliau berubah pikiran, saya pun segera berangkat ke Jakarta untuk ketemu langsung dengan sang pemilik yang belakangan diketahui bernama Rio,” kenang Ian.

 

“Saya pun langsung jatuh hati dengan Corolla AE101 berwarna opal silver ini. Mobil produksi tahun 1995 inipun baru mencatat 101,000 km di odometer. Saya pun melakukan test drive dan semakin jatuh hati. Setelah melakukan negosiasi alot, akhirnya kami sepakat dan mobil langsung saya tebus, meskipun mas Rio tidak ikut memberikan sejumlah aftermarket parts yang saat itu sudah terpasang seperti velg RS Watanabe dan jok Recaro SR3,” sambungnya.

Setelah mobil sudah berpindah kepemilikan kepada Ian, pria yang memberi nama “Geekuro” kepada Corolla AE101 miliknya ini kemudian segera melakukan personalisasi layaknya seorang car enthusiast sejati. “Karena sebelumnya saya sudah beli berbagai OEM parts, maka hal pertama yang saya lakukan adalah mengaplikasikan berbagai parts tersebut. Mulai dari front bumper, side skirt, rear skirt, headlamp, grille, side marker, foglamp dan side mirror yang diambil dari berbagai tipe Corolla AE101 seperti “Yakuza” maupun BZ-Touring. Begitu juga dengan bagian interior yang saya lengkapi dengan berbagai OEM parts seperti clean box, steering wheel, floor mat hingga cupholder dan arm rest. Sedangkan untuk jok bawaan mobil saya gantikan dengan jok Recaro SR series dengan bahan Artista yang dapat dioperasikan secara electric,” ungkapnya bangga.

Usai mengaplikasikan OEM parts dari sejumlah tipe Corolla AE101 yang beredar di berbagai Negara, Ian pun mulai mengalihkan perhatiannya kepada sektor yang kerap dianggap memiliki peran besar dalam menentukan karakter sebuah mobil, yaitu sektor roda dan suspensi.

“Untuk velg sendiri, saya memilih Work Meister CR-01 yang saya beli dalam kondisi brand new dengan spesifikasi sesuai pesanan saya, yaitu 15×9 inch ET +22 untuk roda depan dan 15×9.5 inch ET +13 untuk roda belakang. Sedangkan untuk ban, pilihan saya jatuhkan ke Toyo T1R dengan profil 195/45 di keempat roda. Spesifikasi velg tersebut saya pesan setelah saya melakukan fitting untuk bisa mendapatkan ukuran barrel maksimal yang memiliki clearance cukup dengan batang shock absorber dan ukuran outer lips yang bisa sejajar dengan bibir fender setelah mengaplikasi sudut camber yang saya inginkan. Setelah itu, saya mengaplikasikan shock absorber dan per yang mengalami proses customization sedemikian rupa agar dapat menghasilkan fitment seperti sekarang ini. Entah kenapa, tampilan tight fitment seperti inilah yang sejak dulu sudah saya idam-idamkan, ditambah dengan ground clearance yang minim dengan setup suspensi rata depan-belakang. Makanya, saat ini saya puas sekali dengan tampilan mobil saya. Jadi pengen liatin terus kalau lagi parkir,” ungkapnya seraya tersenyum.

Saat ditanya mengenai pengalaman menarik selama berkendara bersama Corolla AE101 miliknya, Ian pun dengan semangat menceritakan perjalanan yang dilaluinya menuju Jakarta untuk menghadiri salah satu meet up yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

“Awalnya saya justru jadi salah satu orang yang tidak bisa ikut ke event di Jakarta, karena masih harus menyelesaikan penelitian untuk skripsi saya. Selain itu, pembayaran untuk slot di event itu juga sudah lewat. Hingga suatu hari, saya diberi kabar bahwa ada satu orang yang membatalkan kedatangannya, sehingga ada satu slot tersedia. Tanpa pikir panjang, saya pun berubah pikiran dan memutuskan untuk ikut berangkat ke Jakarta. H-2 dari event, saya pun berangkat bersama dua teman saya. Perjalanan saya lalui hingga punggung terasa mau copot dan panas karena AC tiba-tiba rusak di jalan. Perjalanan Jogjakarta-Bandung saya lalui selama 26 jam. Sesampainya di tol Cileunyi, saya pun kontak-kontakan dengan teman-teman saya yang sudah berangkat lebih dulu. Setelah janjian, akhirnya saya ketemu dengan rombongan lain seperti Joe ‘Speedtuner’, Hendi ‘Minty Rolla’, Ndaru dan Tian ‘Rusty Peugeot’. Saat sudah masuk kawasan tol dalam kota Jakarta, saya pun ketemu dengan rombongan Goodrides yang juga sedang menuju ke event yang sama. Senang banget rasanya bisa ketemu banyak car enthusiast di Jakarta, dari yang tadinya hanya tau lewat social media, jadi bisa kenal langsung dan ngobrol-ngobrol,” kenangnya. Pertemuan ini juga yang membuat tim Goodrides bisa melakukan coverage terhadap Corolla AE101 milik Ian. We’re so lucky to met you, brother!

Saat diajukan pertanyaan terakhir mengenai rencana selanjutnya, Ian hanya menjawab singkat: “Niatnya sih mobil ini mau saya simpan terus hingga bisa saya pertemukan dengan generasi penerus saya. Untuk upgrade selanjutnya, saya berencana untuk melakukan engine swap dengan mesin yang sudah dilengkapi dengan turbocharger. Selain itu, saya juga sedang hunting perangkat coilover agar bisa tetap memiliki ground clearance minim tapi lebih nyaman dikendarai,” bebernya.

We’ll be waiting for your next upgrades, bro!

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...