Close X 30113610846_5f9e54911f_o

Setting Up Our Mindset // Hang Out At ISC Coilovers HQ

Merek ISC Coilovers sudah bisa dibilang well known di kalangan car enthusiast di Indonesia. Pasalnya dalam dua tahun belakangan ini mereka bisa dibilang telah berhasil untuk memposisikan produk tersebut sebagai komoditas yang pasti dibeli oleh para car enthusiast dengan budget yang masuk akal.

Dengan range harga antara 11 hingga 15 juta Rupiah tergantung dari model yang ada, menurut gue ISC Coilovers merupakan pilihan yang sangat menarik untuk dipertimbangkan dalam urusan upgrade suspensi. Oleh karena itu, pantas saja penjualan ISC Coilovers di Indonesia langsung memuncak terus dalam waktu dua tahun belakangan ini.

Pilihan mobil yang ditawarkan sangat banyak mulai dari keluaran Jepang seperti Honda, Mazda, Mitsubishi, Toyota, Nissan hingga Eropa seperti BMW, Mercedes, Volkswagen dan lain-lain.

“Honda dan BMW itu paling banyak yang pesen di sini. Demand-nya tinggi banget Yan!” ungkap Lucky Reza, our good friends as the distributor of ISC Coilovers in Indonesia.

Hal tersebut juga sukses mendorong gue untuk menjajal suspensi ini pada E36 cabrio yang gue pakai setiap hari. Gue sangat penasaran atas kinerja yang diberikan oleh coilover tersebut dan ingin gue bandingkan dengan beberapa coilover lain yang pernah gue gunakan pada E36 gue lainnya.

Jadilah dua tahun lalu gue memutuskan untuk mengganti suspensi bawaan mobil dengan coilover ini. Ada empat tipe yang dapat dipilih pada saat itu yaitu Basic, Street, Race Basic dan Full Race. Keempat tipe tersebut dibedakan menurut damping ratio yang dimiliki dimana versi Race lebih keras dibandingkan dengan versi Street. Selain itu, versi Street dan Full Race juga dilengkapi dengan adjustable camber top mount sedangkan sisanya hanya menggunakan pillow ball biasa yang tidak bisa di-adjust.

Gue menjatuhkan pilihan untuk mengambil Full Race pada saat itu dengan pertimbangan karena BMW E36 cabriolet yang memiliki bobot lebih berat hampir 200 kg ketimbang E36 varian lainnya. So I guess harder is better, right?

Setelah melakukan pemasangan gue masih ingat ucapan yang pertama kali gue sebut pada saat itu. “Hey, I think this is too good for that cheap price!

Kalau boleh jujur, pada awalnya gue berekspektasi rendah terhadap driving experience yang akan diberikan oleh ISC coilover ini. Namun pada kenyataannya nggak, nggak sama sekali!

I’m actually quite satisfied with it.

Tapi sayangnya ternyata ada juga orang yang kecewa dengan kinerja suspensi ini. Setelah ditelusuri, ternyata hal tersebut malah diakibatkan oleh  kesalahan orang tersebut dalam proses pemasangan dan juga mindset yang keliru. Oleh karena itu Lucky mengajak gue untuk main ke markas mereka yang berada di Jalan Sisingamangaraja No: 43, Jakarta Selatan ini untuk melakukan diskusi terhadap kasus tersebut.

To be honest, it’s more like a house instead of a garageWorkshop yang jadi satu dengan studio foto ini memang bernuansa rumah yang cozy.

Here’s Reyner, Lucky’s assistant who maintain daily order and everything related to ISC coilovers.

Including Social media,

and their website.

Now let’s talking ’bout the common problems on their customers.

Yang paling pertama adalah kesalahan pada saat proses assembly. Oleh karena itu atas arahan Lucky, Reyner mencoba untuk menjelaskan kembali ke gue mengenai langkah-langkah yang benar dalam merangkai coilover ini.

Kebetulan pada hari itu sedang ada customer mereka yang melakukan pembelian tipe Sport untuk Jazz GE8 miliknya.

Jadi, dengan seksama gue perhatikan langkah demi langkah proses pemasangan hari mulai dari unboxing hingga keadaan terpasang.

Kalian akan mendapatkan buku manual yang berisi tata cara instalasi,

kartu garansi,

dan yang terpenting adalah satu set coilover itu sendiri yang masih dalam keadaan terpisah seperti ini.

Biasanya untuk bagian depan sudah terpasang seperti pada gambar, namun untuk batang shock absorber bagian belakang masih harus dirakit terlebih dahulu.

Nah, setelah terakit seperti ini, langkah berikutnya adalah melakukan preload adjustment terhadap panjang dari coilover ini. Apakah kegunaan dari preload adjustment itu sendiri?

Tujuan utama preload adjustment adalah untuk menghindari perilaku menyimpang dari coilover yang tidak duduk sebagaimana mestinya. Logikanya, semakin mendapatkan tertekan batang shock, maka jarak main (travel) akan semakin berkurang juga. Dengan semakin berkurangnya travel , maka bantingan yang dirasakan pada saat mengemudi akan semakin keras juga.

Di sinilah kadang para customer yang insist untuk memasang sendiri tanpa memperhatikan preload ini cenderung memutar batang shock hingga habis (ke posisi paling pendek) lalu setelah dicoba pasti akan merasa kecewa dengan bantingan layaknya naik gerobak. LMAO!

Concern utama dari para customer adalah ride heights. “Kebanyakan dari mereka mau ride-height sependek-pendeknya namun masih pengen bisa empuk. That’s impossible!” jelas Lucky.

Seperti penjelasan di atas, semakin pendek ride-height yang diinginkan maka keadaan shock makin tertekan.

Oleh karena itu Lucky juga memberikan keleluasaan untuk memilih spring rates apabila customer menginginkan preference nya sendiri diluar preset yang sudah disediakan oleh Lucky.

They surely had a lot of stocks here.

Berbicara mengenai comfortride, belakangan ini gue baru tahu kalau ISC mempunyai line up baru dengan sebutan street comfort.

Tipe ini diklaim oleh Lucky dapat memberikan driving experience yang lebih nyaman ketimbang varian yang sudah keluar terlebih dahulu dimana lebih mengacu kepada balap.

Berbicara mengenai balap, dalam garasi ini juga ada A31 drift spec milik Lucky.

Yang secara sukses telah mengantarkan Lucky mengukir prestasinya dalam dunia motorsport khususnya drifting.

Di garasi ini pula Lucky sering menghabiskan waktunya untuk melakukan sejumlah upgrade maupun perbaikan terhadap mobil drift-nya.

Oleh karena itu, nggak usah dipertanyakan mengapa sebagai boss dirinya juga kadang masih suka turun langsung untuk melakukan pemasangan coilover terhadap mobil customernya.

Karena pada dasarnya dia memang mengerjakan apapun dengan tangannya sendiri, mungkin terbiasa dengan kegiatan yang sering ia lakukan ketika masih kuliah di Australia.

Everything’s DIY right?

Selain itu, Lucky juga merupakan sosok orang yang gemar berdiskusi. Jadi, bagi kalian yang masih penasaran dan ingin bertanya-tanya langsung seputar coilover ini, gue sarankan untuk berdiskusi langsung dengan Lucky.

Anyways, kali ini gue kembali penasaran dengan their latest model; the street comfort.

Kayaknya gue akan menjajal produk tersebut pada E36 compact milik adik gue dalam waktu dekat ini.

 

BONUS IMAGES

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...