Close X The Sura and Buaya's New Experienced Feature Images

The Sura and Buaya’s New Experience // Mogu-mogu Achilles Motorsport Festival 2015, Surabaya

Setelah sukses menggelar putaran pertama di kota Jogjakarta, kini Mogu-mogu Achilles Motorsport 2015 kembali menggelar putaran kedua di “Kota Pahlawan”, Surabaya. Well, hanya sehari saja setelah tim Goodrides kembali ke Jakarta dari Jogjakarta untuk melakukan event coverage, tapi gue dan Eka harus segera melanjutkan perjalanan ke kota Surabaya untuk meliput Drift competition event.

Kalau diingat-ingat, terakhir kali gue menginjakkan kaki ke kota Surabaya ini adalah pada tahun 1995. Jadi, kesempatan trip kali ini lumayan membuat gue merasa cukup terpana dengan perkembangan kota Surabaya yang benar-benar sudah jauh lebih settle secara lifestyle ketimbang di era-90an. Maju pesat banget!

Mungkin atas dasar perkembangan tersebut, makanya pihak penyelenggara berniat untuk mengarahkan para car enthusiast di Surabaya yang sudah lebih dulu mengenal motorsport seperti drag race dan slalom dengan cabang yang belum terlalu lumrah di sana yaitu, drifting.

So, back to AMF 2015 round 2 preparation. Gue sama Eka tiba di sana pada hari Rabu, which is tiga hari sebelum acara benar-benar digelar. Bertepatan dengan hari kedantangan kita ini, panitia pun menggelar press conference yang berlokasi di seberang venue.

Pada kesempatan kali ini, Lucky Reza menjadi perwakilan drifter untuk berbicara di depan bersama Pak Zein Saleh sebagai perwakilan Achilles Radial serta Silvia Muryadi selaku perwakilan dari Mogu-Mogu.

Wartawan dari berbagai media turut hadir dan terlihat sangat antusias untuk menanyakan beberapa hal terkait persiapan hingga detail acara yang mana pada hari itu masih dirahasiakan.

Setelah sesi press conference dan menyelesaikan makan siang, Lucky pun mengajak gue berjalan ke arah venue untuk berdiskusi mengenai kemungkinan track layout yang bisa dibuat.

Keesokan harinya, para drifter dan kedua juri lainnya dari Malaysia sudah berada di kota Surabaya. Sup Wanbro!

Walaupun belum seluruhnya hadir, tapi para drifter ini sudah datang dan sangat menanti kesempatan untuk berlatih di venue.

Karena lintasan sepenuhnya beralaskan conblock yang tidak terlalu rata, jadi situasi ini nampaknya masih menuai pertanyaan di benak para drifter. “Seperti apa rasanya drifting di tempat seperti ini?” Kurang lebih begitu pertanyaan yang kerap gue dengar dari para drifter.

Namun tidak bagi Adi Indiarto. Teman baik gue yang satu ini nampak tenang-tenang saja menghadapi kompetisi yang akan berlangsung. Walaupun ini merupakan kali pertama bagi Adi untuk ikut serta dalam cabang drifting, namun kiprahnya di cabang motorsport lain tidak bisa dianggap sebelah mata. Maka dari itu, gue sangat penasaran, seperti apa dirinya saat berkompetisi di cabang drifting.

Sedangkan Amandio malah memutuskan untuk melakukan survey menggunakan sepeda lipat.

But Amandio is being Amandio, sepertinya dia tidak bisa melakukan hal yang normal-normal saja. So he did some trick with his bicycle.

Tidak cuma sekali, dia melakukan stoppie ini berkali-kali.

Caesar Adhinanda dengan JZX90 yang merupakan salah satu anggota keluarga DRIFT Inc juga menjadikan event ini sebagai obat kangen bagi dirinya terhadap drifting. Caesar yang sedang menjalani semester akhir di Inggris ini mengaku sudah menunggu lama kesempatan untuk kembali melakukan aksi drift di tanah air.

Next up, ini dia drifter favorit gue. Ikhsan Utama!

Drifter yang melakukan car built and preparation sendiri.

I put so much respect to this man.

Selain itu juga ada Evan Pratama with his “Skyfiro” yang sudah dipersiapkan sejak pulang dari AMF seri pertama di Jogjakarta.

Setelah track layout dirasa sudah mumpuni untuk dicoba, Lucky-pun meminta Ucok untuk mencoba dengan mobil “Skyfiro” yang biasa ia gunakan.

Sementara itu, mata gue tertuju pada FD3S yang baru saja memasuki area venue.

Ternyata owner-nya adalah Mike! Salah satu drifter yang akan berkompetisi di acara ini. Mike dikenal sebagai rotary enthusiast di kota Surabaya.

Sejak lama gue suka banget dengan FD3S.

Yes I love this car very much. Sayangnya unit FD3S yang awalnya direncanakan untuk Goodrides Project setelah Mercedes-Benz W204, sudah lebih dulu dijual karena alasan tertentu.

Gue juga merasakan cuaca di Surabaya ini sedikit unik. Walaupun matahari sangat panas, angin yang berhembus sangat kencang dan terasa sangat menusuk tulang.

Even Evan pun terlihat selalu menggunakan hoodie-nya.

Oleh karena itu, kita memutuskan untuk kembali ke mall yang terletak di seberang venue untuk sekedar ngopi-ngopi demi menghindari sakit akibat cuaca. LOL!

As the sun goes down, kita mengumpulkan niat untuk kembali ke venue

…dengan menggunakan sapu terbang! LOL.

Di venue, Lucky masih disibukkan oleh berbagai hal, termasuk mengecat track layout sehingga lebih proper untuk digunakan.

Berhubung hari sudah lumayan larut, kita pun memutuskan untuk kembali ke hotel masing-masing.

Stay tuned for the next update.

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...