Close X 27847604238_7c7186805d_o

What I’ve Waited For // 021-022-021 Trip With 999 Fam

Bagi loe yang udah pernah ngerasain merantau, gue yakin pasti loe pernah ngalamin yang namanya homesick. Kangen sama rumah dan orang-orang terdekat udah pasti. Tapi disamping itu, hal yang paling ngangenin adalah ketemu temen-temen serta segala hal yang berkaitan dengan itu. Rasa homesick inilah yang gue rasain selama gue inactive selama dua tahun. Luckily, sejak gue kembali ke Jakarta awal bulan Februari lalu, segala ke-homesick-an gue udah terbayar. Ketemu keluarga, checked! Ketemu temen-temen, checked! Kebanyakan urusan permobilan, checked! Tapi, ada satu hal yang masih gue kangenin banget: road trip!

Makanya, saat Cars and Coffee untuk bulan April udah fixed akan digelar di kota Bandung pada tanggal 22 April 2018 yang lagi-lagi memilih Kiputih Satu sebagai venue, gue langsung merasa happy banget. Karena artinya gue akan melakukan road trip bersama 999 Fam untuk acara tersebut.

Hari itu hari Sabtu, 21 April 2018. Berhubung Dean memutuskan untuk bawa E36 cabrio miliknya, jadi gue memutuskan untuk bawa mobil juga biar bisa dibawa mejeng di Bandung. Pilihannya, antara bawa KZ atau Starlet. Atas pertimbangan kondisi mobil yang lebih proper untuk dibawa ke luar kota, pilihan bijak pun jatuh ke Starlet. Tapi, mengingat Dean bawa mobil cebur juga, gue kemudian berubah pikiran dan memilih untuk BAWA KZ!! Hahahahaha..

Karena rumah gue dan Ojan deket, jadi hari itu gue jemput Ojan dulu sebelum ketemu yang lain di parkiran Plaza Senayan yang dipilih jadi meeting point. Jam menunjukkan pukul 03.05 saat gue dan Ojak beranjak jalan dari rumahnya.

Karena traffic jam segitu bisa dipastikan sepi, jadi dalam kurun waktu kurang dari setengah jam, gue dan Ojan pun tiba di parkiran Plaza Senayan.

Iqbal yang hari itu mau berangkat iring-iringan sama kita pun ternyata udah sampai duluan.

Nggak lama, Dean pun datang bareng Reno. Berhubung gue nitip rokok sama Reno pas mereka masih dalam perjalanan, jadi begitu sampe, Reno langsung gue gocapin. Sekarang kita cuma tinggal tunggu satu mobil lagi yang isinya ada Moty, Dito, Marcell, Rama sama Limbad.

Begitu mereka sampe dan Dito ngambil beberapa footage buat vlog, kita pun langsung lanjut jalan menuju Bandung.

And the trip begins! Konfigurasi pembagian orang tiap mobil yang disepakati adalah, Dean dan Reno naik E36 cabrio, gue dan Marcell naik KZ, sementara Dito, Moty, Rama, Ojan dan Limbad naik S202 milik Yahya. Ojan tukeran naik S202 biar bisa capture momen selama perjalanan.

Pagi itu, Moty memutuskan berada dibalik kemudi S202.

Demi kelancaran bersama, kita juga memutuskan untuk nyewa voorijder. Nggak deng, itu kebetulan ketemu di tol aja. Hahahaha..

Mendekati KM 10 tol Cikampek, traffic mulai padat.

Berhubung jam berangkat kita cukup pagi, jadi di rest area KM39 kita memutuskan berhenti dulu untuk beli kopi dan sebat.

Sebenernya, ada moment kocak waktu kita order di Starbucks, tepatnya bagi gue, Dean dan Dito. Jadi, waktu kita bertiga order, kita agak bingung tuh, kok kita nggak ditanya nama kayak biasanya. And surprise surprise, waktu minuman kita bertiga dikasih sama si Barista, nama kita bertiga tetap tercantum di tiap gelas, dan namanya nggak ada yang salah!! Bahkan untuk kasus gue, nama gue literally ditulis “Adhi KZ”. Unfortunately, tulisan di gelas minuman kita bertiga itu lupa di-capture sama Ojan. Satu-satunya bukti otentik cuma dari Insta Story gue, yang mana nanti akan gue download buat dimasukin ke vlog. Jadi, untuk Barista yang bekerja di Starbucks rest area KM39 yang kenal kita, gue atas nama tim mau mengucapkan terima kasih untuk apresiasinya. It’s an honor for us!

Setelah mata lumayan keganjel sama kopi, perjalanan pun kita lanjutkan.

Cuaca pagi itu juga sangat berkabut, seperti yang terlihat pada frame yang diabadikan Ojan di atas.

Memasuki tol Cipularang, gue pun minta anak-anak untuk berhenti nungguin gue sebentar karena ada kendala sedikit sama KZ.

Begitu gue sampe, anak-anak pun langsung nyamperin gue.

Gue sendiri langsung buka kap mesin (yang berisi mesin berukuran kecil banget itu) untuk ngecek penyebab masalah yang dialami KZ.

Jadi, problem yang gue alami adalah, karena ground clearance KZ sedikit lebih rendah dibanding mobil standar, jadi gue setidaknya 2x mengalami momen dimana cross member KZ beradu sama aspal yang konturnya lebih tinggi di sisi tengah akibat sering dilalui oleh kendaraan berat seperti truck beroda banyak dengan muatan maksimal. Hal ini gue alami terutama saat gue pindah ke lajur tengah (atau paling kiri), yang dimana lajur tersebut memang banyak dilalui truck. Sebenarnya, gue sadar akan resiko ini, tapi ada kalanya gue ketemu pengemudi di lajur kanan yang berkendara dengan kecepatan rendah, tapi tetap nggak mau minggir meskipun sudah gue klakson atau sorot lampu high beam. Walhasil, gue harus pindah ke lajur tengah untuk mendahului. Nah, beberapa kilometer sebelum masuk tol Cipularang, KZ pun kembali mengalami guncangan keras akibat cross member yang beradu sama aspal. Tapi kali ini, kayaknya guncangannya sangat keras, sampai sampai, setelah guncangan itu, AC KZ tiba-tiba berubah nggak dingin.

Setelah dilihat, ternyata belt yang memutar kompresor AC lepas dari pulley. Gue sampe sekarang nggak ngerti, kenapa cross member yang “ditabok” sama aspal bisa mengakibatkan belt lepas dari pulley. Kalo dipikir-pikir, KZ itu kasian banget, di usianya yang ke-31 ini masih harus mengalami siksaan kayak gini-gini. Maafin gue ya, KZ.. *sungkem

Moty aja kayaknya prihatin banget liat KZ. (Atau dia semata-mata ngantuk banget aja ya..?)

Setelah konsultasi dikit sama tuner andalan aing.

Dan beberapa wejangan sok tau dari Dito.

Perjalanan pun dilanjutkan. But first..

Kamera Dito sih standby terus buat vlog.

Di titik ini, Moty yang bawa S202 masih betah ngikutin KZ, jadi Ojan masih bisa capture momen-momen kayak gini. Actually, gue sama Dean kasih kode-kode sedikit ke mobil itu buat rolling photoshootand here’s what Ojan managed to capture. It is S T U N N I N G.

Momen juara ini akan gue tutup dengan W202 milik Iqbal.

Sementara, inilah situasi di dalam S202. Dito lagi nyante.

Kalo Rama, entah kenapa setiap kali ke Bandung, pasti jadi sakit.

Moty? Gas pol teruuuusssss!!

A trip with such a beautiful scenery.

Aaaanddd, touch dowwnn!!

Sebenernya kita sempet berhenti sebentar selepas gerbang tol Pasteur, karena Marcell yang tadinya nebeng Iqbal (atas permohonan gue biar mobil gue lebih enteng. LOL!), terpaksa pindah ke mobil gue lagi, karena Iqbal mau lanjut dengan acaranya sendiri di hari itu.

Rama sih rudit teruuussss.

First stop, Bubur Ayam Mang H. Oyo!

Sarapan dulu pwaaaaanggg!

Selesai sarapan, waktu menunjukkan pukul 09.07.

Dan perjalanan kita lanjutkan lagi.

Next stop, kita mampir ke tempat tinggal seorang narasumber yang hari itu kita interview untuk DSC. YES, DUDUK SAMBIL CERITA!! Siapa narasumbernya? Tunggu aja episode DSC selanjutnya ya!! 😀

Selesai shooting, gue pun minta izin ke anak-anak kalau nemu bengkel yang keliatannya jual belt buat mobil gue, gue akan mampir untuk beli (dan pasang). Luckily, nggak jauh dari situ, gue beneran nemu bengkel yang jual.

Dengan meminjam kunci yang dibutuhkan dari bengkel tersebut, belt kompresor AC yang lepas dalam perjalanan ke Bandung itupun gue pasang kembali, yang artinya, dari titik ini KZ sudah ber-AC lagi. Setelah urusan ini selesai, kita semua langsung menuju hotel dan istirahat.

Hari berikutnya adalah hari H penyelenggaraan Cars and Coffee di Kiputih Satu. Buat yang mau baca in-depth tentang jalannya acara, monggo baca di artikel yang ditulis kawan multitalenta gue Dean, berikut ini: It’s Always Good To Be Back In Bandung // Cars and Coffee Apr ’18 by Goodrides X Bank BJB 

 

Setelah acara selesai, tepat sebelum mau pulang, gue juga sempat minta tolong sama tuner kesayangan aing buat nyetirin Starlet EP81 milik Andrew “Jambrong” Tanudjaja yang gue pinjem buat ngeceng di Jakarta. Terima kasih Jambrong dan Moty!!!

Sebelum cabut, Dean sempat minta Moty untuk ajak dia muter naik Starlet. Begitu nyampe Kiputih lagi, mereka berdua terlihat lagi bahas brosur Starlet yang merupakan pemberian Michael Lesmana untuk Moty.

Setelah mandatory wefiethen off we go! Thank you so much Kiputih Satu!!

What a beautiful scenery..

Saat itu waktu menunjukkan pukul 15.44, hujan deras mulai mengguyur tol Cipularang.

Jujur, saat itu tegang banget rasanya di dalam KZ. Serba khawatir kalau mobilnya tiba-tiba trouble. Khawatir kalau ada lubang di jalan yang nggak keliatan, dan lain-lain.

Untungnya, hujan super deras itu nggak merata. Jadi setelah sekitar satu jam menembus hujan, tiba-tiba jalanan didepan kering!!!! Lucky me, I guess.

Setelah sabar bertahan terus di lajur kanan meskipun kadang terhambat oleh orang yang nggak tau diri (jalan pelan di kanan, tapi “disuruh” minggir nggak mau), akhirnya sekitar pukul 17.00, gue dan Dean sudah berada di Jakarta Inner Ring Road (Tol Dalam Kota).

Dari road sign-nya, gue aja langsung merasa safe. Dan emang bener, saat foto ini diambil oleh Ojan, it really feels like I’m already home. Di titik ini, gue juga seketika merasa terharu bahwa KZ bisa survive melewati perjalanan sepanjang 300+ kilometer ini. Sorry kalo pernyataan gue terasa sangat lebay buat loe, tapi dengan usia 31 tahun dengan jarak tempuh 429.xxx kilometer, yang 8 tahun belakangan ditempuh dengan kondisi “cebur” serta velg oversized width, fakta bahwa mobil ini masih survive tanpa kendala berarti, adalah sebuah achievement yang nggak bisa dipandang sebelah mata, setidaknya untuk diri gue sendiri. Overall, as always, gue super happy dengan trip Jakarta-Bandung-Jakarta yang gue tempuh bersama 999 Fam ini. Semoga aja KZ bisa terus mengawal gue untuk trip selanjutnya.

CAN I GET AN AMEN FOR THAT? 😀

 

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...