Close X banner_article

Rhino in Bear’s Clothing // Toyota VX100

Hello guys, how you doin?

Nama gue Willie Rahman dan gue didaulat oleh Goodrides untuk bercerita tentang sebuah mobil yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi gue dan bokap gue, yaitu sebuah Toyota Land Cruiser. Mobil ini awalnya hanya digunakan sebagai mobil keluarga, hingga lama kelamaan gue dan bokap gue merasa gatal untuk melakukan ubahan pada mobil ini.

Sosok bokap gue, Bapak Yogi Yogaswara, bisa dibilang sudah cukup lama berkecimpung di dunia offroad dan beliau selalu mempercayakan mobil-mobil yang digunakannya untuk daily driven maupun hobby kepada mobil berjenis four wheel drive. Karena itu, tidaklah mengherankan jika bokap gue memilih sosok Toyota Land Cruiser yang dikenal cukup tangguh dalam segala medan dan maintenance yang mudah.

Awalnya, mobil berkode chassis VX100 ini dibiarkan standard, layaknya pertama kali datang dari salah satu showroom milik importir umum yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Namanya mobil keluarga, hampir semua anggota di keluarga gue pernah menggunakan mobil ini, dari mulai bokap pakai ke kantor, anter gue sekolah (saat gue masih duduk di bangku SMA), sampai anter nyokap gue ke acara keluarga. Tapi lama kelamaan, kok agak bosen diliat ya? Pemikiran itu yang tersemat di otak bokap gue, hingga akhirnya gue dan bokap gue mendiskusikan langkah modifikasi yang akan kita lakukan terhadap mobil ini.

Setelah beberapa lama mencari source untuk berbagai optional parts mobil ini, bisa dibilang tidak terlalu banyak yang bisa diaplikasikan. Ubahan pertama yang terlihat secara kasat mata adalah ban, yang awalnya menggunakan ban pabrikan Jepang, Toyo Open Country A/T , sebelum akhirnya ditukar dengan merk yang sama dengan tipe yang berbeda, yaitu M/T atau Mud Terrain yang memiliki tire treads lebih kasar.

Setelah mengganti ban, bokap lalu merasa kurang sreg dengan setup yang ada pada saat itu. Kebetulan, diawal tahun 2012 bokap terpilih sebagai direct importer untuk sebuah brand yang memproduksi shock absorber untuk aplikasi offroad yang cukup terkenal, yaitu King Offroad Racing Shocks. Di saat yang sama, pabrikan shock absorber yang bermarkas di Garden Grove, California ini memang sedang gencar mempromosikan produk yang bertemakan plug and play untuk sejumlah kendaraan berjenis SUV maupun four wheel drive yang beredar di pasar. Beruntung bagi gue, King juga memproduksi shock absorber yang dapat diaplikasikan secara plug and play untuk Land Cruiser dengan platform chassis yang sama dengan milik gue. Ide gue untuk mengaplikasikan shock absorber dari produk King inipun segera disetujui oleh bokap.

Setelah menunggu beberapa bulan untuk proses shipping , piranti shock absorber yang dinanti pun akhirnya tiba. Setelah melakukan unboxing dan membaca manual book pemasangan secara teliti, gue dan bokap pun baru tersadar bahwa penggantian piranti shock absorber OEM pun harus mengorbankan sistem hydraulic yang telah diaplikasi sebagai piranti bawaan mobil.

Mau tak mau, gue dan bokap pun harus menggusur fitur hydraulic tersebut lewat pemotongan beberapa wiring system dan pencabutan modul ECU berfungsi sebagai penggerak sistem tersebut. Setelah itu, aplikasi produk King pun dapat dilakukan dengan sangat mudah dan ringkas. Shock absorber dengan travel sebanyak 10 inch inipun segera terpasang dengan sempurna di sektor suspensi Land Cruiser. Belum puas dengan pengaplikasian shock absorber saja, gue dan bokap pun memutuskan untuk mengaplikasikan lift kit spring yang menjadikan tongkrongan mobil menjadi lebih jangkung dari sebelumnya.

Perubahan inipun kemudian menghasilkan efek lainnya. Wheel gap yang cukup besar pun tercipta akibat penggunaan lift kit tersebut. Kondisi ini kemudian membuat bokap gue memutuskan untuk kembali mengganti ban tanpa sepengetahuan gue. Kali ini dengan produk BF Goodrich bertipe KM2 yang telah lama menjadi idaman para four wheeler. Gue pun cukup tercengang melihat Land Cruiser yang sebelumnya terlihat plain telah bertransformasi menjadi sebuah humble monster.

Selain perubahan signifikan yang terlihat pada sisi tampilan, perubahan yang dilakukan terhadap Land Cruiser inipun membuat mobil ini terasa sangat dependable untuk digunakan di offroad track. Karena itu, gue pun sering menggunakan Land Cruiser ini untuk melakukan track survey ketika ada event seperti rally maupun speed offroad.

Meskipun bagi orang awam, Land Cruiser milik gue ini memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda secara kasat mata, namun mobil ini terasa sangat istimewa untuk gue dan bokap gue. Julukan “Big Bad Family Wagon” mungkin terasa pas bagi Land Cruiser yang menjadi kesayangan keluarga gue ini. Meskipun begitu, gue dan bokap masih memiliki sejumlah keinginan untuk kembali melakukan modifikasi yang sesuai dengan selera kita.

Let’s wait and see…

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (2)

2 thoughts on “Rhino in Bear’s Clothing // Toyota VX100

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...