Untuk artikel kali ini, kami mendapat kesempatan yang sangat berharga untuk menampilkan coverage dari event Southern Worthersee yang gaungnya selalu terdengar di seluruh dunia tiap tahunnya, khususnya bagi para car enthusiast. We were so excited saat Amrissalam Nasution, kontributor Goodrides yang berdomisili di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, memberi kabar bahwa dirinya dan beberapa orang teman berencana pergi ke Helen, Georgia untuk menghadiri event Southern Worthersee dan akan menceritakan secara lengkap mengenai perjalanan dan segala hal yang berkaitan dengan event yang populer dikenal sebagai SoWo (Southern Worthersee) tersebut kepada kita.
So guys, let the man do the talking then.

Hai semua, nama gue Amrissalam Nasution dan semua orang biasa memanggil gue dengan nama Ais. Ini merupakan debut pertama gue untuk menulis sebuah artikel di Goodrides. Singkat cerita, gue tinggal di Nashville, TN, USA. Gue sendiri memang terlahir sebagai seorang car enthusiast. Segala sesuatu yang berhubungan sama mobil sudah tumbuh mendarah daging di dalam diri gue sejak gue kecil. Untuk artikel kali ini, gue mau cerita tentang keikutsertaan gue dalam event SoWo. Sebenarnya, alasan kenapa gue mau datang ke acara SoWo ini hanya dipicu oleh hal kecil, gue cuma pengen tau kayak apa event SoWo kalau dilihat secara langsung. Apalagi ini diadakan di mancanegara. Kayaknya, kalau kita buka web maupun social media dan video share, kita sering melihat bagaimana serunya event-event besar seperti ini. Segala hal dari mobil dengan set up “sadis” yang jadi pusat perhatian hingga mobil dengan tampilan yang sangat unik pasti ada di acara kayak gitu. Tapi yang terpenting, gue disini berusaha sharing tentang pandangan gue as an Indonesian terhadap event semacam ini kepada kalian semua lewat Goodrides.
Sejujurnya gue nggak terlalu paham tentang apa itu SoWo, banyak orang bilang it’s a kind of car show for a VAG boys, which mean its for Audi and Volkswagen. Gue pun nggak begitu mengerti apa itu VAG boys. Tapi dari apa yang gue tangkap, event SoWo ini boleh dibilang mayoritas mencakup mobil-mobil buatan Eropa. Karena itu, gue berusaha cuek aja datang kesana.

Gue sendiri mengendarai sebuah BMW E46 325i Coupe. Nggak , gue nggak mau pamer tentang mobil gue ini. Kalau kata Adhi KZ, personalisasi yang gue lakukan di mobil gue hanya sekedar pengaplikasian velg M-Parallel berspesifikasi 18×8 inch front and 18×9.5 inch back. Untuk mengimbangi penggantian velg itu, gue mengganti suspensi bawaan mobil dengan coilover keluaran CX Racing. Soal setup sudut camber, gue adjust jadi -2 in front and -5.5 in rear. Sebenarnya ada beberapa parts lain yang gue pasang untuk mendongkrak tampilan, handling dan performa di mobil ini, tapi gue udah keburu males menjabarkan satu-persatu. Hehehe.

Gue sendiri sudah jauh-jauh hari berencana untuk pergi ke SoWo. Semua hal sudah gue prepare semaksimal mungkin. Jujur, ini pengalaman pertama gue untuk travelling ke luar kota dengan bawa mobil sendiri. Jadi gue memang prepare semaksimal mungkin. Mungkin beberapa dari kalian bilang kalo setup kokpit gue berlebihan, tapi gue cuma berharap bisa aman dan nyaman sampai tujuan. 
Smartphone as a Google Maps, radar (police detector) and another GPS as a backup map, in case we lost signal in the middle of nowhere. Sekitar jam 10 waktu setempat, gue sudah berhasil mengumpulkan teman-teman gue yang akan ikut serta dalam trip ini. Totalnya ada 3 orang. 1 cowok dan 2 cewek. Cowok yang ikut di trip ini pun another Indonesian yang actually live really close to my house. Dia teman baik gue, namanya Karsani Rusdi. Dia juga ambil andil dalam beberapa foto yang akan gue hidangkan di post kali ini. Kalau 2 cewek yang ikut, itu teman kita nongkrong. Namanya Nelly dan Joanna. Mereka pun ambil andil dalam sejumlah foto yang akan gue share. Bisa bayangin nggak, 4 orang, bagasi full, dengan mobil yang sekitar 3 inch from the ground. Not to mention -5.5 camber di roda belakang. Sounds dangerous, eh?

When I said full, it was packed!
Dan kira kira this is how the car sit with 4 people inside the car and full packed baggage.
And so we set off!


Perlu waktu sekitar 4 sampai 5 jam untuk mencapai tempat tujuan. Jaraknya 260 mil. Kalau di-convert jadi sekitar 419 km.
Sempat berhenti untuk sekedar selonjorin kaki dan “setoran.”

Kalian bisa lihat kan, gimana rear fender mobil gue? Yang mau gue kasih tau adalah, it was not rubbing at all! Nggak ada gesrot-gesrot deh pokoknya! (But yes, I did cut my inner fender pake gerinda dan gue ngerjain sendiri.)
And we’re back on the road!
Di tengah perjalanan, gue sempat bertemu dengan 2 VAG boys with their VW Rabbit. I’m not sure if that’s a GTI or just an ordinary Rabbit, tapi mereka sangat welcome dan mengajak gue untuk iring-iringan bareng.

And both this dude drove like a maniacs! Why? Begini, average speed gue di mountain road ini sekitar 60 MPH (100 km/jam) dan gue cuma mau be safe. Jalanan memang agak sedikit basah karena hujan yang mengguyur. Di lain point, I just don’t want to get pull over by cops for crossing the speed limit (which is as far as I remember was 55 MPH).
But nothing couldn’t stop this VAG boys, mereka nyetir dengan average speed 70-80 MPH. Gue pun agak kewalahan buat keep up dengan mereka. Gimang nggak, mobil gue Cuma dibekali 160 horsepower, dengan bobot mobil isi full. Sementara 2 mobil ini (both boosted. Gue denger kok suara boost-nya, and the gold one has 2 step system, jadi setiap ganti gigi, selalu spitting fire) dengan power yang pastinya lebih besar dari mobil gue dan bobot yang lebih ringan dari mobil gue. Tapi nyatanya, gue bisa keep up dengan mereka. Semua tergantung driver.

Di salah satu kota kecil, mereka tiba tiba menepi. Gue memutuskan untuk tidak berhenti dan melanjutkan perjalanan. Klakson 2 kali, buka kaca dan lambaikan tangan. Gue pun say goodbye to them.
Lanjutkan perjalanan, jalan pun semakin menantang. Selain semakin menyempit, tikungan-tikungan yang ada juga lebih tajam. Turunan dan tanjakan pun lebih curam. Thanks God my car is stick shift! Gue benar-benar sangat menikmati untuk mengemudi di jalanan ini. Bisa di bilang seperti layaknya balapan Touge, gue harus benar benar menjaga putaran mesin mobil. And what a surprise! Gue bertemu salah satu VAG boys again!
Gue nggak begitu paham ini GTI MK berapa, yang gue tau that car is a newer model, has plenty of power, a really good brakes and a huge amount of torque.

Sh*t totally was fun! Setiap habis tikungan, gue selalu ditinggal jauh sama mobil ini. Bisa di bilang mobil ini sanggup merenggangkan jarak hingga 3 sampai 6 mobil. Apalagi saat tanjakan, I just couldn’t keep up with it. Gue hanya bisa menerapkan late brake and downshift (to keep the rpm high) untuk menjaga jarak mobil gue dengan mobil ini.

And one thing I know for sure, both, my car and that car has a lot of grip! You all can see and notice that rear camber on that Rabbit, there is no sounds of tire scratching whatsoever. Eventhough gue menggunakan ban yang notabene berharga murah dan bukan performance or race tires, im totally happy with it! Camber -5.5 tidak membuat mobil gue loosing the rear grip. Oh iya, average speed saat gue melakukan aksi gila ini adalah sekitar 50 MPH. (Gue nggak mau bilang race, karena gue dan dia ngga race, we can say it’s the way we enjoy the road).

Sekitar pukul 3.30 waktu setempat, tibalah gue di Helen, GA. (Total waktu tempuh 4 jam, karena perbedaan waktu yang maju sejam, jadi terhitung 5 jam).
Helen sendiri adalah sebuah kota kecil di Georgia yang mempunyai bangunan khas layaknya bangunan-bangunan Eropa. Event SoWo sendiri memang sebuah event besar dan diadakan setiap tahunnya di Helen. Orang orang lokal yang menetap di Helen sudah sangat paham dengan event ini. Gue sempat berhenti di sebuah market kecil untuk beli rokok. Kondisi ini membuat sang cashier pun bertanya: “Are you here for SoWo?” Lalu, of course I said “YESS!”. Gue cukup heran dengan pertanyaan itu, gimana bisa dia yang non car enthusiast bisa tau event SOWO ini. (Gue juga amat sangat teramat yakin kalau dia bukan car enthusiast. Nenek-nenek umur 60 tahun dengan kacamata dan jalan agak membungkuk. Udah ngga mungkin deh.
Oke, enough buat penjelasan tentang Helen, I came here for SoWo! Here we go!
First car that we saw.

Gue nggak tau itu Audi jenis apa, mungkin kalian lebih paham soal Audi. Tapi yang gue tau, ini station wagon, bagged (pas mobil ini passing my car, I heard “CUSSSSS” and the car went lower) dan yang pasti turbo (you can see the huge massive intercooler on the front bumper).
Siapa bilang SOWO hanya untuk European car? Stanced Cobalt SS? We got it bruh!! 
Porsche? Check!. With a nice fancy color? Double check!


You all must know, car enthusiast disini amat sangat ramah. Every single car that passed by always gave me thumbs up, nganggukin kepala (kayak orang saling nyapa), saying “sup man!” (padahal ngga kenal), atau sekedar “nice car dude!” Gue pun membalas dengan senyuman and thumbs up too! Bukannya mau ge’er, cuma liat sendiri mobil gue bentuknya kayak apa dan yang passing by udah pasti mobilnya jauh lebih sadis dari mobil gue. Tapi inilah yang membuat gue senang pergi ke acara car meet. They appreciate your hard work, your ride and your time to come and attend to this meet!

Audizine. Damn that thing looks fancy as hell!
Lucu yah, warnanya..?
Cacing dan naga di dalam perut sudah mulai bersiul. Saatnya mencari tempat untuk makan siang. Mutar-muter sana sini dan kita semua akhirnya memutuskan untuk makan di sebuah restoran fast food.

At the parking lot, yet another Chevy Cobalt SS.
Setelah urusan makan kelar, gue pun memutuskan untuk menuju hotel terlebih dahulu. Memang agak sedikit bodoh, gue menginap di hotel yang jaraknya 30 minutes drive. Jauh sih, cuma itu yang paling murah. Gimana dong, namanya juga kantong pelajar.

Setelah mengeluarkan barang-barang, gue pun istirahat untuk beberapa jam.
And we’re back again!
Sekitar pukul 7PM waktu setempat, kita semua meninggal kan hotel (our hotel was at Dahlonega) dan menuju Helen lagi.

Di tengah jalan, I met Mr. Tommy with his gorgeous 4 doors E36 M3 with CCW Classic wheels.
And welcome to SoWo everybody!

Beginilah kira-kira entrance parking lot at SoWo event. Orang-orang berdiri di sidewalks and start screamin “BURNOUT! BURNOUT! BURNOUT!”. Jujur jantung gue serasa ingin lepas, ditengah keramaian yang begitu padat, mobil gue sempat dihalangi 5 orang untuk sekedar burnout, Cuma gue tetap nggak mau burnout dan gue pergi meninggalkan crowd untuk mencari tempat parkir.

Maaassssiiive crowd!

It was pretty hard to find a parking spot. Setelah muter sana sini, akhirnya ketemu juga.
And then we started to walk to the crowd.

Jetta, VR6 with no hood ? yes please!=

This old Benz was towing an E28 behind it,

with a chain. A really nice style to tow a car.



//M3!!!

Even we stopped this guy to take a selfie!


Nice color combo. It looks mean!


Who doesn’t love Porsche ?



VR6 Corrado!! Somesays ini cikal bakalnya Scirocco ya? Gue pun nggak paham.

A Japanese hero? Ouyeah!!

Damn low.

The crowd.

Saw this 2 gorgeous Porsche.





And then I had a chance to see this car. If you realize, this Subi was pretty famous on one of the social media that we use these days.

F*ckin gorgeous!!!

And I kept walking to approach the crowd.

While this things keep my eyes wont stay close. But suddenly,

the po-po (Polisi – Red) arrived and started blocking the streets. Gue dengar dengan amat sangat jelas lewat speaker. “Alrite, no more burnout!!!” Gue amat sangat kecewa. Begitu gue tiba, di crowd yang gue nantikan, bersamaan dengan po-po blocking the streets. Damn!
Tapi tak apa lah. Gue tetep jalan-jalan santai and keep digging.





Saw this gorgeous E30 with M50 swap

(not sure that’s an M50 or M52).


Fitment was spot on!

Z3M, M3 and 240SX at the same time? Ouyeah!
Talking about //M here we go.




Mr. Nick D Andria from Dapper Fam. Nice car, sir!

Some of them started to leave the place.

Langit pun mulai gelap. Gue pun memutuskan untuk jalan balik ke mobil dan pulang ke hotel. But still, I took a lot of picture.


I’ve always want one of those Miata.









Dan gue pun memutuskan untuk meninggalkan tempat. Untuk selanjutnya, sampai berjumpa di-post part 2!
*Pictures in this article is a courtesy of Amrissalam Nasution, Karsani Rusdi, Joana Elena Vargas & Nayeli Anaya Hernandez. All the pictures edited by Karsani Rusdi.




Comments