We surely had another goodtimes with MINI enthusiast which called Indonesia MINI Club on September, two months ago. Yes, two months ago, sorry or this ultra-late post! 😀

Tiga minggu sebelum D-day, gue diajak oleh Enril selaku president of Indonesia MINI Club untuk menghadiri launching dari salah satu perusahaan di daerah Bogor yang mendatangkan tuner MINI asal Jepang dengan nama DuelL AG. Sejak saat pertama kali mendengar nama DuelL AG, jujur gue sendiri sangat tidak familiar dengan nama tersebut. Daripada menebak-nebak seperti apa rupanya, pada saat itu gue memutuskan untuk browsing melalui internet terlebih dahulu. Namun yang gue dapati saat itu memang sebatas: “Oh, ternyata DuelL AG ini merupakan tuner MINI yang hanya berkonsentrasi pada MINI dengan kode sasis R55, R56, R57, R58, dan R59.”

So what about the classic Mini Cooper? Yes, sadly they’re not working on the classic model.

Back to D-day. Untuk mengakomodir banyaknya participant yang sebagian besar berasal dari member Indonesia Mini Club dan beberapa member dari Jakarta Morris Club, Enril menggunakan lahan parkir yang berada di daerah “Patung Panahan Senayan” sebagai meeting point sekaligus starting point untuk berkonvoy ke bengkel dengan nama Colour Tech selaku distributor DuelL AG yang berada di daerah Bogor tersebut. Pada kesempatan kali ini gue nggak sendirian. Our talented photographer Eka dan our multitalented brother Yahya turut menemani gue untuk ikut berangkat ke Bogor.

















Yes, mostly they’re talking about cars, girls, muscle, toys, and girls again and so on LOL!

Ssup Enril!



As usual, sesaat sebelum melakukan konvoy selalu diadakan briefing. Berhubung kali ini jarak yang ditempuh lumayan jauh, maka Enril yang juga dibantu oleh Eggy memutuskan untuk mengingatkan kembali pada participants mengenai dos and donts during the convoy.



Sesaat sebelum konvoy dimulai, gue sempat memutuskan untuk meninggalkan E36 gue di Plaza Senayan dan bergabung dengan Yahya serta Eka dengan Captiva miliknya. Berhubung kondisi jalanan sudah mulai padat, sepertinya gue akan tertinggal konvoy cukup jauh jika harus memarkirkan mobil gue terlebih dahulu. Oleh karena itu gue mengubah niat gue dan terpaksa membawa E36 gue ke Bogor.

And we begin the trip to Bogor.




Ada untungnya juga Eka punya mobil dengan kaca pada bagian belakang yang bisa dibuka seperti ini sehingga memudahkan dirinya untuk melakukan rolling shot saat konvoy berlangsung. But, please guys don’t ever try this thing!




Actually gue benar-benar terkesima melihat Morris Minor ini bermanuver dengan kecepatan rata-rata 120 hingga 140 kilometer per jam.

Di kesempatan kali ini juga ada Charles J. our goodfriend from Hawk ‘N’ Poke yang menggunakan Subaru GDB berwarna abu-abu ini. Wicked!

Memasuki tol Jagorawi, nampaknya beberapa mobil tidak kuasa menahan diri untuk memacu mobil kesayangannya.




Untung saja sebelum keluar di pintu tol Bogor, kita sudah merencanakan untuk mampir ke rest area Cibubur untuk melakukan pengisian ulang bahan bakar bagi para participant yang membutuhkan. Oleh karena itu, di saat yang sama dilakukan briefing ulang bagi para participant untuk berhenti setelah keluar di pintu tol Bogor.


Tujuannya untuk memastikan para participant yang tertinggal telah kembali bergabung lagi sehingga tidak ada yang kehilangan arah di kota Bogor.

And here we go again!




Finally we reached our last check point.



Meanwhile, gue pun menyempatkan diri untuk memotret E36 gue yang kebetulan baru berganti ‘sepatu’ dengan konstruksi 3-piece split ini. :p

Tidak lama kemudian Eka juga ingin dirinya di potret seperti ini.

Then he asked me to do the same thing. Jump!

Tidak ketinggalan, Yahya juga ingin diabadikan LOL!

Back to the convoy, akhirnya kita sampai di tempat tujuan yang ternyata tidak terlalu jauh dari pintu keluar tol Bogor.


Setelah semua participant telah memarkirkan mobilnya di tempat yang ditentukan, kitapun diarahkan untuk menuju area Colour Tech.


Pada bagian depan bengkel tersebut sudah ada lima display car yang digunakan sebagai showcase lini produk keluaran DuelL AG.


Berhubung kita masih belum tahu agenda acara hari ini, gue, Yahya dan Eka mengamati satu-persatu mobil tersebut sembari menunggu arahan dari tuan rumah yang mengundang kita ke sana.

















Setelah sekitar 15 menit kita menunggu, akhirnya kita dipersilakan untuk bertemu dengan Cosque Sato selaku President of DuelL AG yang sudah menunggu di lantai dua gedung Colour Tech.

Ternyata di lantai dua gedung tersebut juga dijadikan sebagai waiting room sekaligus showroom produk keluaran DuelL AG.






Sembari Yahya dan Eka mengamati produk-produk keluaran DuelL AG yang dipajang, gue mengambil kesempatan untuk dapat mengobrol dengan Mr. Sato yang didampingi oleh Mr. Henry selaku salah satu dari empat owner DuelL AG Indonesia yang mendatangkan produk ini ke dalam negeri.

Di sini gue banyak berdiskusi dari sudut pandang bisnis mengenai kedatangan produk ini ke Indonesia. Well, we don’t usually talk about it on our site but I just a lil bit curious about their motivation.

Mr. Sato mengungkapkan bahwa dirinya tertarik untuk menjual produknya di Indonesia karena pertumbuhan para pengguna MINI yang menurut dirinya sangat pesat di Indonesia. Oleh karena itu atas bantuan Mr. Henry dan 3 rekannya Louis, Alvin dan, Sato sangat tertarik untuk membawa seluruh kreasi produknya ke Indonesia.

Sato yang juga merupakan owner dari belasan MINI dengan berbagai macam model ini juga optimis dengan situasi lalu-lintas yang sangat padat di Ibukota Jakarta dapat memicu para car enthusiast untuk membeli mobil dengan merek MINI.

Berdasarkan pengakuan dirinya atas sejumlah mobil yang ia miliki, gue mulai dapat melihat dengan jelas mengapa Sato sangat antusias membuat accessories untuk MINI.



Setelah selesai berdiskusi, kita diarahkan untuk kembali ke lantai satu untuk melakukan foto bersama.

Acara hari itu pun ditutup dengan makan bersama Sato dan rekan-rekan MINI serta Jakarta Morris Club yang hadir di Bogor pada saat itu.

Good luck on your new business guys!




One thought on “A New Introduction // DUELL AG. Indonesia”