Close X EKA_6089 - Copy

Dewa’s Pride and Joy // Holden Premier HQ

For some of you who have seen the behind the scene video, I believe you could feel how excited we are to do the coverage of this beautiful Holden Premier. But before we talk about the car, I would like to introduce you to the owner. His name is Dewa Arthur, and I’ve known him for quite a long time now.

Pertemuan pertama gue dengan pria yang akrab disapa Dewa ini terjadi sekitar 12 tahun lalu, saat Dewa bawa Holden Premier miliknya ke sekolah. Seorang siswa dengan mobil Holden merah menyala, how can you resist not to talk to the owner, right?

And so there I go, gue berusaha mencari tahu tentang Dewa, mengingat gue cukup yakin kalau dia merupakan seorang car enthusiast like myself. Unfortunately, gue baru bisa kenal Dewa beberapa tahun kemudian setelah dipertemukan di sebuah lingkungan yang sama. Tebakan gue pun nggak salah, Dewa memang seorang car enthusiast sejati sekaligus seorang die hard fans dari brand Holden.

Setelah perkenalan itu, gue pun melakukan chit-chat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan mobil. Kita pun mulai bercerita tentang personalisasi apa yang kita lakukan terhadap mobil masing-masing, hingga akhirnya sampai kepada topik tentang kenapa gue pilih Toyota Corolla sebagai kendaraan gue dan begitupun sebaliknya, kenapa seorang Dewa memilih Holden Premier sebagai kendaraan kesayangannya.

Karena gue dapet giliran jawab lebih dulu, jadi dengan cukup bangga, gue declare bahwa Toyota Corolla itu merupakan legacy dari almarhum Bapak gue. Kebanggaan gue itu muncul karena gue merasa nggak banyak orang yang masih menggunakan mobil yang dulunya dibeli dalam kondisi brand new dan digunakan sebagai kendaraan sehari-hari oleh orang tuanya.

Lalu, apa yang terjadi saat Dewa memberikan jawabannya tentang kenapa dia pakai Holden Premier? I was fuck*in stunned! Stunned as hell to be exact!! Kenapa?! Karena Holden Premier ini merupakan warisan dari kakeknya yang dibeli dalam kondisi brand new oleh sang kakek pada tahun 1972. Ok, dari titik ini, gue udah sama sekali nggak berniat cerita apapun tentang mobil gue dan lebih tertarik untuk menelusuri lebih dalam tentang cerita Dewa dengan Holden Premiernya ini.

Dewa pun mulai cerita kalau Holden Premier ini awalnya berwarna abu-abu gelap saat dibeli dari showroom oleh sang kakek. Setelah itu, mobil ini diwariskan ke sang ayah. “Bokap pun sempat melakukan restorasi sebanyak tiga kali. Pertama kali direstorasi, bokap repaint dengan warna silver. Setelah itu, bokap pun kembali melakukan repaint dan melaburnya dengan warna merah, karena merah merupakan warna kesukaan nyokap gue,” cerita Dewa.

Setelah digunakan sebagai kendaraan sehari-hari oleh sang ayah, mobil inipun kembali diwariskan oleh sang ayah kepada Dewa pada tahun 2000. “Awalnya sih gue nggak nganggep mobil ini terlalu istimewa, sampai suatu hari gue mengalami insiden yang membuat gue harus berusaha keras mengembalikan kondisi mobil ini ke kondisi sempurna. Kesulitan dalam mencari spare parts dan aksesoris pelengkap yang gue alami akhirnya membuat gue lebih menghargai nilai sebuah mobil yang sudah berumur. Terlebih lagi jika berada dalam kondisi yang baik,” kenang Dewa.

Ever since, rasa bangga di diri Dewa pun tumbuh besar setiap kali Dewa menjalani aktivitas bersama Holden Premier ini. Secara tersirat, gue pun bisa merasakan apa yang dirasakan Dewa dengan mobilnya. Rasa bangga yang muncul ketika mengendarai mobil, dalam hal ini Dewa dengan Holden Premier-nya, bukan semata-mata karena tampilan luarnya saja yang catchy. It is more than that. Ikatan yang terbentuk karena sejarah yang melekat bersama mobilnya mempunyai suatu nilai emosional tersendiri.

Rasa bangga yang besar didalam diri Dewa ini, kemudian mendorong Dewa untuk melakukan restorasi total terhadap legacy yang diberikan oleh sang kakek tersebut. Dalam melakukan restorasi ini, Dewa pun mengaku nggak mau main-main. Segala sesuatunya harus sempurna dan sesuai dengan keinginannya. Sifat perfeksionis dalam melakukan restorasi ini bahkan menuntut Dewa untuk turun langsung dalam sejumlah tahap pengerjaan restorasi yang dilakukannya. “Rasanya belum sreg kalau belum turun tangan sendiri,” ujar Dewa singkat.

Tuntutan Dewa tentang kesempurnaan ini juga ditunjukkan lewat penggantian segala macam body parts yang seluruhnya dibeli dalam kondisi brand new. Selain itu, komponen mesin dan suspensi pun seluruhnya diganti dengan brand new parts oleh Dewa. Hal ini dilakukan mengingat Dewa tidak hanya menuntut kesempurnaan dalam tampilan mobilnya saja, namun juga ingin mobil kesayangannya ini nyaman dikendarai. Seluruh bagian yang terbuat dari besi juga dilapis chrome oleh Dewa agar terlihat bersih.

Proses restorasi body juga berlangsung selama setahun karena Dewa ingin seluruh bagian terlihat sempurna sesuai dengan keinginannya. Mengenai pilihan warna, Dewa tetap mempertahankan warna kesukaan sang Ibu, yaitu merah. Namun secara spesifik, Dewa melabur Holden Premier-nya dengan warna watermelon red karena dianggapnya paling menyala dibanding jenis warna merah lainnya

Setelah rampung urusan restorasi, Dewa pun mulai melakukan personalisasi untuk membentuk karakter mobilnya. Personalisasi yang dimaksud antara lain dilakukan melalui penggantian sejumlah komponen dengan produk OEM milik mobil yang diproduksi dengan platform yang identik dengan mobil miliknya seperti  Chevrolet Statesman, Holden Statesman, Holden Monaro GTS dan Holden Kingswood. Untuk sektor roda, Dewa melakukan personalisasi lewat pemasangan velg dari produk Cragar SS yang juga dibelinya dalam kondisi brand new.

Rubahan yang baru-baru ini dilakukan Dewa adalah penggantian gearbox bawaan yang bertipe manual menjadi automatic. “Daripertama kali dapet barangnya, trus di-overhaul dan proses instalasi, semuanya memakan waktu kurang lebih satu bulan,” ujar Dewa. “Gue rubah transmisinya karena kondisi lalu-lintas Jakarta yang semakin parah. Selain itu, mobilnya juga lebih nyaman dikendarai,” tukasnya.

Proses restorasi yang dilakukan Dewa ini tentu patut diberikan apresiasi yang luar biasa. Tapi terlepas dari itu, perlakuan Dewa terhadap Holden Premier ini tidak semata-mata dilakukan untuk sekedar memperbaiki tampilan mobil tersebut. Perlakuan Dewa tersebut merupakan sebuah perbuatan yang lebih mulia dari itu. Dewa telah mencurahkan effort yang luar biasa demi mempertahankan sebuah benda yang sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Sebuah benda yang telah menemani tiga generasi keluarga yang hingga kini masih setia menemani Dewa kemanapun Dewa butuh.

Gue sendiri bahkan nggak bisa membayangkan, betapa bangganya Dewa setiap kali sedang melenggang di jalan bersama mobil ini. Sebuah rasa bangga yang muncul karena telah berhasil mempertahankan dan memelihara sebuah legacy yang telah dipercaya untuk diwariskan kepada dirinya.

Saat kalian sudah sampai kepada tahap ini, sepertinya pandangan kagum tiap orang yang muncul ketika Dewa melenggang bersama mobilnya hanyalah sebuah bonus kecil, karena rasa bangga seperti yang ada di dalam diri Dewa tidak bisa terbentuk hanya dengan melakukan personalisasi yang membuat mobil kalian stand out among others, tapi sudah lebih kepada ikatan emosional yang tumbuh selama jangka waktu yang sangat panjang. Sebuah ikatan emosional yang sudah tumbuh bahkan sebelum Dewa dilahirkan oleh orang tuanya.

Your grandfather must’ve been so proud of you, my friend 🙂

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (2) Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...