Ketika tim Goodrides berkunjung ke Semarang untuk menghadiri event JAVFEST 2014, gue harus mengakui bahwa Honda Civic SR3 milik Abi Prabowo Wiratama ini cukup menarik perhatian gue. Tampilan mobil yang kental dengan nuansa street racing lengkap dengan tema interior yang sama, dipadu dengan fitment setup yang agresif, tak ayal telah menjadikan mobil ini sebagai eye magnet yang cukup kuat.

Karena itu, kita pun sepakat untuk melakukan coverage terhadap mobil milik pria yang lebih akrab dikenal dengan nama Abie “Crush” ini.

Sementara Eka, Dean dan Yahya melakukan photoshoot, seperti biasa, gue pun memulai sesi interview dengan sang owner.

Saat menjalani sesi interview bersama narasumber, pertanyaan pertama yang gue lontarkan selalu berkaitan dengan alasan sang pemilik memilih jenis mobil tersebut untuk dijadikan sebagai basis dalam melakukan personalisasi. Tak terkecuali saat gue melakukan wawancara dengan Abie “Crush” ini.

Saat gue tanya mengapa dirinya memilih Honda Civic SR3 sebagai kendaraan andalannya, jawaban pertama yang muncul dari mulutnya cukup singkat. “Ceritanya panjang mas,” ucapnya.

Mendengar jawaban seperti itu, gue pun ikut menanggapinya dengan singkat. “Gue punya banyak waktu kok.” LOL!

Setelah itu, Abi pun mulai bercerita tentang sejarah yang ada di balik Honda Civic SR3 produksi tahun 1994 ini. “Dulu sih saya awalnya main motor. Di saat yang sama, bapak suka ikut drag race pakai (Honda Civic – Red) Estilo. Tapi akhirnya mobil itu dijual sama bapak pada tahun 2007. Nah, sejak itu, saya jadi terinspirasi untuk mengikuti jejak bapak dalam berkompetisi di ajang drag race. Karena itu, saya bilang ke bapak kalau saya ingin cari mobil untuk dibangun jadi mobil balap seperti punya bapak dulu,” kenangnya.

“Setelah cari-cari, bapak pun dapat informasi kalau ada Estilo yang mau dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, tapi kondisinya bekas tertimpa longsor. Karena tujuannya mau dijadikan sebagai mobil balap, jadi saya dan bapak semata-mata hanya fokus di sektor mesin. Karena pertimbangannya, toh nantinya akan dipreteli juga. Setelah diperiksa bareng dengan mekanik kepercayaan bapak, kondisi mesin pun dinyatakan masih bagus. Makanya, saya dan bapak akhirnya memutuskan untuk tetap mengambil mobil itu meskipun kondisinya mengenaskan,” lanjutnya.

Lalu, pria berperawakan ramping ini pun melanjutkan ceritanya. “Nah, yang miris itu, kondisi mobil diluar mesinnya, parah banget mas. Ha..ha..ha,” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak.

“Mobil itu sama pemilik sebelumnya dijadiin mobil kontes, jadi tampangnya bisa dibilang udah kayak alien. Bayangin aja, warna mobilnya pink, ditambah pintunya udah di-convert jadi pintu gullwing, sama semua sisi fender udah kena widebody dengan ukuran yang ngaco. Kondisi yang sama parahnya juga terjadi di sektor interior. Bentuk dashboard-nya nggak karuan karena dicetak dari fiberglass dan sebagian besar komponen interior bawaan mobil udah nggak ada karena serba custom. Pokoknya parah banget deh mas,” beber Abi.


Lalu, gue pun kembali bertanya kepada Abi. “Terus, apakah ini adalah unit mobil yang sama, yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan seperti yang diceritakan itu?” Abi pun menjawab: “Iya mas.”


WTF?! Is it really?! Jujur, gue sedikit sulit untuk percaya dengan jawaban Abi tersebut. Karena, let’s face it, dari cerita yang dilontarkan Abi di atas, sepertinya agak mustahil jika akhirnya unit mobil yang sama bisa punya tampilan seperti yang sedang kita lihat saat ini.

I mean, first of all, look at the interior. Sebagai seorang car enthusiast, gue tahu betul bahwa mencari komponen interior OEM mobil itu terbilang sangat sulit. Even more, cerita Abi di atas bahkan menggambarkan bahwa dashboard bawaan mobil saja sudah berganti dengan dashboard bikinan yang terbuat dari fiberglass.

Tapi sebelum gue mengorek lebih jauh tentang bagaimana Abi bisa “melengkapi” mobil ini hingga menjadi mobil dengan kondisi yang decent, gue pengen tahu lebih dulu, kenapa akhirnya Abi membatalkan rencananya untuk menjadikan mobil ini sebagai mobil drag race.

Jawaban Abi pun kembali membuat gue tercengang. “Nggak ngerti mas, merasa tertantang aja untuk mengembalikan kondisi mobil ini sampai jadi mobil yang lengkap lagi,” ungkapnya. Gue rasa Abi ada kelainan deh. LOL! Just kidding, brother!

So there he go, pria berstatus mahasiswa yang kini menspesialisasikan dirinya dalam usaha jual-beli Honda Civic SR3 (Estilo) ini pun perlahan mulai memburu berbagai komponen yang diperlukan. “Kalau untuk sektor interior, saya dapat secara tidak sengaja terkait dengan musibah kecelakaan yang menimpa salah seorang teman saya. Kebetulan mobilnya Honda (Civic SR4 – Red) Genio dan kondisinya tidak bisa terselamatkan akibat kecelakaan tersebut. Makanya, interior mobil miliknya yang relatif masih berada dalam kondisi mulus akhirnya saya tebus dan saya pasang di mobil saya,” bebernya.


Sedangkan untuk sektor eksterior, Abi mendapatkannya dari berbagai sumber yang sepertinya akan terlalu panjang jika disebutkan satu-persatu. Setelah kondisi mobil sudah bisa dibilang lengkap, Abi pun mulai melakukan personalisasi terhadap mobilnya, baik pada sektor eksterior maupun interior, yang hasilnya sedang kalian lihat di feature kali ini.


Saat gue tanya mengenai cerita unik yang pernah dialami Abi bersama Honda Civic SR3 miliknya, Abi pun bercerita singkat.


“Karena kondisi jok yang terpasang di mobil sudah sangat buruk dan saya belum berhasil mendapatkan kursi OEM, saya sempat mengendarai mobil ini menggunakan dingklik (kursi kecil yang terbuat dari kayu – Red) mas. Miris banget kalau diingat-ingat sekarang. Padahal, saat itu sih rasanya senang-senang aja, karena lagi semangat mau bangun mobil,” tukas Abi seraya tertawa.


Well, at the end, dari pengalaman yang dijalani Abi bersama mobil kesayangannya ini, sepertinya ada satu hal yang menurut gue patut dijadikan contoh, khususnya bagi kaum car enthusiast, yaitu semangat Abi dalam menjalani proses resurrection terhadap Honda Civic SR3 miliknya tersebut. Karena, let’s face it, jika membayangkan kondisi mobil yang digambarkan Abi saat berpindah kepemilikan ke tangannya, gue sepertinya segan untuk menyentuh mobil tersebut, let alone mencari berbagai komponen OEM yang hilang.

Tapi tidak bagi Abi. Tekad besar, semangat dan rasa cintanya terhadap mobil yang baru ditemuinya itu, secara perlahan terus tumbuh semakin besar seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya membuat dirinya berani mendedikasikan waktu, tenaga dan biaya yang dimiliknya hanya untuk sekedar mengembalikan kondisi mobil itu hingga layak disebut sebagai mobil yang patut dibanggakan.

Semangat seperti inilah yang menurut gue patut dihargai dan diberi apresiasi sebesar-besarnya. Karena mobil yang patut dibanggakan, adalah bukan mobil yang semata-mata mampu menciptakan decak kagum bagi tiap pasang mata yang melihatnya, melainkan mobil yang mampu membuat pemiliknya merasa rela mencurahkan segala hal demi menciptakan sebuah kreasi yang berharga di mata sang pemilik, tanpa harus peduli dengan anggapan dan pandangan orang lain.

How about you?



One thought on “From Nothing To Something // Honda Civic SR3”
mantap abis bangun mobilnya broo. .. . kl boleh tau contact broo abi, kebetulan lg hunting2 estilo bahan di semarang. thx b4 goodrides