Close X featured image1

Function Over Everything // Toyota Corolla AE92

Gue sudah kenal Reza atau yang biasa disapa Echa Cae ini sejak lebih dari 8 tahun yang lalu. Dari awal perkenalan, gue lihat kalau Cae itu selalu naik Corolla AE92 berwarna coklat metallic, yang kini sudah berubah warna menjadi putih untuk menemani segala aktifitasnya, mulai dari mengantar istrinya, hangout, hingga kegiatan yang paling digemarinya, track day.

I must admit, kalo mobil ini memang mempunyai setup yang bisa dibilang mumpuni untuk diajak “bermain” di sirkuit. Hingga hari ini, gue memperhatikan kalau Cae itu terlihat begitu sayang dengan Corolla keluaran 1991 miliknya. Pasalnya,  gue kerap mendengar bahwa mobil ini sudah beberapa kali ditawar oleh orang tetapi Cae selalu menolak tawaran tersebut. Dari situ, perasaan ingin tahu gue timbul untuk bertanya secara detil mengenai hubungan antara dirinya dengan mobil yang terlahir sebagai tipe Grand Touring Injection ini.

“Memang gue nggak beli mobil ini dari baru, tapi gue tahu persis cerita mobil ini sejak keluar dari showroom hingga masuk ke garasi sohib gue,” jawab Cae saat gue tanya tentang alasan mengapa dia sayang banget dengan mobil miliknya itu.

Sedikit flashback, pada saat mobil ini masih di tangan sahabat Cae yang bernama Brevy, segala parts yang dibeli oleh sahabatnya itu merupakan arahan dari Cae. Susah payah pencarian parts di luar Indonesia pada masa itu merupakan perjuangan yang sangat sulit bagi keduanya.

“Beberapa parts seperti ducktail keluaran FOHA, lampu blakang USDM berikut lampu senjanya dan lampu plat nomer dibeli dari Amerika. Saat itu belum zamannya barang-barang dari Malaysia seperti sekarang,” kenang Cae.

Cae sendiri, di masa itu masih menggunakan BMW E30 Coupe sebagai kendaraan hariannya. Well, well, well, sebagai pecinta BMW, gue pun langsung bertanya tentang bagaimana nasib BMW miliknya kini, karena gue nggak pernah sekalipun melihat mobil itu hingga hari ini. “Gue jual mobilnya karena nggak enak buat harian, jarak antara pedalnya terlalu rapat,” ungkap Cae sambil bercanda. Jujur sih gue agak sakit hati mendengar pernyataan tersebut, apalagi Cae melepasnya dengan harga yang amat sangat terjangkau. “Gue sih sebenernya suka banget sama mobil itu, tapi mungkin memang nggak sejalan aja sama jiwa gue kali ya,” jelas Cae lagi.

Back to this white Rolla. Karena tuntutan kapasitas keluarga yang bertambah, akhirnya Brevy dengan sangat berat hati terpaksa menjual Corolla kesayangannya untuk menggantinya dengan mobil yang memiliki kapasitas bangku lebih banyak. Tanpa berlama-lama, Cae yang merasa mempunyai andil dalam langkah personalisasi mobil tersebut, langsung membelinya dan merawatnya hingga hari ini.

Meskipun begitu, setelah mobil tersebut pindah ke tangannya, Cae melakukan penggantian pada sejumlah parts penunjang  yang terkonsentrasi pada sektor performance, seperti pengerjaan port & polish pada bagian cylinder head dan pengaplikasian performance parts seperti exhaust manifold keluaran Genie Australia, TRD air filter, TRD spark plug wires, TRD clutch set, dan HKS Super Silent muffler.

Sedangkan pada bagian interior, Cae sudah merasa puas dengan hanya mengganti parts seperti Nardi Deep Corn steering wheel berdiameter 350mm dan Tech Art shift knob untuk menambah kenyamanan berkendara. “Untuk ukuran mobil tahun 90-an, mobil ini sih banyak banget keunggulannya. Salah satunya adalah fitur jok semi-bucket yang bisa diatur bagian sayapnya, lalu ada oil pressure dan volt meter gauges pada cluster bawaan mobil,” bangga Cae. “Udah gitu jarak pedalnya normal, nggak kayak E30 hahahahaha,” sambung Cae yang masih saja membanding-bandingkan dengan mobil terdahulunya. Please stop it Cae!

Last but not least, demi menunjang kemampuan mobil ini untuk dipacu di dalam track, Cae mengganti keempat velg bawaan mobil dengan satu set Enkei IRS berspesifikasi 15×6 ET38 yang dibalut dengan ban Yokohama Advan Neova AD07 berukuran 195/50/15. Selain itu, Cae juga turut mengaplikasi Carbon Lorraine brake padsbraided brake lines dan adjustable shock absorber buatan Koni yang dipadukan dengan coil spring buatan King Springs.

Cae juga bilang kalau dirinya berencana untuk melakukan repaint terhadap mobil yang sudah berulang kali membawa dirinya meraih gelar juara pada ajang kompetisi Time-Attack di sirkuit Sentul. “Berhubung mobilnya sudah berumur, jadi menurut gue sudah waktunya di-repaint. Rencana lainnya sih mau nambah mobil lagi, supaya mobil ini bisa disimpan,” ungkap Cae sambil menutup sesi interview bersama Goodrides.

Amin to that!

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (2)

2 thoughts on “Function Over Everything // Toyota Corolla AE92

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...