Close X feature image

Spending Quality Time With The Team // A Journey To BBQ Ride 2015

Hello there, goodfriends! How are you guys doin?

Ok, it’s been a while since my last write up. On behalf of the team, I would like to apologize for the lack of feature lately. It’s because me and the rest of the team are kinda busy preparing dis and dat. But we’re back on track now!

Buat kesempatan kali ini, gue akan mengangkat artikel tentang sebuah event yang sudah cukup lama berlalu. Selain karena kesibukan, tapi artikel ini nggak kunjung naik karena gue cukup bimbang, apakah artikel ini layak atau tidak untuk ditampilkan. Pertimbangan itu muncul akibat perjalanan kita untuk melakukan event coverage bertajuk BBQ Ride yang digelar di Balai Kota Bandung bisa dibilang gagal. Meskipun kami sudah bersiap-siap berangkat ke Bandung pada pukul 07:00 pagi, namun sepertinya perjalanan kami selalu saja terhambat oleh banyak faktor.

Tapi, at least menurut gue, di satu sisi, perjalanan yang sudah kita lakukan terlalu sayang untuk dibuang begitu saja. So, with amazing pictures captured by our multi-talented Mr. Dean Zen, gue memutuskan untuk, setidaknya, menggambarkan apa yang kami alami selama perjalanan menuju Balai Kota Bandung.

Jam 7 kurang, gue, Dean dan Dito sudah berkumpul di Apartemen Gandaria Heights yang dipilih jadi meet up point.

Sayangnya. Gue ulang. Sayangnya. Mr. Koma ini “lumayan” telat dari jam janjian yang udah kita set di hari sebelumnya. Tapi, siapa sih yang bisa marah sama dia..?

And so we went. Sejak keluar dari kawasan Gandaria, jalanan sudah merayap. Sesampainya di entrance tol JORR di Pondok Indah, rasa keki sama macet pun mulai bisa hilang.

Unfortunately, memasuki kawasan Bekasi, the traffic went like hell.

After miles and miles, selain lalu-lintasnya memang padat, kita pun menemukan ada kejadian ini. Ngerti sih, kecelakaan. Tapi bisa kali ya, mobilnya diparkir di bahu jalan dulu…

Goodluck deh sob 😀

Sayangnya, setelah itu, lalu-lintas nggak terlalu membaik juga, sampai akhirnya gue, Jodi dan Ricky minta Dito untuk berhenti di bahu jalan sebentar.

Nature calls, baby.

Setelah urusan selesai, perjalanan kita lanjutkan. Ride on, cowboy!

And the traffic went like hell. Again.

All the way to Cipularang.

Dito pun mematuhi rambu ini dengan menjaga kecepatan berkendara nggak lebih dari 40 km/jam. Karena nggak bisa!

Setelah cukup lelah karena macet, kita pun akhirnya menemukan salah satu penyebab lalu lintas sangat terhambat.

These cars had to face tragedy. Deep condolences to you guys 🙁

And the journey continues.

Di tengah perjalanan, kita juga sempat bertemu dengan presiden NuVolks, the famous Mr. Jetro Aditya.

Kita juga sempat melihat rombongan BMWCCI (FYI, di hari yang sama, BMWCCI juga menghelat event di Bandung), yang gue asumsikan bertoleransi menunggu rekan-rekannya yang tertimpa musibah sebelumnya.

Finally, fresh air!

Setelah menempuh perjalanan yang panjang tersebut, kita pun sampai di gerbang tol Pasteur.

Sadly, kita melihat E36 Cabriolet milik Ari Iriawan mengalami masalah.

Mobil Ari mengalami problem di sektor cooling system.

Kita pun sempat menemani Ari sambil dirinya menunggu bantuan. Tapi, layaknya di Top Gear. Setelah puas haha-hihi, Ari pun kita tinggal! LOL!

Next stop, berhubung jam makan siang sudah lewat akibat terjebak macet yang luar biasa sepanjang jalan, kita pun memutuskan untuk mengisi perut di Jl. Ciganea.

Setelah perut terisi dan sakit kepala hilang, kita pun melanjutkan perjalanan.

To made things even better..NOT. It started to rain..

Setelah berputar-putar dan jelas-jelas melihat tidak ada lagi lahan parkir, sama sekali, di dalam Balai Kota, kita pun memutuskan untuk berhenti di lahan parkir yang memadai, dengan tujuan, saat hujan berhenti, kita tinggal masuk ke Balai Kota dengan berjalan kaki.

And the waiting game is on.

Padahal lokasi acara di depan mata. Tapi hujan sepertinya nggak mau berhenti sama sekali.

Our goodfriend, Mr. Muda Mulyana juga sempat mampir ke tempat kami berteduh menunggu hujan, with his -maybe a future racer- son, Alif.

Setelah lama menunggu, hujan pun akhirnya berhenti. Tapi sayangnya, hari sudah mulai gelap 🙁

Tapi demi membayar kekecewaaan selama satu hari ini, kami memutuskan untuk tetap masuk ke kawasan Balai Kota Bandung untuk melihat suasana dan interaksi yang terjadi di BBQ Ride 2015, meskipun mayoritas peserta dan pengunjung sudah mulai bubar untuk pulang.

First thing that caught our eyes was this “naked” Beetle.

Then, this.

An old Pontiac.

Old Merc.

Pinstripped American muscle.

Fully customized Hot Rod, from that suicidal front end, chopped roof, to that lovely V8 engine.

This “Nomad Truck” also caught our eyes.

WORD!

F*ck trailer queen? Interesting! 😀

Yes, sir!

A tonner truck never looked this good.

No wonder, since we assumed that this truck is owned by one of the Terror Garage crew. Nice one, brother!

Food truck juga selalu muncul menjadi gimmick yang menarik di event seperti ini.

Sayangnya, hanya itu yang masih bisa kita nikmati di BBQ Ride 2015.

Right after that, kita pun kembali berjalan kaki menyusuri trotoar di sisi Balai Kota menuju lokasi dimana Dito memarkirkan Jeep WJ miliknya.

Dean juga sempat menangkap Datsun yang sepertinya baru saja loading out setelah berpartisipasi di BBQ Ride 2015.

Sementara Ricky, yang kini sudah berubah tampilan menjadi layaknya kaum urban, seperti biasa, sibuk sendiri dengan kameranya.

Kita pun akhirnya sampai ke mobil. Dito yang seharian harus nyetir karena nggak mau mempercayakan Jeep WJ kesayangannya ke orang lain pun terlihat mulai lelah.

Kalau Jodi sih sok-sokan capek doang.

Nah ini nih gara-garanya! Kalau si alien ini nggak telat janjian, mungkin ceritanya bisa lain!

Next stop, dinner!

Di tengah perjalanan, Dean juga sempat menangkap gedung parkir otomatis ini dengan kameranya. Interesting!

And, touch down!

Selamat makan!

Setelah perut terisi, kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Bensin? Amaaaannnn.

Ok, kali ini Dito yang harus transit karena panggilan alam.

Setelah driver sudah lega, kita pun melanjutkan perjalanan. Next stop, Gandaria Heights Apartment, dimana kita meninggalkan kendaraan masing-masing.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2.5 jam, akhirnya kami pun sampai di lokasi.

Meskipun kami merasa cukup kecewa karena tidak berhasil cover BBQ Ride 2015 secara lengkap, tapi at least gue, Dito, Dean, Jodi dan Ricky sudah menghabiskan sebuah quality time, yang belakangan ini cukup sulit dilakukan akibat kesibukan masing-masing yang semakin hari semakin padat.

As said in our tagline, this kinda trip definitely means having goodtimes, with our goodfriends, to see some of the Goodrides that caught in our eyes at BBQ Ride 2015.

Cheers!

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...