Ok, first of all, artikel yang akan gue tulis kali ini timbul menjadi a huge challenge. Kenapa ? Karena untuk artikel kali ini, gue diberikan kesempatan oleh Goodrides untuk menceritakan tentang mobil gue sendiri. Butuh waktu yang cukup lama bagi gue untuk menentukan materi apa yang akan gue tulis tentang mobil yang sudah menemani gue selama 14 tahun belakangan ini.
For a starter, mungkin gue akan menjabarkan lebih dulu mengenai bentuk personalisasi apa yang gue terapkan pada tampilan mobil saat ini. Nothing special about the specs actually. The wheels are currently measuring 17×9 inch +8mm offset on all corners. You might notice about the differences between the left side and the right side. Yes, they are different. Untuk sisi kanan, KZ is sitting on a pair of Remotec wheels produced by Aluline, and as for the left side, it sits on a pair of OZ Futura(s).
Nonetheless, I don’t do this in purpose. Ada cerita yang cukup pahit dibalik alasan gue mengaplikasikan dua tipe velg dengan desain yang berbeda di tiap sisinya. But to make the long story short, here’s the thing. I’ve once caught in an unpleasant situation caused by a drunk kid driving hingga menyebabkan salah satu velg Remotec yang terpasang di mobil gue mengalami kerusakan cukup parah. Luckily, a very good friend of mine is eager to lend me the Futura(s) sebagai pengganti sementara untuk Remotec yang rusak. The funny thing is, these two models had the exact same specification. Faktor inilah yang mendorong gue untuk mencoba mengaplikasikan desain velg yang berbeda di tiap sisi agar KZ muncul dengan karakter tampilan yang berbeda saat dilihat dari sisi yang berlainan. Seems fun, right ?
Sisanya, I just do what a car guy would do with them cars. I lowered the car and stuffs, termasuk mengganti jok, steering wheel, shift knob, head unit, audio system upgrades and so on.
Enough about the crap, karena esensi yang paling penting dari mobil ini justru tidak berkaitan dengan tampilannya saja. It is more than that. Mobil ini sudah tumbuh menjadi salah satu benda yang paling berpengaruh dalam kehidupan gue as a car enthusiast. Seperti yang mungkin sudah diketahui oleh sebagian orang, mobil ini sudah mengalami begitu banyak transformasi sepanjang 407 ribu kilometer perjalanannya yang dipicu oleh satu tujuan kecil : Make the car stands out among others.
Kenapa gue punya ambisi yang begitu besar untuk melakukan hal tersebut ? Karena saat almarhum bokap gue menghibahkan mobil ini untuk gue gunakan sebagai alat transportasi sehari-hari, I was slightly disappointed. Di era yang sama saat gue diberikan keleluasaan untuk menggunakan mobil ini sebagai kendaraan pribadi, mayoritas teman-teman sebaya gue di sekolah sudah diberikan mobil yang jauh lebih muda dan modern dibanding Corolla SE produksi tahun 1987 ini. Bahkan jika ada mobil yang sejenis pun, my car was born to be the lowest model dengan segala fiturnya yang minim dan mesin 1300cc yang relatif under-powered.
Meskipun begitu, orang tua gue mengajarkan gue untuk selalu bersyukur. So there I go, I’m not supposed to ask for more from my parents. At that time, I’ ve got to live with this old and obsolete car. Sejak saat itulah, perjalanan membangun karakter mobil ini dimulai. Passion dan semangat gue yang besar dalam melakukan personalisasi mobil juga telah membawa gue untuk mengenal sejumlah karakter orang dengan passion yang sama, yang kini telah tumbuh menjadi lingkungan terdekat gue. Seiring berjalannya waktu, I’m spending most of my time doing goodtimes with my goodfriends, creating our very own, goodrides.
I must admit though, pandangan gue yang mungkin terasa terlalu berlebihan ini, tak ayal, muncul karena sejak kecil gue sudah tumbuh menjadi seseorang dengan ketertarikan yang begitu besar terhadap mobil dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
It might sounds cheesy, tapi perjalanan dalam melakukan personalisasi terhadap mobil gue inilah yang menurut gue telah membangun karakter yang cukup kuat bagi KZ. No matter how the car looks, tiap kilometer perjalanan yang gue lalui bersama mobil ini secara perlahan telah menjadikan mobil ini sebagai sebuah identitas yang sulit dipisahkan dengan Adhi sebagai seorang pribadi. Inilah salah satu alasan kenapa gue menggunakan nama “Adhi KZ” sebagai nickname kebanggan gue.
Disamping itu, seperti yang dapat terlihat, KZ juga tidak muncul sebagai mobil yang super sleek and clean layaknya mobil-mobil lain yang punya nasib lebih beruntung dari KZ. Di sekujur tubuh KZ terdapat begitu banyak cacat dan luka yang membuat mobil ini terlihat kurang sempurna. But that’s life right ? Those scars and wounds reflects who you are and what you’ve been through in life. The very same thing happened to KZ.
So here it is, my very own ride that have turn into a character that represents me as a guy who is constantly being in love with his car.
Last but not least, I would like to say thank you to my old man in heaven for giving me such a great legacy.
I love you, dad.




3 thoughts on “The Journey // Toyota Corolla EE90”
Always make me feel to read it…more than once time…My idol “AdhiKZ”…Keep rollin it bro…!!!