Bagi pasangan yang akan menjalani proses pernikahan, mobil yang mengantarkan sang pengantin ke pelaminan tentu mempunyai peran yang sangat penting. Even more, bagi seorang car enthusiast. So, what else is better than making the car you love the most into your wedding car? And yes, this is what Audi Wajong did when he is getting married!

I believe most of you has known Audi Wajong, the sick person behind the famous slammed X-Trail.

Saat gue lihat hasil foto Eka dari photoshoot yang dilakukan sesaat sebelum Audi menjalani proses sakramen pernikahan bersama Jessica Laurent yang kini telah berstatus sebagai istrinya, seketika gue melihat sebuah emotional bonding kuat yang terjalin antara Audi dan X-Trail miliknya ini.

How can I not? Sebelum momen bahagia ini, gue sudah mengenal Audi dalam kurun waktu yang cukup lama dan memperhatikan setiap langkah refinement yang dilakukan Audi terhadap SUV miliknya tersebut. Dan kini, setelah melewati berbagai ups and downs yang dialaminya bersama sang X-Trail, mobil kesayangannya ini berhasil mengantarkan Audi ke salah satu momen paling bahagia dalam hidupnya.

Nah, bicara tentang mobilnya sendiri, sejak pertama kali gue lihat X-Trail milik Audi ini, bahkan dengan kondisi ground clearance yang masih lebih tinggi daripada seperti yang terlihat saat ini, gue harus mengakui bahwa pengorbanan besar yang dilakukan Audi dalam menjalani proses trial and error di berbagai sektor demi menciptakan tampilan SUV dengan karakter yang unik seperti ini, akhirnya menjadi identitas yang sepertinya tidak dapat dipisahkan dari seorang Audi Wajong.

“Pada dasarnya sih emang gue penasaran aja. Saat melihat banyak teman di lingkungan gue melakukan personalisasi dengan konsep aggressive fitment, gue jadi terpikir untuk membuat sebuah SUV dengan konsep tampilan sejenis. Awalnya sih teman-teman gue agak meragukan –rencana out of the box– gue ini. Tapi karena tekad gue udah bulat, jadi gue tetap berusaha merealisasikan ide gue ini,” kenang Audi.


Meskipun begitu, Audi mengaku bahwa proses customization yang dilakukannya demi menciptakan tampilan yang diinginkan, berlangsung secara long term. “Selama perjalanan itulah, gue sudah mengalami banyak suka dan duka bersama si X-Trail. Jadi buat gue, mobil ini sudah bukan hanya sebuah kendaraan saja, tapi sudah gue anggap sebagai teman hidup,” ungkapnya serius.



Saat gue tanya mengenai tantangan terbesar dalam menciptakan tampilan aggressive fitment dengan ground clearance minimum pada sebuah SUV, jawaban Audi pun sesuai dengan ekspektasi gue, dimana kesulitan terbesar terletak pada proses customization di sektor suspensi serta beberapa langkah penyesuaian lain pada bagian under carriage. “Pokoknya banyak deh. Bahkan ada saat dimana gue harus bolak-balik setiap hari selama kurun waktu satu bulan ke workshop kepercayaan gue demi menghasilkan fitment yang sesuai dengan keinginan gue,” bilang Audi seraya terkekeh.


Tidak hanya itu, sejumlah bagian subframe pada X-Trail milik Audi ini bahkan harus mengalami berbagai pemangkasan agar mampu memberikan ruang gerak lebih kepada seluruh komponen suspensi. Not to mention the fenders yang tentunya sudah mengalami proses wide body serta radius untuk menyesuaikan velg HRE 549 berspesifikasi 20×9/10.5 yang dianggap Audi paling match dengan X-Trail miliknya.

Mengenai pilihan warna, Audi sendiri mengaku dirinya sangat menyukai warna biru. Walaupun begitu, Audi setidaknya sudah dua kali merubah warna biru yang melekat di mobilnya. “Sebelumnya gue labur sama Mauritius Blau dengan kombinasi velg chrome. Setelah itu, mobil kembali gue labur dengan warna Interlagos Blau karena gue anggap lebih menarik,” tukasnya.



Nonetheless, Audi juga mengaku pernah mengalami saat dimana dirinya merasa jenuh ketika mobilnya harus berada di workshop dalam waktu yang sangat lama akibat ubahan massive yang dilakukan di berbagai sektor demi mengakomodir keinginan Audi.

“Saat itu kepikiran banget untuk di jual, tapi teman-teman terdekat gue terus memotivasi gue. Bahkan suatu hari, X-Trail sampai muncul di mimpi gue. Ha..ha..ha,” kenang pria yang kini sudah memiliki satu anak ini.

Tapi pernah bayangin nggak, kalau saat itu mobil Audi justru ternyata berpindah tangan dan Audi nggak pernah bisa ketemu lagi dengan si X-Trail..?

Gue yakin, hidup Audi nggak akan terasa lengkap seperti saat ini 🙂



Comments