Pada awalnya event ini hendak digelar di Pusat Pelatihan Multifungsi milik POLRI yang berada di Cikeas. Namun berhubung ada kegiatan kenegaraan dimana tempat tersebut secara mendadak akan digunakan untuk latihan Brimob yang akan diberangkatkan ke Sudan, maka pada h-4 kita harus mencari tempat baru sebagai pengganti lokasi tersebut.
Yes, that’s the story behind the prep.

Beruntungnya, kami masih bisa mendapatkan tempat pengganti untuk melanjuti event yang sudah diselenggarakan pada dua minggu sebelumnya. Gas In Flat Out Vol.3 dengan tema Autocross akhirnya diselenggarakan pada tanggal 28 Agustus 2016 di parking area milik Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang terletak di daerah BSD.

Walaupun tidak memiliki permukaan semulus lapangan multifungsi POLRI yang berada di Cikeas, lahan dengan konfigurasi coneblock seluas 3,5 hektar tersebut kita pergunakan semaksimal mungkin.

Tentunya dengan desain layout lintasan yang bisa dibilang cukup adil bagi lebih dari 50 mobil dengan berbagai macam jenis yang datang meramaikan adu ketangkasan kali ini.

Dengan begitu, kami berharap mobil dengan power besar ataupun kecil dengan layout FWD, RWD, ataupun RWD dapat bersaing secara kompetitif.
Sebagaimana aturan autocross yang seharusnya, kamipun juga memberikan penalti bagi para partisipan yang menjatuhkan atau menabrak cone dengan penambahan waktu sebanyak 2 detik.
Sedangkan bagi para partisipan yang keluar ataupun melawan arah dari lintasan yang ditentukan akan diberi penalti sebanyak 20 detik.
It’s quite challenging!

Gue-pun sebagai panitia yang sudah tau dan turut merancang bentuk layout tersebut terpancing untuk menjajal dengan Mitsubishi Evolution X milk Ogit ini. Hasilnya, gue cukup kesulitan dengan rintangan yang ada. LOL!

Dengan begitu bisa kalian bayangkan bagaimana tantangan yang dihadapi oleh para partisipan yang hadir pada hari ini kan?

Regi Fiandisa dengan menggunakan Subaru Impreza WRX STI berhasil mencatatkan waktu terbaiknya hari ini.


Disusul oleh Reza dengan Mitsubishi Evolution VIII MR.


Dan tidak ketinggalan ada juga Reza Alvin Adhitya dengan menggunakan Mercedes Benz W124 berhasil memposisikan dirinya tercepat setelah kedua boosted AWD di atas.


Selain itu, masih ada awards lain yang kami bagikan antara lain “Best All Wheel Drive” Ahmad Fadillah Alam dengan menggunakan Subaru Impreza WRX STI.


Lalu untuk kategori “Best Rear Wheel Drive” dimenangkan oleh Evan Shih dengan menggunakan E36 yang biasa ia gunakan untuk balap touring di Sentul.


Last but not least ada “Best Front Wheel Drive” yang dimenangkan oleh Ananto Budi Prabowo dengan Honda Jazz.


Seems like everyone had a good times here in our Autocross track.
Walaupun kami juga mengakui kalau pilot project ini masih mempunyai kekurangan antara lain dari cone block surface yang tidak rata.

Selain itu cone dengan jumlah 150 unit ternyata masih kurang bisa mengakomodir lintasan yang telah kita rancang. Kray!
But we’ll do it way much better next time!
Gue mewakili Goodrides berharap dengan digelarnya event autocross hasil kerja sama antara Goodrides dengan PT Pertamina (persero) ini dapat menggali potensi dan bibit baru dalam cabang motorsport ini. Besar pula harapan Kami untuk bisa memperluas dan memperbanyak gelaran serupa sehingga Autocross dapat berkembang dengan pesat di tanah air.
So, see you on our next event!
Adios!
Anyways, gue masih mempersiapkan satu artikel lagi terkait acara ini. Jadi bagi kalian yang nggak bisa menemukan foto mobil kalian di sini jangan sedih, stay tuned for the next post with a huge amount of photos! 😀




Comments