Rasanya cukup lama bagi kami para pecinta motorsport di cabang drift tentunya yang sudah haus akan international event sekaliber Formula Drift kembali digelar di Jakarta. Terakhir kali Formula Drift diadakan di Jakarta pada tahun 2012. Gue juga ingat betul, di event internasional terakhir yang gue ikuti itu juga bertepatan dengan ulang tahun gue. It’s been 3 years!

However, di awal tahun 2015 lalu, saat gue didaulat untuk menjadi juri di semua season Achilles Motorsport Festival (AMF), gue mendapat “bocoran” bahwa pihak penyelenggara akan menghadirkan event yang lebih grande di penghujung tahun. “Kita akan mendatangkan ADGP,” ungkap Pak Zein Saleh selaku Marketing Manager Achilles di sela-sela chit-chat bersama gue ketika gelaran AMF putaran pertama berlangsung.

Ucapan tersebut kemudian benar-benar dibuktikan oleh pihak Achilles di akhir tahun 2015, dimana ADGP diselenggarakan sehari setelah putaran terakhir AMF 2015 rampung. As far as I know, ADGP itself stands for Australian Drifting Grand Prix, sebuah badan penyelenggara kompetisi drift nasional di Australia yang sudah berdiri sejak tahun 2011 lalu. Tapi, berhubung event kali ini diselenggarakan di luar negeri Kangguru, jadi huruf “A” di sini diganti menjadi “Asian”. Didukung oleh seluruh crew asal Australia dari Australian Drifting Grand Prix, event Asian Drifting Grand Prix ini digelar untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di kota Jakarta.

Beberapa drifter papan atas seperti Daigo Saito, Robbie Nishida, Andy Gray serta beberapa Australian drifters seperti Rob Whyte, Brandon Greaves, Chris Day dan Brent Gordon juga didatangkan oleh pihak Achilles sebagai representatives untuk bertarung di ajang ini. Selain itu, mengingat GT Radial juga mempunyai drifter andalan dengan prestasi yang sangat baik di ajang ADGP, mereka pun ikut mendatangkan Josh Boettcher. Namun ternyata, dirinya hadir bukan untuk berkompetisi melainkan menjadi satu dari 3 judges dalam gelaran tersebut.

Anyways, semua foreign drifter tersebut datang dengan mobilnya masing-masing. So, I believe it’s gonna be fun and attractive!

Selain cuaca cerah yang membuat kita bisa melihat kepulan asap ban dari mobil-mobil drift di dalam track, ADGP juga dikemas dengan lebih meriah ketimbang AMF. Disamping hadirnya berbagai booth, di pinggir track juga terlihat gelaran exclusive car meet dengan tajuk Elite Battle Royal.

Berhubung Goodrides ikut terlibat sebagai media partner di event ADGP, jadi kita ikut meramaikan acara dengan membuka booth yang kita gunakan untuk menjual beberapa merchandise keluaran terbaru.

Untuk menghindari resiko terlambat, maka tim Goodrides pun memutuskan untuk menginap di hotel yang berada satu area dengan JI Expo, Kemayoran.

Luckily, untuk beragam perangkat booth yang dibutuhkan, kita didukung penuh oleh our goodfriend dari TOP 1, the soon-to-be our main sponsor for several events in 2016.

And this is Mr. Rindra, the man behind Top 1 Indonesia.

Kebetulan mobil gue dan beberapa mobil lainnya juga dipakai oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa car detailer sebagai showcase mereka untuk memperkenalkan produk paint protection terbarunya berupa coating.

Namun kenyataannya pada hari-H mobil gue malah bermasalah dalam registrasi Elite Battle Royal. Bahkan masih ada mobil yang belum dikirim ke venue hingga acara selesai.

Belum lagi, persiapan mobil gue yang belum lengkap, seperti lip M-Tech yang tidak dipasang dan hanya digeletakkan saja di dalam mobil. Imma bit pissed but I’m tryin’ not to do any stupid reaction. So, yea. IDGAF.

Masih bersyukur setidaknya masih ada anak buahnya yang datang untuk take care mobil gue di sana, walaupun mereka sendiri juga datang atas kesadaran sendiri and had no idea why they lost contact to their boss.

Meanwhile, gue dan yang lainnya sembari mempersiapkan booth kita sendiri.

Setelah booth lumayan ready, gue dan Dito memutuskan untuk berjalan-jalan ke paddock area. Berbeda dengan AMF, kali ini penjagaan diperketat. Sehingga ada beberapa tempat yang harus menggunakan ID tertentu untuk menghindari masuknya orang yang tidak berkepentingan di tempat tersebut.

We got Fadil!

The man who still rocking our name on track.

The man who always push the car to it’s limit.

The man who don’t give a f*ck of everything.

Setelah itu ada Rio SB dari GT Radial Drift Team dengan A31-nya yang mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang. Keuntungan menggunakan konstruksi semi-tube seperti ini adalah dapat meminimalisir penyebaran kerusakan akibat impact ketika terjadi contact, baik dengan mobil lain atau dengan concrete wall. Tapi, sekalinya ada contact, bisa langsung rontok semua kayak gini.

Brent Gordon’s LS2 powered S14. Suara dari 6.0L 500HP V8 nya sih gurih banget!

Here’s Andy Gray with his wife, Emily. Kalau kalian inget trip gue ke Ebisu yang lalu, dimana ada banyak mobil dengan spesifikasi ready to drift di sana. Yes, this is the man behind PowerVehicles yang ada di Ebisu. Kebetulan dia datang ke sini dengan salah satu dari sekian banyak JZX100 yang dia miliki.

Berhubung MC sudah melakukan announcement bahwa waktu practice sudah dibuka, maka dia pun langsung tergesa-gesa mengarahkan mobilnya ke garis start.

Dengan berangkatnya Andy ke dalam track, gue dan Dito memutuskan untuk sightseeing ke area Elite Battle Royal yang sudah lumayan terlihat sibuk para pesertanya untuk memarkirkan mobil mereka masing-masing.



Riswan lagi mantau apa Wan?


Andy juga lagi mantau apa Ndy?


Now, let’s check out the cars. Starting with this C63 AMG. Such a beast!

Followed by another V8 beast, this time from team Munich.

On to this beautiful Porsche Cayman.

Can you guess the owner by looking at the license plate?

Next, is a murdered out E-Class cabrio.

Parked next to it, is this raaddd Audi R8.

Nice and neat IS350, gue suka banget mobil ini!

Kayak kenal..

Andy’s infamous G35.

Bronto’s new toy.

It’s always nice to see an aired out ride like this 350Z.

Another interesting sight is Bagas’ SXE10, fully equipped with TRD parts.

While this one, is quite a rare sight. An E81 on a set of SSR Professor.

I dig on these Civics. Nicely done.

Bintang’s daily driven MKV.

Baws status, CL on a set of ADV1.

Hot hatches!

Moose MKVI.

Brami’s NCP91 looks so damn bright!


As what BTX stands for. It’s Born To Be Xtreme.

So, yea.

Bimo’s. My own personal favourite E90 around Jakarta.

By the look of it, it should be a track ready STI.

Adhi Mulya’s Rocco looks match with Dito’s Vest.

I think this one considered as the show stopper.

Gue nggak tau mesti mulai dari mana, gue suka semua sudut dari FD3S ini.

Rad AF!

On the other side, we got some Bippus and neat european cars.


Bippu represent! Adit’s Bippu Crown!

Kalo yang satu ini, nggak kalah keren. Soalnya ikut Gas In Flat Out! Hahaha..

These Bippus are definitely goin’ all ouutt.

Another rare sight, a slammed X3.

Stanced Euros represent.

Dayum, this thing is too clean man!

Diggin’ this W211’s colour.

A fat looking R129 on MAE.

W204 on Rotiform R115.

Euro themed styling W203. Nice!

This thing literally sit on the ground.

A good looking aired out E46.


Godwheels and Familia Garage represent.

Kata yang punya, pecel lele setengah mateng.

Accord on a set of Durandal.

Joe “SpeedTuner”‘s famous Blueby.

Bowie’s -now boosted- Yaris.

Another Yaris from different generation, Akram’s track ready NCP91.

Dhan-dhan’s ZN6.

Will be featured on our site, soon.

Vendi’s M3 GT.

Sementara itu, suasana terik yang diiringi suara high revving serta decitan ban dari dalam track langsung mengingatkan gue bahwa gue sedang berada di sebuah acara drift. Jujur, mobil-mobil keren di Elite Battle Royal ini membuat gue distracted yang bikin gue nggak terlalu ngikutin kegiatan di dalam track.

Jadi, gue rada bingung sebetulnya, sekarang sudah sampai di bracket mana? Ini siapa lawan siapa? Lho kok si itu udah nggak ngantri di starting line lagi? Dan seterusnya. LOL!



Lunch break time!

Berhubung sudah lumayan lapar, jadi kita juga ikutan istirahat untuk makan siang.

Just like these Malaysian guys yang kemarin juga jadi juri bareng gue.

Di tempat makan siang kita juga ketemu one of our official MC, Diandra Gautama, yang pada saat itu sedang bertugas menjadi host untuk salah satu segmen otomotif di stasiun TV swasta lokal.

Meanwhile, Fadil datang ke tempat makan dengan mengendarai air wheel yang udah sukses membuat Dito, Eka dan Aldo penasaran.

Ternyata nggak segampang kelihatannya. Lumayan susah untuk menyeimbangkan badan supaya nggak jatuh.

Hasilnya, kadang yang nyobain agak terlihat retard aja. LOL!

Termasuk yang satu ini.

Asli, susah berhenti ketawanya. LOL!

Sembari melihat keadaan sekitar, gue baru sadar kalau pada saat break itu juga diselingi dengan autograph session. Sesi ini merupakan sesi dimana seluruh pengunjung dapat mengoleksi tanda tangan dari seluruh drifter yang bertanding pada ADGP 2015 ini.

Seluruh pengunjung means seluruh orang yang ada di dalam venue, termasuk para R/C drifter yang rela mengantri dalam barisan demi mendapatkan tanda tangan drifter idolanya di body R/C-nya







Gue mendengar berita bahwa Andy Gray kehilangan tas yang berisi passport dia dan istrinya serta sejumlah uang serta barang berharga lainnya.

Tapi secara profesional, dia sama sekali nggak menunjukkan bahwa dirinya sedang cemas. Mungkin kalau gue ada di posisi dia, belum tentu gue bisa sesantai ini.

Anyways, to someone who stole his backpack, fuck you! Gue sumpahin loe ketimpa sial seumur hidup.


Achilles Top Tier Drifters.

GT Radial Drift Team.


Di dalam antrian juga terlihat ada Rifat Sungkar bersama Mayka.

Such a cute happy family.

As cool as his dad.

Setelah autograph session selesai, para drifter pun diminta untuk kembali ke paddock masing-masing dan mempersiapkan mobilnya untuk lining up.

Disini gue juga baru dengar kalau Daigo Saito tidak bisa melanjutkan pertandingan karena mesin 2JZGTE pada JZX100 miliknya jebol. Imma sad fan.

Let’s go back to the track.

I dunno what to say, but this is the example of world class drifting game. Period.

Here are some of the best battle moments.
























































Setelah battle usai sampai ke babak final, para peserta Elite Battle Royal pun didaulat untuk melakukan parade ke dalam track.

Parade itu juga dijadikan tanda bahwa sirkus pada hari ini telah selesai.










Sampai sekarang, gue masih berharap besar semoga drift motorsport scene di Indonesia tidak akan mati.

Gue juga masih berdoa semoga akan ada sirkuit-sirkuit lainnya yang bisa digunakan selain Kemayoran ini.
Should we say Amin?.

Race Result:
ADGP INDONESIA 2015
1st Brandon Greaves
2nd Rob Whyte
3rd Emmanuel Adwitya Amandio
BONUS IMAGES




















Comments