Ok, here’s our second part of the coverage. If you haven’t read the first part, you can read it here.
After a super long night with our goodfriends, kami pun akhirnya bisa beristirahat. Karena tidur dengan kondisi “tumbang”, masing-masing dari kami pun tidur dengan nyenyaknya.

Seperti Dito yang tidur nyenyak dengan manisnya,

Ricky dengan posisi yang prihatin

dan Yahya yang tidur dengan gaya bebas.
Menjelang pagi hari (actually siang sih), kami akhirnya mulai bersiap menjalani hari kedua kami di Semarang.

Tapi karena malam sebelumnya kita lumayan “tumbang”, jadi meskipun kita sudah bisa membuka mata, tapi kita merasa masih butuh waktu buat bersantai sedikit di hotel.


Karena telat bangun, kita pun nggak berhasil makan breakfast yang disediakan oleh hotel. Untungnya, malam sebelumnya kita sudah mengisi lemari dengan pasokan makanan yang (kita kira) cukup.

And look at this. Sisa perjuangan tadi malam. LOL!

Untuk mengisi waktu, gue juga berusaha menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang tertunda.

Unfortunately, this bloody hotel didn’t provide us with a decent internet connection!

Setelah lewat pukul 15:00, kita pun sudah diberi kabar bahwa kita akan dijemput dan kami pun mulai bersiap-siap.

Sayangnya, karena Ricky masih punya banyak sekali pekerjaan tertunda, jadi dia memutuskan untuk stay di hotel demi menyelesaikan pekerjaannya. Poor you, buddy… Not!
And off we go! Next stop, Soto Bangkong!

Mengingat kita belum berhasil makan santapan yang proper, jadi kita lumayan kalap saat makan di Soto Bangkong.

Setelah puas mengisi perut, kita pun kembali beranjak. Kali ini, agenda kita adalah melakukan coverage terhadap Toyota Corolla AE101 milik Adit. Meskipun begitu, kita masih belum mengetahui dimana lokasi yang akan dipilih untuk photo shoot. Tapi sesaat setelah sampai di lokasi yang terletak di sebuah marina dekat sirkuit Tawang Mas, kita pun merasa cukup terpana.

How can you resist a spot like this?

Not to mention the sun setting at the background.

Nggak mau kehilangan golden hour yang berharga, Eka pun segera setting peralatan fotografinya yang sophisticated tersebut.

Meanwhile, Dean berkelana ke berbagai penjuru untuk capture pemandangan yang indah ini.

Begitu juga Dito.

Selain pemandangan laut dengan background matahari terbenam, lokasi ini juga memiliki pemandangan seperti ini.

Eka sendiri sudah mulai melakukan eksekusi foto.


Sementara menunggu Eka melakukan photo shoot, kita pun mengisi waktu dengan melakukan chit-chat dengan semua yang hadir di situ.


Karena jadwal coverage selanjutnya adalah Honda Civic SR3 milik Abie, jadi dia pun mempersiapkan mobilnya dengan membersihkan debu menggunakan kemoceng yang selalu tersedia di dalam mobilnya.

Setelah membersihkan mobilnya, Abie pun ngobrol-ngobrol sekaligus brainstorming tentang Honda Civic dengan Yahya yang juga (pernah) punya Honda Civic SR3.


And I guess Yahya kinda miss his Civic 😀

Tanpa terasa, sore pun mulai berganti menjadi malam.

Eka sendiri juga bilang kalau dirinya sudah selesai melakukan photoshoot. But the day’s not over yet. Kita masih harus melanjutkan agenda sesuai jadwal, yaitu melakukan photo shoot Honda Civic SR3 milik Abie yang sebelumnya gagal karena insiden pengusiran oleh pria berseragam loreng yang memang bertugas menjaga lokasi tersebut. Luckily, hari ini, Abie dan Adit sudah meminta izin kepada para pria berseragam loreng tersebut untuk melakukan photo shoot. So, we’re heading to that very same spot once more!

Kita sendiri sampai di lokasi pada pukul 19:19 dan hanya mendapat izin untuk melakukan photo shoot hingga pukul 21:00.


Tentunya kita nggak dilepas begitu saja. Pria berseragam loreng itu pun mengawasi selama proses photo shoot berlangsung. LOL!


Tapi namanya fotografer sejati, Eka sih sama sekali nggak merasa terintimidasi karena dijagain pria berseragam loreng. Goodrides FTW! LMFAO!

Sementara, untuk mengisi waktu selama sesi photo shoot berlangsung, gue melakukan interview dengan Adit untuk mencari tahu tentang latar belakang cerita antara dirinya dengan Toyota Corolla AE101 miliknya.

Geez, I look fat tho! *sigh

Setelah sesi photo shoot usai, kita pun meminta Abie untuk menempelkan sticker dengan hashtag Goodrides yang kita berikan untuk tiap mobil yang sudah kita cover. Next stop, dinner!


Untuk makan malam kali ini, kita di ajak makan di Nasi Gudeg Jogja Bu Anik. Yes, it spells Anik instead of Ani.


Seperti biasa, Yahya pun berusaha memenuhi rasa laparnya dengan memeriksa seluruh menu yang tersedia. LOL!


Bayu dan Adit sendiri juga terlihat lapar. Sorry guys, jangan-jangan selama sesi photo shoot kalian semua udah nahan lapar ya? LOL!

So here’s our dinner.

Selamat makan!

Berhubung gue melihat ada tempat yang jual makanan pencuci mulut berupa semacam es campur, jadi gue pesen itu buat makanan penutup 😀

Setelah makan malam, kita pun di antar kembali ke hotel.

Tapi itu hanya untuk sekedar membersihkan diri, karena setelah itu, kita akan kembali dijemput untuk hang out di Jalan Pandanaran dimana para panitia JAVFEST 2014 mengadakan pre-meet up di lokasi tersebut. So, setelah semuanya selesai mandi, kita pun siap berangkat ke Jalan Pandanaran. Sesampainya di sana, I was pretty shocked by the massive crowd!





Rupanya, selain memang digelar pre-meet up, Jalan Pandanaran ini juga dikenal sebagai lokasi kumpulnya para car enthusiast saat menghabiskan waktu di hari Jumat. Kita pun banyak berkenalan dengan para car enthusiast yang sedang berkumpul di situ.






Selain jumlah crowd yang hadir, gue pun cukup tercengang dengan bentuk personalisasi mobil yang sangat beragam. From (of course) lowered cars,









camo-ed Toyota FJ40,

to this beautiful Jeep!


Selain itu, mata gue pun sempat tertuju kepada sebuah Honda Jazz GE8 dengan ground clearance yang sangat minim.

I can’t even slide my shoe under the side skirt. Wicked!

Setelah puas hang out di Jalan Pandanaran, para car enthusiast ini pun mengajak kita mengisi perut lagi. Kali ini di Kucingan Pak Gik yang kebetulan lokasinya berada di bagian belakang MG Suites Maven Hotel, tempat kita tinggal selama di Semarang. Ajakan ini tentu kita sambut dengan senang hati.


Kucingan ini sendiri, kalau di Jakarta, cukup dikenal secara populer dengan sebutan “nasi kucing”. Whatever the name is, let’s eat anyway!



Setelah puas makan, waktu pun sudah menunjukkan pukul 04:00 dini hari. Ini artinya kita harus segera kembali ke hotel untuk beristirahat, mengingat besok kita masih punya jadwal yang padat. But first, let us take a selfie!

Sesaat sebelum pulang, gue sempat penasaran dengan Toyota Starlet Ep81 yang terparkir di pinggir jalan milik M Abdul Hakim, salah satu car enthusiast yang juga ikut makan bersama kita. Rasa penasaran gue ini muncul karena Starlet berwarna mint ini bisa punya ground clearance yang sangat minim. Jauh lebih pendek daripada Starlet gue saat menggunakan coilover TRD dengan setup yang paling rendah. Honestly, gue pikir mobil gue udah pendek banget, ternyata setelah lihat Starlet ini, gue merasa dizolimi. LOL! Karena itu, gue dan Yahya menyempatkan diri untuk mengambil foto mobil ini sesaat sebelum pulang.

Sesampainya di hotel dan membersihkan diri, gue pun segera menjatuhkan badan gue di tempat tidur.

Begitu juga dengan Ricky yang tidur dengan posisi layaknya udang. Bedanya, dia langsung tidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Maklum alien. LOL!

Dean dan Dito? Mereka jelas membersihkan diri terlebih dahulu. Meskipun begitu, posisi tidurnya Dito sih jauh lebih kacau daripada Ricky. LMFAO!

Setelah tertidur cukup pulas, sekitar pukul 12:00, kita semua pun baru mulai terbangun.

Eka yang rajin pun segera mandi, meskipun setelah itu dia bersantai dulu sambil menghisap sebatang rokok.

See, meskipun sekarang udah getol banget vaping, tapi tetep aja dia nggak bisa ninggalin kebiasannya merokok. Bro Eka, you must admit, kalau rokok itu memang lebih nikmat! Coba aja tanya Yahya.

Hari itu, kita juga kedatangan tamu istimewa dari Jakarta. Tamu yang dimaksud adalah Wina, istri dari Yahya, yang hari itu berniat menyusul kita untuk menjalani liburan singkat di kota Semarang. Wina sendiri datang dengan dijemput Yahya di bandar udara Ahmad Yani pada pukul 09:00 pagi.

Sementara, siang itu Dean sudah mengatur jadwal dengan Shindu, pria yang dipercaya untuk merawat BMW E30 low mileage milik Mr. Djoko untuk kita cover pada hari itu. Untuk menghemat waktu, gue pun langsung bersiap-siap mandi.

Setelah selesai, kita pun segera mendorong Ricky untuk mandi juga. Ricky pun mengaku badannya terasa lengket dan langsung memutuskan untuk masuk ke kamar mandi. Nah, saat Ricky lagi mandi, Eka pun iseng-iseng membuka pintu kamar mandi. And you know what?! Ricky lupa mengunci pintu kamar mandi!! Jadi, bagi kalian yang berniat melihat foto di bawah ini, please do prepare yourself for the worst! ROTFL!!

Setelah semua siap, kita pun sepakat untuk ketemuan dengan Shindu di Graha Candi Golf pada pukul 17:00 untuk melakukan coverage. Lokasi itu sendiri dipilih karena dekat dengan tempat tinggal sang owner. Maklum, Mr. Djoko tidak ingin mobilnya berjalan terlalu jauh, mengingat BMW E30 miliknya baru mencatat 3,xxx KM pada odometernya. Awesome, right?

Sesampainya di lokasi, kita pun langsung disambut oleh Shindu dan seorang rekannya.

Beruntung bagi kami, meskipun terpaksa mencari tempat yang dekat dari tempat tinggal Mr. Djoko untuk melakukan photo shoot, tapi lokasi tersebut menyediakan scenery yang luar biasa.


Sementara Eka mempersiapkan peralatan fotografinya, kita semua pun segera mengabadikan momen menggunakan kamera masing-masing dari berbagai angle berbeda yang kami yakin bisa menghasilkan sebuah foto yang artistik.

Usai melakukan coverage BMW E30 ini, kita pun melajutkan perjalanan ke GOR Jati Diri yang merupakan tempat dimana JAVFEST 2014 akan diselenggarakan keesokan harinya.

Setibanya di lokasi, kita pun sempat ngobrol-ngobrol dengan para panitia tentang jalannya acara esok hari sekaligus pemetaan tempat di GOR Jati Diri tersebut.


Setelah sudah mendapatkan cukup informasi tentang jalannya acara JAVFEST 2014, kita pun segera melanjutkan perjalanan ke E-Plaza untuk menghadiri event Tokyo Noizu yang digelar berbarengan dengan launching dari EP Lounge, sebuah night club yang lokasinya tidak jauh dari Simpang Lima.

Di acara launching ini, sejumlah car enthusiast di kota Semarang diberi kehormatan untuk memajang mobilnya di lahan parkir E-Plaza sebagai display car pada acara launching tersebut.



Kita pun sempat melihat-lihat sejumlah mobil yang menjadi display car di acara tersebut.


Setelah itu, kita pun segera kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk menyambut acara JAVFEST 2014 yang akan digelar keesokan harinya.
So, that’s it for now. If you want to know more about JAVFEST 2014, please stay tune for our third part of the coverage. Cheers!




3 thoughts on “Part.2: Venice Van Java Experience // JAVFEST 2014”