Hello there, goodfriends!
First of all, on behalf ot the team, I would like to say Happy New Year 2016! May this year filled with more and more goodtimes!
Anyways, masih berkaitan dengan perayaan awal tahun ini, dengan semangat baru, rencana baru dan suasana yang baru, gue ingin berusaha lebih mendekatkan diri dengan para pembaca secara lebih intense dan personal lewat website ini. So, today, I’d like to share about our routinities with our goodfriends that also involve their goodrides in every beginning of a new year.
Early New Year Cruisin’

Yes, driving it to everywhere you want to. It’s pointless if you had such a very good rides but you can’t drive it. Am I right?
Kegiatan ini sudah gue jalani pada setiap perpindahan tahun, yaitu cruising menikmati kosongnya Jakarta. Pada awalnya, kegiatan ini hanya gue lakukan sendiri sejak 5 tahun yang lalu. Namun lama kelamaan, gue pun melakukan ini bersama teman-teman gue.

And I did it again in the beginning of 2016.
Memang sudah janjian dari beberapa hari sebelumnya. Walaupun pada awal mulanya lumayan ramai yang berencana ikut untuk join the cruise, tapi pada pelaksanaannya, sepertinya kebanyakan dari mereka pada “tumbang”; either kecapekan atau masih belum sober.

Jadi pada pagi itu, yang semangat, tinggal tersisa gue, Riffie, Evan, Lucky, Aldio dan Arsya. Lucunya, setelah menunggu sekian lama di sebuah meeting point yang sudah disepakati, gue ditelpon oleh Evan dengan nada yang lumayan panik.
“Dean! Happy New Year! Mobil gue mogok! Now! Help ME! NOW!”

So, me and Rifie decided to give a ‘lil help to Evan.

Which is not helping at all. LOL!

Pada awalnya, Evan mengira fuel gauges milik Crown rakitan tahun ’78 ini tidak bekerja dengan baik. Pada saat siang hari terakhir di tahun 2015, mobil ini sempat digunakan berjalan sejauh 160 km without any sign of problems at all. Oleh karena itu, dugaan pertama Evan mengira bensinnya habis.

Walaupun sempat kembali hidup setelah diisi bensin, mobilnya kembali mogok. So, the gauges are fine and now we had no idea what’s wrong with this car.

Setelah dipikir-pikir, sepertinya faktor cuaca menjadi penyebab utama mengapa mobil ini mogok. Yep, it’s a carburetor things that you wouldn’t understand.

Memang pada pagi cuaca sangat moisty. Berhubung langit sudah mau berubah menjadi biru sedangkan kita masih belom bisa memecahkan masalah pada mobil ini, akhirnya gue dan Rifie menyarankan Evan untuk meninggalkan mobilnya di sebuah SPBU. LOL!

So yeah, we gotta leave this thing behind.

Tidak lama kemudian, gue mulai mendengar suara mesin V8 datang dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan.

Yes, it’s Lucky with his ISC A31 competition car! The exact car that he used on several drift events.

Berhubung kondisinya agak terburu-buru pada saat itu, Aldio dengan Arsya yang sbenarnya sudah tiba di lokasi mogoknya mobil Evan langsung ikut konvoy ke suatu tempat. Then off we go! Ada sisi positifnya juga Evan nggak bawa mobilnya. Dia jadi bisa bantu gue foto saat sesi cruising. Thanks a lot bro!

Memang di luar ekspektasi. Dari sekian tahun gue cruisin’ bersama teman-teman di awal tahun seperti ini, baru kali ini kita cruisin’ dengan posisi matahari yang sudah menerangi ibu kota.

But who cares! We still enjoying the cruise tho.

Driving thru Jalan Sudirman to the Kota Tua.

Yes, we really-really love it!

Does this considered a cabrio? Apa nggak? 😀

Setelah sudah memasuki daerah Kota Tua, kita memutuskan untuk mengarahkan diri ke daerah Pelabuhan Sunda Kelapa.

Jujur, gue selalu lupa gimana caranya bisa sampai ke pelabuhan tersebut, jadi gue sangat bergantung dengan maps yang ada di iPhone gue. Sudah di bantu dengan map saja masih bisa sukses membuat gue kebingungan gimana caranya ke situ. Sometimes apps won’t help you. Seriously!

Berhubung sedikit nyasar, jadinya kita sedikit detour dan masuk ke daerah yang jalanannya kurang bersahabat untuk mobil dengan ground clearance rendah.

Sorry guys!

Sembari mengarahkan konvoy ke jalan yang benar,

langitpun mulai berubah jadi semakin cerah.

Ada sedikit kekhawatiran pagi itu. Karena pada saat gue mulai melihat pintu masuk yang biasa gue masuki setiap hendak foto di sini, pagi itu tertutup. Sempat ada di benak gue bahwa pelabuhan ini tidak bisa dimasuki. Namun ternyata hanya digeser ke pintu utama dengan melewati jalan yang sedikit rusak.

And a ‘lil bit obstacles for me and Lucky. Mobil kita sedikit nyangkut di speed bump yang terletak pada pintu masuk utama ini.

But that’s okay.

Namun bagi Rifie hal tersebut bukanlah halangan dengan E-Class wagon-nya.

Then we managed ourself to get closer to the ships.

As we parked our cars, what we’re doin’ while waiting the others to come? (Walaupun ternyata hanya Adhit yang bisa menyusul pada pagi itu.)

We can get a morning cigs,

a chit-chat,



sobering up ourself,


haha!

admiring our cars,



taking photos and snapchat. LOL!


Seringkali kita lumayan bingung untuk mencari tempat foto yang bagus di Jakarta ini.

Banyak tempat-tempat yang menurut gue bagus, tapi ada saja distraksi iklan-iklan seperti reklame, umbul-umbul, dan lain-lain yang lumayan mengganggu objek yang difoto. Belum lagi dengan kebersihan kota yang sangat memprihatinkan dimana para warga di Jakarta masih banyak yang membuang sampah sembarangan.

Jadinya gue lumayan happy dengan tempat ini karena masih terhindar dari beberapa hal yang gue benci tersebut.
Anyways, back to our goodfriends’ goodrides.

You never go wrong with BBS LM!
Menurut gue desainn velg ini hampir cocok untuk ke semua jenis mobil. Hampir, bukan berarti semua. Sampai-sampai banyak orang yang menggunakan tiruannya demi mendapatkan “image” yang sama. Namun di mata kita sebagai sesama car enthusiast, penggunaan barang replika tersebut malah menjatuhkan “image” dari sebuah mobil. Agree or disagree.

Tapi jangan ragu, kalau yang satu ini sudah pasti original. Coz Rifie never went to replica zone, trust me!

Next up, still from the Germany automaker with BBS wheels. Aldio’s E36 coupe with BBS RS744.


Me, as an E36 lover, I used to love the coupe than the cabrio. But, the more I drove my cabrio, the more I fell in love with it.

Still with the same breed, Adhit’s freshly restored E30.

No need to go as low as your chassis draggin’ ride. This car still looks attrative!


The last one was Lucky’s A31. Ada cerita menarik dibalik Lucky dengan A31-nya. So, Lucky is part of us in Driftinc Indonesia, a bunch of guy who love drifting in Indoneia. Back in the days, Lucky mencari mobil yang mempunyai kapabilitas untuk digunakan drifting. Disaat mayoritas menggunakan E36 pada saat itu, Lucky menjatuhkan pilihan pada mobil ini yang pada saat itu sudah menggunakan mesin RB20DET yang diambil dari Skyline GTR R32.

Namun seiring berkembangnya persaingan dalam kompetisi drift dalam negeri dimana para drifter sudah mulai stepping up their game with highly tuned engine, Lucky memutuskan untuk memasukan mesin VH45 ke dalam A31 ini. It’s quite fast tho!

Berhubung hari sudah semakin siang, kitapun sadar akan perut yang sudah mulai memberikan sinyal supaya kita memberikan asupan yang dapat membuatnya terdiam.

Berhubung kita nggak mau terlalu lama menahan rasa lapar ini, maka kita putuskan untuk mencari tempat makan yang dekat dengan lokasi.


Again, Evan took over my camera and switch into Rifie’s W210 wagon.


Actually I don’t know what was he thinking to make a selfie with this camera.

He decided to take a picture with Rifie before leaving the area.

And make sure to get a nice music to dem ears.

First thing to do, dragging again my E36 and Lucky’s A31 on that stupid speed bump.

After that, we rollin’ back to the road.

A wet road.

Tadinya mumpung sepi, gue pengen topdown menuju ke tempat makan. Tapi berhubung agak becek, jadi sepertinya gue harus mengurungkan niat tersebut.

Tapi di lain sisi, jadi ada advantage tersendiri untuk rolling shot dengan keadaan jalan semi-basah ini.

You can see the reflection of your car.


Tapi minusnya, jadi ada cipratan kotoran di mobil.

Evanpun meminta kita bergantian untuk difoto.



Boleh juga sih foto-fotonya Evan. Thank you Van.



Sesampainya di tempat makan, sudah ada Echa yang menunggu di parkiran. Sebetulnya ada kejadian lucu dari Echa yang salah tangkap pada saat menanyakan posisi gue dan teman-teman sebelum ke tempat ini.

Pada saat itu, gue hanya memberitahu kalau posisi kita sedang berada di Sunda Kelapa. Yes, gue cuma bilang Sunda Kelapa, alhasil Echa ke Masjid Sunda Kelapa bukannya ke Pelabuhan Sunda Kelapa. LOL!

Sejujurnya, di sini gue dan yang lain-lain sudah merasa sangat ngantuk. Tapi di lain sisi kita juga kelaparan.

So it’s about love hate situation.


Well, that’s how we spent our first day in 2016.

Tapi berhubung keadaan mobil sangat kotor, sebelum kembali ke rumah masing-masing, gue memutuskan untuk mencari tempat cuci mobil yang sudah buka. Karena yang ada di pikiran gue, dengan sangat capeknya kita seperti ini, kayaknya lebih baik kita cuci mobil, agar setelah itu bisa hibernasi dengan tenang.


Sesampainya di tempat cuci mobil yang kita temukan di daerah Antasari, kita harus mengantri karena ramainya orang yang mungkin sepemikiran dengan kita.

Waiting game!

Meanwhile, Evan sangat senang dengan kondisi Crown-nya yang sudah kembali normal.



Entah kenapa walaupun habis cruising naik mobil balap, Lucky still got his happy face.

Setelah menunggu sangat lama, akhirnya satu persatu mobil kita mulai dicuci.

Oh iya, gue lupa introduce temen gue, Dhay. The Manager of DriftInc Indonesia.



As we got our cars cleaned,

now we can back to our own garage.

Once again, Happy New Year! Let’s rock on 2016! Adios!
BONUS IMAGES




















Comments