Close X BMW E30 Semarang Feature Image

Der Verborgene Schatz // BMW 318i E30

Kalau boleh sedikit flashback, gue tiba-tiba teringat akan sebuah momen yang gue alami saat menghadiri acara BIMMERFEST yang digelar di Jakarta pada tahun 2008, dimana rekan-rekan BMW Car Club of Indonesia (BMWCCI) bercerita kepada gue mengenai penemuan sebuah unit BMW E30 yang masih berada dalam kondisi sangat mint di kota Semarang.

Nah, berhubung kita (Goodrides team) sedang berada di Semarang dalam rangka meliput acara  JAVFEST, jadi gue berniat untuk mencari tahu tentang keberadaan mobil tersebut.

Beruntung, saat gue berusaha mencari tahu, ternyata mobil tersebut cukup dikenal oleh anak-anak Nobility yang menjamu kita selama di Semarang. Tanpa berlama-lama, gue pun segera menghubungi contact person yang diberikan, yaitu Shindu, member BMWCCI Semarang. Setelah ngobrol, akhirnya gue membuat appointment untuk melakukan coverage di daerah Graha Candi Golf.

Sementara Eka melakukan photoshoot di lokasi yang memiliki pemandangan lumayan enak untuk dinikmati sore itu, gue pun melakukan interview dengan Shindu. Ternyata, Shindu ini adalah keponakan dari Pak Djoko Santoso, owner dari BMW E30 ini.

Now let’s talk about the car. Seperti yang diceritakan oleh Shindu, cerita tentang mobil ini berawal pada tahun 2003, ketika Pak Djoko diajak oleh seorang rekannya yang baru saja ingat bahwa mendiang ayahnya memiliki sebuah unit mobil BMW di sebuah rumah yang tidak pernah ia tempati di daerah Seroja, Semarang.

Pak Djoko dan rekannya tersebut pun segera menghampiri rumah tersebut. Namun sayangnya, usaha beliau untuk melihat mobil tersebut, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Mengingat rumah tersebut sudah dibiarkan tidak berpenghuni dalam waktu yang lama, maka Pak Djoko dan rekannya tersebut terpaksa membobol gembok pagar rumah yang sudah tidak lagi dapat dibuka serta menebang rumput liar yang sudah tumbuh tinggi di halaman rumah tersebut.

Setelah berbagai usaha tersebut, akhirnya pak Djoko dan rekannya berhasil menemukan mobil yang dicari, yaitu sebuah BMW E30 berwarna Saphire Blue Metallic yang sudah tertutup dengan debu tebal serta keempat ban yang sudah sangat kempes akibat terlalu lama berada dalam kondisi statis.

Saat diperiksa, informasi yang tertera pada odometer saat itu baru menunjukkan angka 2.626 km, yang berarti selama jangka waktu 12 tahun tersebut (1991-2003), mobil ini baru menempuh jarak sejauh 2.626 km saja! Even more, saat gue temui pada bulan Juni 2014 lalu, odometer BMW E30 ini masih menunjukkan angka 3.997 km saja! Can you believe that?!

Bagaikan melihat harta karun, rekan Pak Djoko memutuskan untuk segera menarik mobil tersebut ke authorized BMW workshop yang ada di kota Semarang. Tapi, tunggu dulu. Sampai periode ini, status kepemilikan mobil masih ada pada rekan pak Djoko tersebut. Meskipun begitu, di saat yang sama, Pak Djoko pun berusaha untuk mengambil alih status kepemilikan mobil ini dari rekannya tersebut.

Sejumlah pemeriksaan detil pun dilakukan kepada mobil ini. Mulai dari interior,

electrical system,

under carriage,

engine,

hingga kelengkapan dokumen.

Alangkah beruntungnya sang pemilik mobil, ketika mendapat berita baik dari authorized BMW workshop yang melakukan pemeriksaan terhadap mobilnya tersebut. “Hanya ada kerusakan sedikit di bagian exhaust dan karpet di dalam ruang bagasi yang sedikit ternoda akibat terkena tetesan air, serta keempat ban yang sudah getas akibat termakan usia. Sisanya, seluruh komponen masih sangat prima layaknya mobil baru,” ungkap Shindu saat sesi interview berlangsung.

Melihat kondisi yang almost perfect tersebut, Pak Djoko pun insist untuk membeli mobil ini dari rekannya tersebut. Meskipun begitu, tawaran ini tidak segera dikabulkan oleh sang pemilik, namun pak Djoko harus menunggu selama bertahun-tahun, hingga akhirnya sang pemilik mobil mau merelakan mobilnya berpindah tangan ke Pak Djoko dengan kondisi seperti yang sedang kalian lihat ini.

Yes, pristine condition! Like brand spankin’ new!

Sementara itu, matahari pun sudah mulai terbenam pada sore itu. Sembari menikmati sosok mobil dengan cara memandanginya, kita pun terpaksa menyudahi sesi photo session dengan Shindu, mengingat kita sudah memiliki appointment dengan car enthusiast lainnya yang ada di kota Semarang.

Well, this is not a sad farewell. Hope to see you again soonOf course with the same condition, as good as our first met.

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...