Close X pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-20

The First Drifting Event of The Year// Pertamax Driftwar IV 2016 day 2

Back again with me Ardito Bachrie, for you who got stumble on this article, and haven’t read the first part, maybe you want to read the first part first, just click here and it will direct you to the previous article. And for you who did read it, buckle up, and enjoy the not so live report.

Sampailah kita pada hari sabtu, and also known as the main event. Hari itu Aldo sampe duluan di Kemayoran, dan gue mendapat messages dari dia, yang mengatakan bahwa beberapa mobil mengalami trouble dan terancam nggak bisa start, salah satunya mobil Rio SB yang dari pagi nggak mau nyala. Ada lagi mobil Akbar Rais yang somehow dikabarkan nggak bisa start. Shoot what a nightmare, jagoan gue (Rio red.) masa nggak start?

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-57

Sesampainya gue disana, ternyata bertepatan dengan opening ceremony dari event Pertamax Driftwar IV ini.

Dan gue mendapati mobil Rio SB dalam keadaan sehat-wal-afiat. That means, Rio still on the competition, yeah!

And he proof it by smokin’ some rubber.

Selayaknya sebuah kewajiban, beberapa drifter seperti Rocca dan M. Farhan juga ikut ‘manasin’ ban masing- masing.

Seperti yang gue sampaikan di artikel sebelumnya, Chandra’s restless Cefiro, go big or go home I guess.

Lalu seperti event- event pada umumnya, kata sambutan dari pihak penyelenggara juga jadi bagian dari opening ceremony ini. Dan terlihat disana ada Dido, yang dikarenakan patah tulang kaki yang dideritanya, dia terpaksa untuk istirahat sejenak dari urusan balap tahun ini. GWS Do, we can’t wait to see you on the competition soon.

Kemudian lagu Indonesia Raya berkumandang di JIExpo Kemayoran. Somehow menurut gue pribadi, menyanyikan lagu kebangsaan kita ini adalah hal ter-khusyuk kedua setelah berdoa, jadi seringkali gue merinding setiap lagu ini berkumandang pada suatu kompetisi, like this time.

A lil’ bit of wefie won’t hurt. Hellooo Lucky and Rio, can you guys just strike a pose instead of chatting?

Yeah, just like that.

Worst enemy on the track, close friend off the track.

Then back on the paddock of Pertamax Motorsport Team. Inilah dimana moment khusyuk nomer satu dalam list gue. Setelah semua persiapan yang berhubungan tentang teknis dan mental sudah dirasa cukup, tinggal urusan berserah kepada Tuhan.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-64

And another wefie from Pertamax Motorsport family.

Our goodfriend, Dimas “Badass” Rajasa from MaximumDog, gettin’ ready for the competition.

Dikarenakan setelah QTT jumlah peserta tidak mecapai 32 orang, maka Rio SB dan Lucky Reza dari Pertamax Motorsport Team get an easy win and can go through best 16 with no tandem battle needed.

Senasib dengan Lucky dan Rio. Amandio, Ikhsan Utama, Clifford, Allen Yong, Rocca dan Evan juga masuk 16 besar tanpa perlawanan.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-109

Beda ceritanya dengan Mimo, seharusnya dia tandem melawan team mate-nya Reindy Riupasa. Namun ternyata mesin Cefiro milik Reindy mengalami masalah, dimana akhirnya Reidny dari HTJRT ini harus menyerah dengan keadaan dan merelakan posisi di 16 besar untuk Mimo.

Meanwhile Akbar Rais a.k.a Ucok yang tadinya dikabarkan nggak bisa start, somehow can manage to join the competition, dan harus berhadapan dengan Ricko pada battle of 32 ini.

Sayangnya Ucok dinyatakan gugur dan Ricko melaju ke babak 16 besar. May the force be with you next time.

Well shit happens my friend. Pada saat tandem antara Miko dan Irdam, terdengar bunyi besi patah, yang cukup buat penonton disekitar gue penasaran dan bertanya- tanya. Saat gue liat dengan seksama, ternyata as roda belakang kanan S15 Miko mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga hal ini menghentikan perjuangan Miko. Dan as you may know, its another easy win for Irdam. 

Dan nggak cuma Miko, Odhi pun juga mengalami permasalahan teknis dengan mobilnya, sehingga tandem dimenangkan oleh Azis. Disini gue liat peran marshall yang cukup krusial untuk menjaga timeline dari acara, dimata gue mereka selalu sigap dan terlatih untuk menghadapi masalah- masalah seperti ini, sehingga jalanya acara hampir bisa dibilang tidak ada gangguan yang berarti. Salute to you guys.

Another all Nissan battle. Kali ini M. Farhan dari Kuja Motorsport harus berhadapan dengan Bimo dari Team BSI Achilles Drift. Dan atas keputusan juri, Farhan-pun melaju ke 16 besar.

Masih dari Team BSI Achilles Drit yang diwakili oleh Dipo Dwiki, yang juga saudara kandung dari Bimo, melawan drifter asal Malaysia, Along yang tergabung dengan HTJRT.

Dipo dan S14-nya dinyatakan masuk ke 16 besar oleh para juri.

Friend or foe? The battle between team mate, Chandra vs. Zharfan, both from HTJRT. Look at that sexy bunny dancing. Unfortunately due to some major problem on the transmission, Zharfan couldn’t make it to the top 16. Poor bunny, get well soon so we could see you dance again.

Sebelum masuk ke top 16, Pertamax Motorsport Team, melakukan review and sharing tentang previous battle, like they always do. Menurut gue pribadi, hal semacam ini penting banget demi improvement kedepannya. Masalahnya gak sedikit gue temuin orang- orang yang ‘batu’ gak mau nerima kritikan dan orang- orang yang ‘merahasiakan sesuatu’, dimana mereka nganggep sharing tentang ilmu- ilmu yang mereka kuasai adalah tabu. But for me the real winner has no secret, mereka nggak ngerahasiain apapun tentang teknik, tentang spec, tentang apapun, karena buat orang- orang yang gue sebut real winner ini, winning is all about high determination. Dan sekali lagi, baik Lucky, Rio maupun Rifat, mereka nggak malu atau malas untuk sharing satu sama lain, bukan untuk menggurui, tapi untuk sama- sama maju jadi tim yang solid. Hats off to them.

Back to the competition, now its time for the big 16 to compete against each other.

Kali ini Rio SB harus berhadapan dengan temen SD gue, Danny Ferdito. The battle went tight, tapi Rio SB akhirnya berhasil meneruskan kompetisi ke best 8.

Another friendly fire between Evan “Cuan” vs Irdham. But as some may know, Evan somehow punya tabungan keberuntungan yang cukup besar, atau emang Evan bawa ‘bala’ buat Irdham juga gue kurang yakin. Tapi yang jelas disini Nissan A31 milik Irdham mengalami trouble yang membuat Irdham kehilangan kemampuan untuk melakukan drift dengan mobilnya. And if you know Evan, he will do the smirk face and yelled, “I win bitchas.” But we can’t get mad to Evan right?

Satu lagi all Cefiro battle, the battle between Amandio dan Papa Firo alias Mimo. Sure Mimo gila- gilaan as always, but somethings wrong with Dio’s Cefiro I guess. Nggak tau gue sok tau atau gimana, tapi gue dan Aldo setuju, dikuping kami bunyi yang dihasilkan dari mobil Amandio terasa kurang nyaman, bukan karena berisiknya loh ya, tapi kaya ada sesuatu yang nggak beres. Hmmm.

Tapi tetep kok, namanya Dio pasti all out dan nggak nyerah gitu aja.

And now kiss.

And Mimo proceed to the best 8.

Meanwhile on the other side of the track, our very talented videographer/samurai master, Ricky Setiadi alias Koma tetep dengan jaketnya, karena menurut Ricky, tambah hitam itu nggak ada dalam opsi hidup dia. Oh dan gue paham betul alasan mas yang bertopi merah ngeliat bagian belakang celana Ricky dengan herannya. Semua itu dikarenakan terdapat robekan yang cukup besar dicelana bagian bokong dan gue pun yakin mas itu mungkin kehilangan 10-15 frame karena terpaku sama Ricky.

Back again to the hot side of the track. Sekarang giliran Azis yang ketemu sama Ikhsan Utama. Both show some skill, but somehow Ikhsan “the one man show” Utama, manage to climb up the ladder to the best 8 section.

Then we moved to Clifford vs. Farhan.

Yang akhirnya dimenangkan oleh Clifford. Salah satu drifter yang gue acungi dua jempol. Masalahnya, Clifford ini ngebangun mobil balapnya digarasi rumahnya, melalui puluhan trial and error, belajar masang ini itu sendiri, sampai akhirnya bisa membuktikan bahwa, selalu ada jalan kalau mau belajar.

After that we got Dipo and Rocca.

Kalau ada yang wondering, “bukannya itu mobilnya Dido ya?”, yep you’re right. Tapi seperti yang gue jelasin diatas, Dido berhalangan ikut kompetisi tahun ini. Dan mobilnya sekarang dipakai oleh Rocca, dimana tahun lalu dia sempet menjuarai kelas Driftstar di AMF. Tapi Dipo nggak menganggap remeh Rocca yang masih di kelas Rookie, di battle ini Dipo cukup sangar, yang akhirnya membuat Rocca harus menerima kekalahan dan berhenti pada 16 besar.

And again, all Cefiro battle. Sekarang giliran mas Chandra melawan Allen Yong.

Gue emang nggak tau banyak tentang drifting, tapi gue yakin, kalau lo ada disana, nonton pertandingan ini, pasti lo setuju ama gue, bahwa Allen Yong ini bawanya bengis banget, pedal to the metal all along. Dimana akhirnya berhasil membawa Allen ke 8 besar.

Before we move to the best 8, let’s take a moment and see what Ikhsan Utama (in the back, near the UTV) can do beside drifting. HE CAN DO THE LEVITATING THINGY! Okay, go on.

Saatnya Rio SB melawan Evan. Yes dibelakang itu Evan kok, percaya deh.

Unfortunately Evan spin out, yang memberikan advantage kepada Rio SB untuk memenangkan battle ini.

Evan’s car gave a gentle kiss to Rio’s Cefiro, and this happen. It’s okay Van just a minor scratch. JK

Dan Rio-pun melanjutkan ke big 4.

What a battle between Ikhsan and Clifford. Kedua orang ini bangun mobilnya dengan kedua tangan mereka masing- masing, R&D, blood and sweat, you name it. Bahkan Ikhsan nggak cuma bangun mobilnya dan balap aja, dia juga jadi mekanik beberapa pembalap lain. Respect!

And Ikhsan deserve this win.

And there’s Dipo in a dog fight with Allen Yong.

Juri menyatakan Dipo dapat melaju ke 4 besar.

Dan sampailah kita disini, the most epic battle of the day.

Between this two gentleman.

Mimo from HTJRT vs. Lucky from Pertamax Motorsport Team.

Kalau lo bertanya- tanya, kenapa battle ini sangat amat epic menurut gue. Jawabanya adalah, dalam battle ini terdapat 5 kali OMT (One More Time). Dimana pada empat kali tandem battle antara mereka berdua, juri belum juga bisa memutuskan siapa yang keluar menjadi pemenang dalam pertarungan epic abad ini.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-183

*Bump*

Tandem yang terjadi dari siang sampai sore hari ini akhirnya dimenangkan dengan dramatis oleh Lucky.

And there’s no hard feelings between those two gentleman. Respect!

Let’s moving on to big 4 battle.

Unfortunately mobil Dipo mengalami masalah teknis, yang membuat Dipo tidak bisa melanjutkan balapan pada hari itu. Dan memberikan keuntungan untuk Ikhsan Utama yang dapat masuk final tanpa perlawanan. It’s sad I know. Tapi ini yang dinamakan kompetisi, dimana hal- hal yang nggak diduga bisa kejadian. Better luck next time Dipo.

Mandatory run for Ikhsan.

Di bracket selanjutnya ada Lucky yang sayangnya bertemu dengan team mate-nya Rio SB. Tapi biar satu tim, mereka berdua tampil all out malam itu. Sayangnya Lucky mengalami sedikit masalah pada bearing roda depan, yang membuat Lucky agak kurang nge-push pada run ke dua.

Dan kesempatan itu tentunya nggak disia-siakan oleh Rio SB, yang akhirnya lanjut ke final.

Seperti yang gue bilang diatas, Nissan Silvia milik Dipo beyond repair, yang akhirnya memberikan keuntungan kepada Lucky Reza untuk dapat mengamankan piala juara ke-3 dalam kompetisi Pertamax Driftwar IV 2016 ini.

Finally we came to the final battle. Malam itu nggak cuma Rio dan Ikhsan yang tegang, ditempat gue nonton mendadak penuh banget sama orang yang berdatangan. Semua nggak sabar untuk nonton final tandem battle ini.

The battle was so tense, kedua pembalap ini nggak ada yang ngalah sedikitpun. Either Rio nor Ikhsan yang bercanda, mereka berdua push their own limit.

There’s no back down, between this two great driver. It was so epic, somehow I can feel the tension up in the air of Kemayoran.

Dua- duanya saling nunggu salah satu diantara mereka ada yang melakukan slight mistake.

Dan juri-pun akhirnya menunjuk Rio SB untuk keluar jadi juara 1 pada Pertamax Driftwar IV ini.

Dan Ikhsan pada urutan ke 2. Tapi nggak ada kesedihan di muka Ikhsan sama sekali, he was smilling all night long. And from that night I have gained my respect towards him. Buat beberapa orang menjadi juara dua bukanlah option, tapi gue salut banget ama Ikhsan, dia nggak protes, nggak sedih, nggak marah. Malah dia mengakui keunggulan Rio dan dengan bangga menjadi juara 2 pada hari itu. Menurut gue itu adalah kualitas yang nggak semua orang punya. So much respect to you sir.

See? 

Friendship over everything. Karena sportifitas lebih penting dibandingkan piala.

The shutter warrior, nunggu pembagian piala dengan sabar, biar capek dan laper, tapi moment itu nggak bisa diulang.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-15

Lalu sampailah pada sesi pembagian piala, yang dilakukan oleh Rifat Sungkar sebagai perwakilan dari Pertamax Motorsport. As you can see, Rio SB keluar sebagai juara, Ikhsan Utama diposisi kedua, ada Lucky Reza diperingkat ke-3, dan Dipo Dwiki ke-4.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-10

Untuk kelas Rookie, Allen Yong menjadi juara pertama, disusul Cliffrod ke-2, Rocca ke-3 dan Chandra HTJRT pada posisi ke-4.

Sukses besar untuk Pertamax Motorsport pada debut pertama tim mereka. Kedua pembalapnya yaitu Rio SB dan Lucky Reza mendapat podium. Dan FYI ini adalah pertama kalinya Rio SB mendapat juara 1 dalam kompetisi Driftwar, dimana pada tahun 2011 finish pada posisi ke 2, gagal ikut kompetisi pada tahun 2012 dikarenakan kerusakan pada mobil dan posisi ke 4 pada tahun lalu. Congrats Rio finally you got what you want.

pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-26pertamax-driftwar-2016-eka-budhi-irawan-27

Dan Pertamax Motorsport Team juga tidak lupa untuk melakukan sesi doa bersama atas kemenangan perdananya. Dan Rifat Sungkar sebagai front man dari tim ini juga terlihat sangat amat puas dengan hasil yang dapat diraih oleh kedua rekannya.

Congratulation once again for the winners.

Bonus images :

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...