Close X MOONEYES JAPAN FEATURE

The West-side Treat // Mooneyes Japan

Sesuai dengan schedule yang sudah direncanakan, pada hari ketiga kami di Jepang, me and our goodfriends; Fenno, Nanda dan Stuart berpindah kota dari Osaka ke Tokyo. Berhubung di hari ketiga ini kita hanya menghabiskan waktu di Disneyland untuk merayakan hari ulang tahun sang ibunda dari Fenno bersama keluarga yang kebetulan ikut ke Jepang pada saat itu, maka pada hari keempat, kita memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar.

Which is looking for any Japanese car culture related thingy.

Then we decided to take another ride with Shinkansen a.k.a the Bullet Train to Yokohama. Our next stop is Mooneyes Japan! Yeah the American thingy on Japan, I do really excited to see their shop!

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 4 jam dan ditambah naik bus dengan durasi kurang lebih 30 menit, akhirnya kita sampai di Mooneyes Japan HQ, Area-1. Lucunya, gue bisa kalah semangat ketimbang Nanda yang ternyata too excited ketika bus yang kita tumpangi berhenti di dekat Mooneyes. Tanpa berbasa-basi, begitu pintu bus terbuka, Nanda pun langsung lari menuju toko yang berada di dalam bangunan milik Mooneyes tersebut. Sambil bengong, seperti biasa, gue memilih untuk menikmati seluruh sudut daerah yang baru gue jelajahi ini.

Of course you can find all variety of ‘personalisation game’ anywhere and anytime in Japan.

Well, now back to the front yard of Mooneyes Japan. Di sini gue menemukan beberapa display car yang menurut gue lumayan membawa American vibe di Jepang.

Tentunya berkat penempatan Ford Country Squire, Ford Thunderbird dan Toyota HiLux berpenamilan Toyota SR5 (Sport Rally 5-speed) yang hanya dijual untuk regional Amerika saja.

Somehow desain bangunannya juga menurut gue sangat mendukung keberadaan mobil-mobil ini.

They also put this buggy car in front of their restaurant.

Setelah cukup lama melihat-lihat display car yang berada di halaman depan, Fenno memanggil gue untuk melihat di halaman belakang. Ternyata selama gue memperhatikan mobil-mobil tersebut, Fenno sudah melihat-lihat ke area belakang gedung melalui gang kecil ini.

Gue inget banget waktu itu Fenno dengan nada yang sangat antusias meminta gue untuk jalan ke area belakang. “An, lo harus ke belakang! Seriously! Now! Ayo!”

Gue sendiri juga jadi penasaran sebetulnya ada apa yang terparkir di area belakang. Oleh karena itu gue pun bergegas untuk berjalan ke belakang sembari berharap-harap cemas, apa yang sebetulnya ada di halaman belakang gedung ini.

Ternyata, ada lebih banyak mobil lagi di belakang sini yang lebih memanjakan mata gue. Mobil yang pertama kali menarik perhatian gue adalah El Camino berwarna kuning ini. So clean!

Nggak hanya mobil, tapi ada beberapa motor juga yang membuat suasanya di sini terasa sangat Amerika. Yes somehow it feels like being in America.

Nggak lama kemudian kita disapa oleh pria paruh baya ini. Saat itu dalam hati, gue sempat terpintas “Wait, I know this guy!” Yes, he’s Shige Suganuma, the owner of Mooneyes Japan. Berhubung gue nggak tau kalau dia bisa berbahasa Inggris, tadinya gue sempat meminta tolong Fenno untuk berkomunikasi dengan dirinya. Namun ternyata  dia malah menyapa duluan dengan ramah pada malam hari itu.

“Hey guys! Welcome to Mooneyes, Where are you coming from?”

Setelah gue menjelaskan darimana kita datang dan apa tujuan kita datang, Mr. Shige malah mempersilakan gue untuk memotret seluruh properti miliknya.

Tanpa berbasa-basi, gue langsung melanjutkan memotret Chevrolet El Camino berwarna kuning yang ternyata merupakan Mr. Shige’s personal car.

Lalu dilanjutkan dengan bagged Ford Falcon wagon yang pinstripping-nya dikerjakan secara free-hand ini.

Di sela-sela waktu ketika gue sedang mengamati mobil ini, tiba-tiba ada sebuah mobil yang baru saja memasuki guest parking area milik Mooneyes yang juga berada di bagian belakang gedung Area-1 ini. Guess who’s came to the parking area!

I bet some of you know this “Onevia”.

Terutama kalian yang sering lihat media-media asing yang pernah membahas car meet yang seringkali diadakan di Jepang, salah satunya di Daikoku Parking Area. Mobil ini kerap kali hadir dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Selain itu,  “Supermade Onevia” ini juga pernah mengikuti beberapa kejuaraan drift “D1GP Street Legal” yang diadakan di Jepang.

Back to Mr. Shige’s Workshop. Ada sebuah mobil yang sangat menarik di dalam workshop milik Mr. Shige.

Yes, it’s the  first generation Mercury Cougar.

Sebenarnya area ini hanya boleh dimasuki oleh para pekerjanya. Tapi berhubung gue diijinkan untuk masuk ke area ini, jadi gue sekalian melihat ornamen-ornamen yang mengisi ruangan tersebut.

Seriously, there’s a lot of cool stuff around his workshop!

Kebetulan saat itu masih ada seseorang yang sedang mengerjakan pinstripping pada sebuah dop khas Moon.

His name is Hiro.

Dengan bahasa Inggris bercampur aksen Jepang, dia menjelaskan bahwa dirinya sedang mengerjakan sebuah pesanan customer untuk hadiah seseorang. “Someone ordered this for a gift,” he said.

Pekerjaan seperti ini benar-benar butuh kesabaran dan ketekunan. Gue sempat membayangkan kalau gue sendiri yang mengerjakan hal seperti ini, udah pasti gue nggak sabaran! Haha! 😀

Kembali dengan Mr. Shige yang sedang mengobrol dengan Fenno. Ia mengutarakan bahwa pada bulan Oktober mendatang Ia akan datang ke Jogjakarta untuk menghadiri Kustom Kulture yang menurut dirinya merupakan acara tahunan yang penting di Indonesia. Koolness!

Pada saat itu juga ia bercerita mengenai bisnis yang dimulai sejak 30 tahun lalu ini. Long story short, dirinya juga menceritakan barang apa saja yang ia jual di tokonya. Oleh karena itu, tidak lama kemudian, dia pun mengarahkan gue untuk melihat-lihat ke dalam tokonya.

Walaupun pada dasarnya gue seperti merasa terjebak karena melihat semua barang di dalam toko yang rasanya ingin gue beli semua!

I dig all of their things inside the store.

From T’s,

Caps,

Stickers,

Accessories,

Everything!

Tenang, yang kalian lihat ini baru permulaan yang ada di lantai satu. Masih ada banyak lagi barang menarik di lantai dua.

So here’s the stuff on 2nd floor.

Masahiro, the owner of Supermade Onevia.

Setelah selesai berbelanja dan cukup dikagetkan dengan bill yang tertera pada mesin kasir, gue memutuskan untuk makan sejenak di Moon Cafe sebelum kembali ke Tokyo.

I ordered this Dean Moon Burger with 225g beef flanked by the buns ! 😀

MQQN’s Dean Burger.

A photo posted by deanzen (@deanzen) on

Cukup kekenyangan sehingga gue butuh ke toilet dulu sebelum melanjutkan perjalanan. If you know what I mean. LOL!

Di bagian toilet, gue cukup terkesima dengan dekorasi dan banyaknya tulisan dari para tuner yang pernah datang ke Moon Cafe ini.

Sambil mengabadikan this awesomeness, gue malah disodori marker oleh para waitress yang bekerja di café  tersebut. “Take this, please write something!”

Gue sejujurnya bingung mau tulis apa, jadinya gue tulis seperti ini. 😀

Saat kembali ke meja makan yang kita tempati, ternyata Mr. Shige justru menyambangi tempat kita dan memberikan beberapa hadiah yang bisa kita bawa pulang masing-masing.

Again, I really do respect the kindness of these Japanese people.

Berhubung gue nggak punya apa-apa selain sticker, akhirnya beliau gue kasih sticker Goodrides yang juga dapat kalian pesan di LINE: GOODRIDES ini.

Setelah merasa cukup istirahat, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke Tokyo lagi.

We still have more articles from Goodrides Japan trip story. So, stay tuned!

Comments

Loading Facebook Comments ...
Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...