Pada beberapa artikel yang lalu mengenai Japan trip ini, gue sudah pernah mention mengenai kegagalan kita saat hendak berkunjung ke Car Craft Boon yang merupakan workshop dimana the real ‘Kanjozoku’ bermula. But now, finally we can get into the building!
Gue percaya most of you guys sudah tahu apakah Kanjo itu, karena gue kerap kali menemukan di beberapa account social media di tanah air mengunggah material yang berhubungan dengan Kanjo culture itu sendiri. Namun, supaya nggak ada kesalahpahaman, gue mau memperjelas arti dari Kanjo itu sendiri sebelum membahas the man behind Car Craft Boon yang menjadi salah satu aktor sekaligus pembesar budaya yang dilakukan oleh para Kanjozoku.

source: speedhunters.com
Apakah arti kata kanjo? Kanjo merupakan sistem jalan tol dalam kota di Jepang yang berbentuk sirkular. Gue yakin statement ini masih belum memperjelas pertanyaan lain seperti apa hubungannya dengan balap di jalan tol? Apa hubungannya dengan Honda Civic? Dan apa hubungannya dengan topeng-topeng?

Well, atas dasar bentuk lintasan jalan tol yang sirkular tersebut, jalan tol ini kerap digunakan sebagai ajang balap oleh ‘Kanjo Racer’ karena mereka dapat melakukan lapping layaknya para pembalap sungguhan yang sedang memacu mobilnya di dalam sirkuit. Sedangkan kanjozoku sendiri merupakan kumpulan dari para kanjo racer. Mengenai relasi antara kanjo dengan Civic sebetulnya terjadi karena para “pemain” nya sendiri yang pada akhirnya lebih jatuh cinta ke produk keluaran Honda ketimbang merek lain untuk digunakan dalam ajang balap liar ini.

Demi menomorsatukan unsur fun dalam ajang balap liar ini, para pembalap tersebut sama sekali tidak melakukan tuning berlebihan pada mesin-mesin yang digunakan pada Honda yang digunakan. Walaupun penampilan mobil yang digunakan sudah seperti layaknya mobil balap sungguhan, namun untuk bagian mesin mostly hanya ECU dan exhaust system yang mengalami proses tuning, sisanya? STOCK! Altough, you also can find a roll cage, proper racing seat and steering wheel, and the most important thing is well tuned suspension on their Hondas.

source: speedhunters.com
Berhubung ajang balap ini merupakan kegiatan ilegal dan dilakukan dalam keadaan lalu lintas normal tanpa penutupan jalan, kerap kali terjadi aksi kejar-kejaran dengan aparat kepolisian setempat. Oleh karena itu, para pembalap jalanan ini selalu menggunakan penutup muka baik berbentuk topeng, masker, atau apapun yang bisa digunakan untuk menghilangkan identitas (wajah) dirinya selama melakukan aksi balap liar ini.

source: fresh-imports.com
Nah, kegiatan ini kerap kali dilakukan di Hanshin Expressway yang terletak di Osaka, Jepang. Dengan bentuk lintasan sirkular sejauh 7,68km pada setiap putarannya, Hanshin C1 loop line menjadi sebuah tempat favorit bagi para kanjo racer untuk melakukan aksi balap liar.
So, I think it’s clear enough to continue this story about the tribe of Kanjo, in Osaka. Agree or disagree please do write a comment below this article.

So yeah, back to the trip itself. We’re doing the same thing like we did on our first attempt. Tapi pada kesempatan kali ini, kita tidak lagi diantar oleh pihak SMITHS Co. menuju Car Craft Boon karena pada saat itu mereka sedang disibukkan oleh banyaknya customer dengan bermacam-macam varian Mini Cooper yang sedang menyempatkan diri untuk memperbaiki mobil mereka di sana. Oh iya, talking ’bout the Car Craft Boon! Gue juga lumayan yakin terutama bagi kalian yang memiliki predikat sebagai Honda guy pasti lebih familiar mendengar nama Osaka JDM ketimbang Car Craft Boon. Matter of fact, Osaka JDM merupakan brand yang dilahirkan oleh Car Craft Boon.

I’m so excited to doing this again, altough we have no other choice but to walk our asses to the Car Craft Boon!

Gue nggak sempat menghitung seberapa jauh kaki ini melangkah. Namun seperti biasanya, gue nggak pernah menyesal setiap melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki di Jepang.

Karena di setiap langkah yang gue jalani pasti ada pemandangan berbeda yang selalu bisa dinikmati.

Remind me to Dito with his Swift! 😀

Finally we’re back again to this place. Perbedaannya kali ini Car Craft Boon membuka lebar pintu garasi milik mereka.

Daerah Sakai yang terletak di Osaka, Jepang ini merupakan daerah yang dijadikan pelabuhan terbesar di Jepang sejak era abad pertengahan. Hingga saat ini, daerah ini masih didominasi oleh gudang-gudang tempat penyimpanan dan berbagai gedung yang dijadikan tempat berbisnis. Tidak hanya itu, di depan Car Craft Boon malah masih terdapat sawah. Walaupun tidak berukuran besar, gue lumayan bingung sih kenapa bisa ada sawah di tengah gedung-gedung. LOL!

Pada saat kita baru datang, di pinggir sawah tersebut terparkir sebuah Honda CRX dengan kondisi bonestock serta Toyota Crown station wagon milik Kazuhiro Furukawa, the man behind Car Craft Boon! Sayangnya, nggak lama kemudian Furukawa pergi menggunakan Toyota Crown Wagon berwarna putih itu.

Sedangkan di depan garasi milik Furukawa sendiri terdapat berbagai macam varian Honda mulai dari mobil customer hingga Furukawa’s personal car.

Sejujurnya menurut gue semua mobil baik yang dalam keadaan stock ataupun sudah melalui proses personalisasi yang terparkir di depan nggak ada yang nggak menarik di mata gue.

Let’s start from this Civic Shuttle that belongs to Furukawa’s wife.

Gue merasakan pengaruh yang kuat dari budaya Amerika ditumpahkan oleh Furukawa pada mobil ini. Mungkin karena dirinya juga sering melakukan visit ke Amerika hanya untuk sekedar mengikuti car meet ataupun hadir pada event-event yang berkaitan dengan culture Honda di negeri tersebut.

Apalagi pada kenyataannya, Furukawa memang senang mencampuradukkan culture antara USDM with their finest JDM things.


Hal yang mungkin sangat jarang dilakukan di Indonesia. Membiarkan mobil terparkir dengan kaca terbuka lengkap dengan kunci mobil yang masih tertancap pada lubang ignition key. Ha!






Tidak lama kemudian, ada seorang customer yang datang dengan platform mobil yang sama.


Tetapi Civic Shuttle yang satu ini nampaknya terlihat lebih clean and sleek tanpa banyak accesories yang digunakan.


He not even play with “fender to lip” game. Maybe he just wanna keep this thing works properly.

Kebetulan, mobil yang terparkir di seberang jalan ini berdekatan dengan CRX dalam keadaan bonestock ini.


When I say bonestock, it means really-really stock condition without any personalitation on the car.




What about this first gen Honda City turbo, representing the pristine condition.

I think its more like a showroom condition!

It look like a brand new car back in 80’s era.

So good.


Introducing Furukawa’s weapon in Osaka Kanjo street racing.

I spent so many times outside his workshop, hahah! So, let’s go inside the workshop.




As I expected, you can find more Civics inside this building.



FYI, mobil ini juga turut dipakai untuk ajang balap liar di Hanshin Expressway yang terletak di Osaka.

You can see it thru the form of the car; racing seats, roll cages, proper suspension, proper setup.



Furukawa juga membuka sedikit cerita dibalik EG6 berwarna putih ini. Beberapa minggu sebelum kedatangan kita ke tempat ini, mobil ini digunakan untuk ajang balap di Hanshin Expressway, unfortunately mobil ini menabrak bagian belakang truk pada saat berlangsungnya kebut-kebutan tersebut.


Walaupun owner mobil ini telah melakukan usaha untuk menghindar, namun contact dengan truk tersebut tetap tidak bisa terelakkan. Syukurnya ia sempat mereduksi kecepatan mobil ini sehingga kerusakannya bisa dibilang minor.



Lowered car Race car problems on a public streets. One of the evidence.

Now let’s take a look at the stuff all around the corners. Selain mobil-mobil, ada banyak parts juga yang tergeletak di semua sudut garasi.

Yap, di semua sudut.

What do you want for your Civic? Engine?





ECUs?


Gauges?

Cages?



Seats?

Wheels?





This CP-R reminds me to Yahya’s EG!

Tires?


Body parts?




He owned everything! You name it!


Tanpa berlama-lama, gue dan Fenno langsung mencari barang-barang yang masih mungkin bisa dibeli untuk dibawa pulang ke Jakarta. Yea we took some of ’em that can be suited to our cars.


Walaupun terkesan agak berantakan, barang-barang milik Furukawa ini lumayan terogranisir. Mulai dari lantai satu hingga lantai dua yang berisi banyak barang yang sudah tidak digunakan.

Berhubung barang-barang yang ia miliki sangat banyak, beberapa parts baik yang sudah rusak maupun yang masih layak juga bertebaran di luar workshop.




Poor Recaro seat.


Gue juga masih nggak habis pikir, mengingat pada saat kedatangan gue pertama kali saat tempat ini tutup, barang-barang ini juga memang dengan sengaja diletakkan di luar garasi dan tidak ada satupun yang berani mencurinya.

Ok mari kembali ke dalam workshop. Tidak ketinggalan, di lantai satu juga ada toko yang berisi berbagai macam parts and merchandise yang dijual oleh Car Craft Boon!


Toko ini dijaga oleh istri Furukawa, wanita yang sedang menunjukkan salah satu komik manga yang berisi scene di area Car Craft Boon ini. Cool!

There’s a lot of goodies here, bedanya dengan yang ada di luar adalah semua barang yang ada di dalam toko ini dalam keadaan brand new.


The Osaka JDM’s Loop 5 yang menggunakan basis dari CR01 keluaran Work Wheels.

The Osaka JDM coilovers.

Some cool steering wheels,

I love this Mugen steering wheels.

And still a lot of car accesories.

Ada banyak pula pilihan stiker yang bisa dibeli di sini.

Namun nggak semuanya bisa dibeli karena beberapa stiker hanya diproduksi terbatas dan hanya diperuntukkan untuk suatu tim saja.

They’re also on vaping game too! 😀


You can also find a die cast or model-kit in here.

And a lot of miniatures!



Sementara kita masih disuguhi oleh berbagai macam pilihan merchandise lagi, Kazuhiro Furukawa telah datang kembali ke Car Craft Boon.

Gue melakukan sedikit pertukaran karena Furukawa sudah memberikan hadiah berupa die cast AE86 untuk gue. Berhubung gue nggak punya apa-apa selain sticker Goodrides yang bisa diberikan, so yeah, I give it to him. Our lovely sticker that you can buy from our store.

Usai melakukan pembayaran atas sejumlah barang yang gue, Fenno dan Stuart beli, Furukawapun mengajak kita untuk keluar karena gue sudah terlanjur membuka omongan untuk membicarakan Civic miliknya.


He wanted to show us his infamous Civic from this wild SB/SH.



to this EF. Honestly, pada awalnya gue sedikit kurang percaya sih atas pengakuan Furukawa kalau mesin yang digunakan oleh EF ini adalah B16A yang berada dalam kondisi stock, layaknya para kanjozoku lainnya dengan berbagai macam varian keluaran Honda.

Hingga akhirnya ia menunjukkan secara langsung di depan mata gue bahwa semua benar-benar stock, hanya sistem pembuangan yang dirubah oleh dirinya.

Tentunya dengan trademark Furukawa yang membuat jalur buang melalui tengah mobil. Straight to the back yo!

“Not too fast but fun to drive!” ungkap Furukawa.

Berbeda dengan SB/SH nya yang jauh lebih wild.


Pada sore hari itu, Furukawa juga sempat menceritakan pengalaman dirinya with his Kanjozoku life.
Ketertarikan dirinya terhadap Civic berawal sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Pada masa itu masih banyak Civic yang dilengkapi knalpot dengan suara berisik. Belum lagi dirinya sudah pernah melihat ajang balap ini sejak masa itu. Oleh karena itu, setelah dirinya sudah cukup umur dan memiliki SIM, ia langsung membeli Honda Civic. Sejak masa itu juga, Furukawa kerap membawa Civic kesayangannya itu untuk dipacu secara maksimal di Hanshin Expressway. Tidak tanggung-tanggung, peserta balap liar ini berjumlah 15-25 mobil setiap acara tersebut digelar.

Selama ini, Furukawa sudah empat kali ditangkap oleh kepolisian setempat atas perbuatannya dengan teman-teman yang memacu mobil di atas batas kecepatan di Hanshin Expressway dengan berbagai macam kondisi lalu lintas. Ia juga mengaku bahwa jika dirinya sekali lagi tertangkap basah mengemudikan mobil ini untuk aksi ugal-ugalannya di jalan tol tersebut, kepolisian setempat akan memenjarakan dirinya, menyita mobil, sekaligus menutup toko miliknya.

Walaupun demikian, dirinya masih belum bisa berhenti dari kegiatan illegal racing ini. Namun belakangan ini Furukawa lebih ingin serius di ajang track day atau time attack yang dilakukan di sirkuit sungguhan dengan menggunakan Civic SB/SHnya. Go check out this video!

Sudah cukup puas gue hari ini bermain di Car Craft Boon dan bisa bertemu dengan Kazuhiro Furukawa selaku tokoh yang menginspirasi banyak Honda enthusiast di seluruh dunia dengan kultur yang diciptakan oleh dirinya. Walaupun hal ini benar-benar menginspirasi kalian, please drive safely and responsibly everytime you hit the throttle on the public road!

Well, since we got a train to catch, it means we gotta say good bye to Car Craft Boon! Until next time, Furukawa! Thanks for the hospitality!




Comments