Close X FEATURE IMAGE ISSOM part1

Part 1 : The Understated Contender // Goodrides Civic SH3 at ISSOM Round 3

Sirkuit Sentul kembali menggelar ajang balap Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) setelah beristirahat selama bulan Ramadhan kemarin. Seri ketiga yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2014 ini sebetulnya sudah sangat ditunggu-tunggu oleh Yahya, mengingat dirinya sudah melewatkan seri pertama dan kedua yang diadakan pada bulan April dan Mei silam akibat persiapan pada mobil balapnya yang belum selesai.

Tapi sayangnya, beberapa minggu sebelum acara tersebut digelar, Yahya mendapat panggilan dinas untuk pergi ke Belanda mulai dari tanggal 15 hingga 21 Agustus. Artinya, Yahya justru harus kembali melewati event yang sangat ia tunggu-tunggu, meskipun kini mobilnya sudah berstatus ready to race.

But he still wanted to see his car competing on the track instead of just tuck it on his garage. Jadilah, Yahya mencari driver pengganti yang dianggap sudah memiliki pengalaman dengan mobil ini untuk berkompetisi di ajang ISSOM tersebut. Tempo hari, Yahya juga pernah mengalami hal yang serupa dan dirinya digantikan oleh Reza yang biasa dikenal dengan panggilan Echa atau Cae. Mungkin kalian merasa familiar dengan perawakan Cae? Yap, dirinya memang ada kerap berada di berbagai ajang kompetisi motorsport, mulai dari ajang balap touring seperti ini, rally, hingga offroad. Selain itu, dirinya juga mempunyai profesi sebagai seorang instruktur, mulai dari ajang balap hingga safety driving.

So, without any doubt. We believe that he can handle this car properly.

Kelas yang diikuti oleh Civic SH3 milik Yahya adalah Divisi I (1600cc) Super Touring Car. Dengan menggunakan mesin B16A yang sudah di-tune oleh Inspiration Motorsport yang dibantu oleh Garden Speed ini kami rasa sangat kompeten untuk melawan mobil-mobil lain yang berlaga di kelas tersebut.

Seperti biasanya, kualifikasi untuk menentukan posisi starting grid pada saat balap diadakan sehari sebelum kompetisi balap digelar. Pada hari itu, gue, Dito, Jodi dan Ricky pergi ke Sentul untuk melihat dan menemani Echa yang sudah sejak pagi standby di Sirkuit Sentul. Selain itu, kedatangan kami ini juga bertujuan untuk menyematkan our holy sticker (LOL) di beberapa titik pada body mobil ini.

As a grassrooter, kalian bisa melihat kondisi pit yang kita sewa. Tidak ada dekorasi meriah seperti pit milik team lain yang berlaga di ISSOM. But we ain’t care. Buat kami, semangat penuh adalah hal yang terpenting dalam mengikuti kompetisi balap seperti ini.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 10.20, yang berarti jika mengikuti schedule, maka sesi kualifikasi untuk kelas Super Touring akan dimulai dalam 10 menit ke depan.

Karena itu, kita segera bergegas untuk melakukan final check terhadap Civic SH3 ini.

Meanwhile, Echa sedang panik mencari keberadaan sarung tangan balap miliknya yang akan digunakan untuk sesi kualifikasi ini,

sekaligus memakai seluruh safety equipment yang wajib digunakan.

Sesi kualifikasi dan balap pada kelas Super Touring Car sendiri dilepas bersamaan mulai dari divisi I hingga divisi IV.

Jadi mobil-mobil yang sedang line up untuk  masuk ke dalam sirkuit terlihat sangat ramai. Di antara mobil-mobil yang mengantri untuk masuk ke dalam sirkuit, gue menemukan beberapa teman gue yang ikut unjuk gigi dalam kejuaraan ini dengan mobil yang biasa mereka gunakan untuk drifting. Sejujurnya, gue pun terpancing  ingin turut serta membawa drift car gue. But we’ll see

Tidak lama kemudian race officer melepas seluruh antrian tersebut untuk masuk ke dalam track. Gue pun akhirnya memposisikan diri di pit wall agar dapat melihat Civic SH3 putih itu doing flyby on the straight line.

Tapi sayangnya, karena kondisi panas matahari yang begitu menyengat, akhirnya membuat kondisi fisik gue yang sedang sakit ini menjadi semakin parah. Mengingat ini adalah sesi kualifikasi, maka di lap pertama, para participant masih terlihat belum memacu mobilnya secara maksimal.

Namun pada lap kedua, gue melihat mereka sudah mulai flat out on their gas pedal, hingga akhirnya bendera merah dikibarkan pada lap ke-3 karena ada accident di dalam lintasan sirkuit.

Setelah panitia selesai membersihkan track, para participant pun diperbolehkan masuk kembali ke dalam lintasan sirkuit untuk mencatat waktu tercepat.

Suddenly the red flag comes out again. Dengan bendera merah yang ke dua ini, gue menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Echa. “Gila, gue keki banget! Situasi track padat, jadi banyak mobil yang ngalangin. Bikin gue nggak bisa gas pol!” Sejauh ini, yang gue tau, Echa amat sangat unhappy with the situation.

Tapi dia bilang kalau dia akan segera masuk dan memacu Civic ini semaksimal mungkin dengan sisa waktu kualifikasi yang tinggal 5 menit ini.

Agar Echa dapat melihat berapa catatan waktunya, Dito pun membantu dengan mengeluarkan catatan terakhir pada pit board ini.

Sayangnya, catatan waktu Echa masih terpaut dua detik dari target kita hari ini yang seharusnya bisa menembus angka 1:54.xxx. Situasi ini semakin diperburuk oleh kondisi track yang masih padat, sehingga Cae harus puas dengan catatan waktu tersebut akibat sisa waktu yang sangat mepet tersebut.

In accordance with my prediction, he was very angry when he returned to the pit area. Melihat catatan waktu tersebut, Taqwa dari Garden Speed pun bertanya kepada Echa mengenai kendala apa yang ia hadapi di dalam track.

Selain itu, Taqwa juga ikut menanyakan tentang faktor-faktor lain yang perlu di-improve untuk menghadapi race day di keesokan hari.

Dengan hasil catatan waktu tersebut, Echa memposisikan dirinya di urutan ketiga pada divisi I dan urutan ke-16 dari 40 peserta yang berlaga di divisi I hingga IV.

All we can do now is praying  for the best! That’s it for the first part. The second part will be posted tomorrow, so stay tune! 🙂

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (1)

One thought on “Part 1 : The Understated Contender // Goodrides Civic SH3 at ISSOM Round 3

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...