Close X Feature Image

Mind Blowing // BMW M5 F10

Dalam menjalani profesi gue sebagai penulis, gue udah seringkali mengamati dan menanyakan kepada sebagian besar orang yang gue kenal mengenai pengalaman dirinya dalam melakukan personalisasi terhadap mobil kesayangannya.

Dari pertanyaan yang gue ajukan itu, rata-rata menjawab bahwa mereka pernah mempunyai “sisi gelap” saat mencoba untuk melakukan personalisasi terhadap mobil miliknya untuk pertama kali.

Nah, dari sekian banyak orang yang gue perhatikan tersebut, ternyata hanya segelintir yang dari awal perjalanannya, bisa dibilang nggak pernah melakukan kesalahan dalam melakukan langkah personalisasi.

Salah satunya adalah our goodfriend, Louis Philip yang menurut gue, sepertinya tidak pernah mengambil keputusan yang salah saat melakukan personalisasi terhadap semua mobil kesayangannya.

Back in the days, saat pertama kali kenal dengan pria yang akrab disapa Philip ini, impresi pertama gue terhadap dirinya adalah seorang maniak BMW dengan taste yang radikal, meskipun tetap berada di “jalan yang benar”.

Hal ini terlihat lewat BMW pertama miliknya, yaitu sebuah E92 M3 berwarna frozen grey yang sejak keluar showroom langsung diberikan massive touch dari segi performa, mulai dari penambahan perangkat supercharger pada mesin hingga penyesuaian di sektor footwork yang membuatnya mumpuni untuk mengakomodir output tenaga yang berlebih tersebut.

And now, let’s talk about his M5.

Philip mengaku kalau sejak pertama kali membeli mobil, dirinya tidak ingin melakukan langkah personalisasi yang radikal seperti pada M3, namun harus tetap mampu menunjukkan karakter yang sesuai dengan kepribadiannya dan bukan hanya menjadi pajangan di garasinya saja.

Because I love to drive my car and I don’t like the idea of buying a car to become a garage queen. Makanya gue bikin konsep mobilnya sebagai sebuah sport family car that is fast, slammed, loud, yet comfortable enough to be driven everyday,” tukas Philip pada saat menyatakan konsep awal yang menjadi penentu hasil akhir personalisasi terhadap BMW M5 keluaran 2012 yang ia beli dalam kondisi brand new ini.

Segala bentuk personalisasi yang dilakukan pada M5 ini tidak terpaut pada satu referensi saja. Philip lebih memilih untuk mencari referensi yang sesuai dengan selera dirinya sendiri dalam merubah tampilan sedan berbadan besar ini. Philip mengawali langkah personalisasinya lewat penggantian velg OEM M5 dengan produk keluaran HRE tipe P44SC yang memiliki finishing berwarna bronze.

Ubahan tersebut ikut disertai dengan penggantian sistem suspensi bawaan mobil dengan coilover dari produk KW Suspension tipe V3 yang dilengkapi dengan fitur Hydraulic Lift System (HLS) untuk memudahkan Philip dalam melintasi jalanan yang kurang bersahabat dengan mobil ber-ground clearance rendah.

Next touch? Just a bit of color change pada sektor eksterior lewat proses repaint dari warna space grey menjadi grigio estoque yang memiliki karakter warna lebih gelap. Lucunya, perubahan warna pada body yang dilakukan Philip ini justru mendorong dirinya untuk kembali mengganti velg mobilnya yang ditujukan agar BMW M5 miliknya terlihat semakin catchy. Pilihan yang dijatuhkan Philip pun sangat extraordinary.

Nggak tanggung-tanggung, Philip memesan velg secara khusus kepada ADV1 Wheels dengan mengirimkan desain yang dibuatnya sendiri. Desain buatan Philip ini kemudian dipatenkan dengan nama Directional ADV15 LP106. Penamaan LP106 terhadap velg yang berstatus one of a kind ini diambil dari inisial nama Philip yang diikuti dengan angka yang mewakili tanggal kelahiran Philip, yaitu 10 Juni.

Untuk lebih menguatkan kesan catchy pada velg saat berpadu dengan warna mobil yang gelap, Philip kemudian meminta pihak ADV1 Wheels untuk melabur velg berspesifikasi 20×10 inch untuk roda depan dan 20×12 inch untuk roda belakang ini dengan warna rose gold. Sebagai paduan, Philip lalu memilih ban keluaran Michelin Pilot Super Sport dengan profil 275/35 untuk roda depan dan 325/30 untuk roda belakang.

Hasilnya? Mind blowing! Gue harus mengakui kalau gue terkagum-kagum saat melihat tampilan BMW M5 miliknya tersebut. Perpaduan warna rose gold pada velg dan grigio estoque pada body yang dipilih Philip membuat mobil ini terlihat sangat catchy saat dilihat dari segala sisi.

Berbeda dengan M3 miliknya yang dibuat “buas” lewat pengaplikasian supercharger, M5 ini justru dibuat lebih “jinak” oleh Philip.

Untuk sektor sumber tenaga, Philip “hanya” melakukan langkah remap pada ECU yang dilakukan oleh Macht Tuning. Langkah penyempurnaan manajemen mesin ini lalu ikut disertai dengan penggantian sejumlah komponen yang berfungsi sebagai penunjang performa seperti intake dan exhaust system dari produk Gruppe M dan aplikasi catless downpipe dari produk AMS yang diikuti dengan race exhaust dari produk Eisenmann.

Seluruh perubahan ini membuat suara exhaust M5 milik Philip ini terdengar sensasional. Dalam hal suara exhaust, M5 milik Philip ini memiliki kendala yang sama dengan M3 Frozen Grey miliknya.

Apalagi kalau bukan complain dari penduduk sekitar yang mengeluhkan suara super loud yang keluar dari exhaust system mobil miliknya. LOL!

Mengenai rencana selanjutnya, mobil yang didaulat menjadi wedding car di hari pernikahan Philip pada awal tahun 2014 yang lalu ini akan berusaha dirawat dan disimpan dengan baik agar bisa diteruskan kepada generasi penerus Philip di kemudian hari.

No doubt man, your car is da bomb!

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (1)

One thought on “Mind Blowing // BMW M5 F10

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...