Close X feature image

XXX Rated Porn // Peugeot 206

Saat tim Goodrides berkunjung ke Semarang untuk menghadiri JAVFEST 2014, gue harus mengakui bahwa gue sempat merasa sangat terpana oleh sejumlah mobil milik partisipan yang hadir di event tersebut. Salah satunya, adalah ketika gue melihat Peugeot 206 milik Harry Andrian Septiantho Erawan ini. First of all, mobil ini muncul dengan tampilan eksterior yang “telanjang” tanpa cat, sehingga ikut mengekspose raw metal work yang diaplikasi pada keempat sisi fender-nya. Even more, gue sempat bengong seraya nggak percaya, saat gue tahu bahwa roda belakang mobil ini dijejali oleh velg berdimensi 17×13.5 inci. Oh no, I’m not doing a typo, 13.5 inch wide it is!

Sayangnya, karena satu dan lain hal, gue nggak berkesempatan untuk ketemu langsung dengan sang pemilik yang belakangan diketahui akrab disapa Tian ini. However, sepulangnya dari Semarang, gue masih terus berharap bahwa suatu hari, gue bisa ketemu lagi dengan Peugeot 206 dan pemiliknya secara langsung untuk melakukan coverage.

So, there I go. Gue nggak bisa menggambarkan betapa terkejutnya gue, saat melihat sosok Peugeot 206 milik Tian sedang jalan beriringan dengan stanced car enthusiasts lain asal Jogjakarta di ruas tol dalam kota Jakarta ketika akan menuju ke sebuah meet up event bertajuk Cars ‘N’ Burgers yang digelar di kawasan Ancol Ecopark, Jakarta Utara.

Maksud gue, are you serious?! Mobil dengan kondisi ground clearance yang minim, not to mention that huge a**, dibawa dengan metode jalan darat sejauh 5xx kilometer dari Jogjakarta ke Jakarta?! You must be insane, brother! Tapi itulah Tian, dia nggak ragu-ragu untuk memulai trip yang dijalaninya selama 28 jam tersebut demi membuktikan bahwa dia dan mobilnya mampu hadir di kota Jakarta dengan selamat tanpa mengalami kendala apapun.

Kejutan inipun belum berakhir. Saat gue dan tim Goodrides baru saja selesai mempersiapkan booth Goodrides di event tersebut, tiba-tiba sesosok pria berperawakan kurus datang menghampiri gue dan memperkenalkan diri. Yes, this is Tian himself! The owner of that rad Pug 206! Gue pun nggak menyia-nyiakan kesempatan emas ini dan langsung mengatur waktu dengan Tian untuk melakukan coverage. Tian pun bilang, kalau dirinya akan menginap selama 2 hari di Sudirman Park. Tim Goodrides pun sepakat, kalau H+1 setelah event akan menghampiri Tian di Sudirman Park untuk melakukan interview sekaligus mencari spot yang memungkinkan untuk melakukan photoshoot.

Fast forward to D-Day, saat gue memulai sesi interview, Tian pun mulai bercerita. “Peugeot 206 ini sebenernya milik orang tua saya. Saya sendiri nggak pernah mikir untuk pakai mobil ini sebagai alat transportasi saya. Tapi kembali ke tahun 2005, ayah saya pernah berjanji, kalau saya berhasil diterima di fakultas kedokteran, saya akan dibelikan kendaraan apapun yang saya mau. Waktu itu sih, yang terlintas di benak saya justru mau minta sepeda motor Honda CBR 150 dan nggak kepikiran sama sekali tentang mobil,” kenangnya.

“Tapi, setelah saya berusaha keras dan berhasil diterima di fakultas kedokteran, ayah saya nggak kunjung menepati janjinya. Karena udah keburu kepingin punya kendaraan sendiri, jadi Peugeot 206 yang ada di rumah, saya ambil aja. Ha..ha..ha,” kenang pria ramah ini seraya tertawa.

Dari sinilah, perjalanan Tian dengan Peugeot 206 ini dimulai. Layaknya car enthusiast lain, setelah akhirnya mendapat restu untuk menggunakan mobil tersebut sebagai alat transportasi sehari-hari, Tian pun mulai melakukan personalisasi terhadap mobil miliknya. “Standar lah mas, awalnya gonta-ganti velg aja. Karena baru coba-coba ganti velg, saya pun masih pakai produk Taiwan,” ungkapnya. Perubahan yang cukup signfikan baru terjadi, saat suatu hari, mobil milik Tian sedang dikendarai oleh sang ayah untuk sebuah keperluan.

“Tiba-tiba saya dapat telfon, kalau salah satu velg mobil saya pecah karena terkena lubang yang cukup besar,” kenang Tian. “Saya pun ngambek dan minta ayah menggantikan velg tersebut. Tapi saya agak curang sih. Karena kejadian itu, saya sadar kalau kualitas produk Taiwan itu memang belum sebanding dengan produk branded. Nah, dengan alasan tersebut, saya minta ayah untuk gantiin velg saya dengan velg ‘asli’. Ha..ha..ha,” jujur Tian seraya kembali tertawa. “Akhirnya, permintaan saya pun dikabulkan. Sebagai pengganti, saya dibelikan satu set Work Euroline Type N berdiameter 18 inci,” lanjutnya.

Maraknya kontes yang digelar di kota Jogjakarta, kemudian mendorong Tian untuk melakukan berbagai personalisasi dengan konsep form over function terhadap mobilnya. Langkah ini diawali pada tahun 2009, dimana dirinya mulai mengaplikasikan bodykit dan melakukan proses retrimming di sektor interior. “Dulu sih, ceritanya mau bikin tampilan mobil dengan konsep elegan,” jujurnya. Setelah itu, pada tahun 2010, Tian pun kembali melakukan rombakan dengan tujuan meraih berbagai penghargaan di ajang kontes mobil. “Fender mulai saya rombak untuk melakukan wide body demi menjejalkan velg Visconti berdiameter 19 inci. Selain itu, saya mengaplikasikan 11 unit monitor di dalam interior, demi mengejar gelar juara di kategori cinema on wheels,” beber Tian lagi. Perjalanan ini terus dilanjutkan dengan proses repaint dengan warna Super White yang dilakukannya pada tahun 2011.

Perubahan yang sangat radikal, baru terjadi pada tahun 2012, ketika Tian berhasil memperoleh satu set velg Koenig by OZ dengan spesifikasi 17×9.5/11 inci. “Saat itu, saya ingin merubah konsep tampilan mobil saya, dari konsep mobil kontes, menjadi mobil yang manusiawi dengan konsep aggressive fitment,” ungkap Tian. Berdasarkan keinginan tersebut, Tian pun memutuskan untuk merombak wide body yang sudah dilakukan di keempat sisi fender untuk menyesuaikan spesifikasi velg barunya tersebut.

“Ternyata pas cat di kerok, baru ketahuan, kalau kerjaan bengkel yang dulu, dempulnya super tebal. Takut kejadian yang sama terulang, saya pun akhirnya memutuskan untuk memanggil tukang las asal Ciamis yang saya kenal dari seorang pengguna Peugeot 504 yang baru saja merestorasi mobil miliknya,” beber pria yang dikenal jarang sekali makan ini.

Setelah tukang las yang dimaksud datang ke Jogjakarta, Tian pun menjalani proyek ini secara DIY (Do It Yourself – Red). “Segala sesuatunya saya ukur berdasarkan dimensi asli milik Peugeot 206, agar hasil akhir wide body kali ini tetap memiliki tampang yang proporsional. Bisa dibilang, semuanya dilakukan berdasarkan konsep yang ada di benak saya dengan konsultasi dan eksperimen yang saya jalani bersama tukang las, karena ini adalah pertama kalinya juga bagi si tukang las dalam melakukan rombakan, mengingat sebelumnya hanya mengerjakan proyek restorasi saja,” bilang Tian semangat.

Tian pun mengaku, butuh waktu 1.5 bulan untuk menyelesaikan proyek pembentukan wide body dan pembuatan bumper depan-belakang yang bentuknya murni didesain oleh Tian sendiri, mengingat bumper bawaan mobil sudah tidak bisa lagi diaplikasi akibat dimensi fender yang sudah berubah jauh dari aslinya.

Usai proses rombakan di sektor body tersebut. Tian pun mulai mencari referensi warna yang dianggapnya cocok untuk diaplikasikan ke mobil miliknya. “Waktu itu, saya sempat mau melabur mobil dengan warna mint. Tapi sebelum sempat direalisasikan, teman saya sudah ada yang lebih dulu menggunakan warna tersebut. Sejak saat itu, saya pun belum bisa menentukan warna apa yang cocok untuk melabur mobil saya ini,” tukasnya seraya terkekeh. “Sementara itu, saya pun berkenalan dengan owner dari Euro Garage dan mulai keracunan untuk merombak velg saya. Karena saya juga masih bingung dengan pilihan warna mobil saya, jadi budget untuk repaint pun akhirnya saya alihkan aja untuk merombak velg,” lanjutnya.

Proses rombak velg yang dimaksud Tian, adalah penggantian barrel dan outer lip oleh Euro Garage yang berlokasi di Jakarta. “Velg saya kirim ke Jakarta. Setelah selesai di rombak, velg dikirim balik ke Jogja,” jelas Tian. Setelah melakukan penggantian barrel dan outer lip tersebut, spesifikasi velg Koenig by OZ milik Tian inipun berubah menjadi seperti saat ini, measuring 17×10.5 -11 with 3 inch lip up front and 17×13.5 +11 with 4.5 inch lip out back. Wicked!

Pada dasarnya, menurut pandangan gue pribadi, kombinasi dari dua langkah personalisasi terakhir yang dilakukan oleh Tian inilah yang justru membawa mobilnya muncul ke permukaan. This car does stands out with that exposed raw metal body work. Terlihat sangat kontras dengan velg super lebar, super celong dan super shiny yang terpasang di keempat sisi roda. Selain itu, mobil Tian ini tentu bisa dijadikan sebagai contoh bahwa sebuah konsep original yang muncul dari benak seseorang, memiliki peran paling utama dalam menghasilkan apresiasi yang luar biasa dari sesama car enthusiast. Karena segala sesuatu yang authentic, tentu patut diberikan penghargaan yang sebesar-besarnya, baik ketika direalisasikan sebagai sesuatu yang bersih dan cantik, atau sesuatu yang mentah dan kasar, seperti mobil milik Tian yang terlihat layaknya film porno. Well, who doesn’t love porn, right?

Originality at its best!

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (2) Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...