Close X Aldo Golf 3sdm

In the Name of Maturity // Volkswagen Golf MK V

Selama dua tahun lebih kenal dengan Aldo Irshady, gue melihat bahwa dirinya memang mempunyai ketertarikan lebih terhadap mobil yang diproduksi oleh Volkswagen Group dengan melihat isi garasinya yang didominasi oleh mobil keluaran Volkswagen dan Audi. Namun, siapa yang menyangka kalau dulunya Aldo merupakan seorang die hard fans Honda?

 

“Dulu gue pake Civic EG dan Civic ES waktu masih duduk di bangku SMA,” kenang Aldo. Pada masa remaja itu, Aldo juga turut melakukan sejumlah personalisasi terhadap mobilnya hingga Civic ES miliknya berubah menjadi mobil semi-track use dengan sejumlah rubahan yang mumpuni pada sektor mesin. Kecintaannya terhadap Honda ternyata berlanjut ketika Aldo melanjutkan kuliah di negeri kangaroo. Ia kembali memilih produk Honda dengan membeli Civic EP3 sebagai kendaraan yang dapat menemani kesehariannya di sana.

 

Sampai sini masih bingung kan, kenapa Aldo sekarang menggunakan produk Volkswagen? Okay, so here’s the story about him and his Golf…

“Civic EP3 yang dulu gue pake itu 3-doors. Tahun 2011 merupakan awal mulanya, dimana pada tahun itu gue harus pulang ke Indo karena udah selesai kuliah. Tanpa sabar gue langsung ingin mencari Civic EP3 untuk dijadiin kendaraan harian. Karena nggak ada yang jual, akhirnya gue memilih untuk cari yang serupa dengan Civic gue,” ungkapnya. Hingga titik ini, yang menjadi acuan Aldo adalah 3-doors hatchback. Terjadilah pencarian terhadap sejumlah mobil hingga akhirnya Aldo mengakhirinya dengan memilih Volkswagen Golf GTI MK V produksi 2008 yang dibeli second hand namun masih dalam kondisi yang sangat baik.

 

Why? I mean, Why Volkswagen Golf?

Simply love at the 1st sight when I was 15 years old and VW GTI has already known in all over the world, as the benchmark of any performance hatchback (hot hatches)

Begitulah ungkapan pria yang akrab disapa Aldo saat ditanya mengapa memilih untuk membeli VW Golf MK V sebagai tunggangan sehari-harinya. Namun Aldo juga menambahkan alasan lain terhadap pilihannya. “Selain mobil ini punya performa yang sangat baik, sebagai toy car mobil ini lebih cocok dengan umur gue saat ini. Gue menilai VW lebih mature,” jelasnya.

 

Hari demi hari hubungan antara Aldo dengan VW Golf-nya menjadi semakin lekat. Namun karena pada dasarnya Aldo merupakan seorang car enthusiast yang selalu melakukan personalisasi terhadap mobil hariannya agar dapat merepresentasikan ciri khas dirinya, VW Golf miliknya tidak dibiarkan dalam keadaan standar.

 Aldo memulai semuanya dari segi eksterior dengan mengaplikasikan sejumlah parts yang dinilai dapat membuat hatchback berwarna putih ini tampil lebih fresh. Oleh karena itu, sejumlah referensi dengan aliran veedub menjadi acuan Aldo. Mengapa veedub? Aldo mengakui bahwa alasan utama pengusungan gaya veedub tersebut diambil karena banyaknya populasi VW di Eropa yang menggunakan aliran tersebut dan terbukti dapat terlihat simple but catchy. Namun, setelah membandingkan dengan populasi VW yang ada di tanah air, gaya tersebut nampaknya belum banyak digunakan di sini.

Perubahan minim seperti penambahan Votex Euro front lip, OEM MK5 R32 rear valance with center exit exhaust dan mengganti stop lamp dengan menggunakan lampu OEM VW Valeo Stop Lamp memang terbukti mampu mendongkrak tampilan Golf ini. Tidak ketinggalan, velg juga menjadi parts yang paling signifikan dalam mendongkrak penampilan.

Beruntung bagi Aldo, dirinya berhasil mendapatkan satu set velg keluaran 3SDM wheels berukuran 18×8,5″ untuk bagian depan dan 18×9,5 untuk bagian belakang yang juga mempunyai nilai lebih sebagai pembeda Golf miliknya dengan Golf lainnya yang beredar di tanah air.

Yup, this one is the real one. The original 3SDM wheels!

 

Sedangkan untuk segi performance, Aldo melakukan reflash pada ECU dengan menggunakan Bluefin stage 1 yang merupakan produk keluaran superchips serta penggantian sistem gas buang dengan menggunakan produk keluaran Milltekk. Ada yang unik dari langkah upgrade yang dilakukan oleh Aldo. Untuk mendapatkan daya hantar listrik yang lebih besar, dirinya mengganti sistem pengapian dengan menggunakan OEM Audi R8 spark plugs + COP (Coil On Plugs) systems.

Upaya untuk menciptakan kenikmatan berkendara juga menjadi hal yang dianggap sangat penting oleh Aldo. Hal ini dapat terlihat lewat pengaplikasian Maniacs Japan paddle shift extender agar perintah penggantian gigi yang diteruskan oleh DSG gearbox milik hatchback ini menjadi lebih mudah dalam pengaplikasikannya.

Sisanya, Aldo hanya mengoptimalkan in car entertainment lewat penggantian head unit bawaan dengan milik Scirocco R serta pengaplikasian gauges yang dianggap penting untuk memantau kinerja mesin.

You really did a good job Bro!

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (1)

One thought on “In the Name of Maturity // Volkswagen Golf MK V

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...