Close X DCIM101GOPROGOPR1432.

Carry On To Go Faster While Fasting // Fastin’ Fast Out 2015

Setelah event Fastin’ Fast Out yang kami selenggarakan di bulan Ramadhan tahun 2014 lalu muncul sebagai sebuah event yang sukses menghadirkan excitement bagi para partisipannya, maka tim Speed Matsuri yang merupakan kolaborasi antara Goodrides dan Banana Auto pun sangat bersemangat untuk kembali menyelenggarakan Fastin’ Fast Out di tahun 2015 ini dengan mengusung tema sejenis, yaitu sebuah track day event yang sekaligus diciptakan sebagai ajang ngabuburit untuk para pesertanya di bulan Ramadhan. Layaknya sebuah kewajiban, kami pun berkomitmen untuk kembali melakukan inovasi di event kali ini yang kami yakini mampu menghadirkan excitement yang lebih besar kepada para peserta.

Inovasi yang kami maksud adalah penerapan sistem timing untuk para peserta yang tergabung dalam kelompok experienced, agar mereka dapat mengetahui catatan waktu yang mereka torehkan saat memacu kendaraannya selama sesi track day berlangsung. Dengan diterapkannya sistem timing, maka para peserta yang kami asumsikan sudah berpengalaman tersebut dapat terpacu untuk semakin mengasah kemampuannya di dalam track.

Meskipun begitu, kami pun tetap memberikan concern yang besar kepada para pemula yang tergabung dalam kelompok non experienced dengan tetap memberikan sesi track orientation yang dilanjutkan dengan sesi free run dengan jangka waktu yang panjang agar mereka dapat mampu mengenal lebih dalam tentang sirkuit Sentul sekaligus mempelajari etika serta teknik berkendara yang baik saat memacu kendaraannya di dalam track.

Terkait dengan sistem timing yang akan kami terapkan di Fastin’ Fast Out 2015 ini, meskipun kami sudah sangat yakin dengan akurasi sistem yang kami rancang tersebut, namun kami tetap sadar bahwa sistem ini masih belum qualified sebelum dibuktikan melalui sebuah uji coba yang nyata. Karena itu, untuk membuktikan akurasi sistem timing yang dimaksud, kami pun sepakat untuk melakukan uji coba secara real terhadap sebelum acara diselenggarakan.

Agar proses uji coba bisa dilakukan dengan spare waktu yang cukup, maka seluruh panitia yang terlibat dalam pelaksanaan sistem timing ini kami minta hadir pada pukul 10:00 di Sentul International Circuit.

Berhubung saat kami tiba, sesi untuk sepeda motor sedang berlangsung (FYI, sesi free practice di Sentul International Circuit dilangsungkan berganti-gantian antara mobil dan sepeda motor tiap satu jamnya), maka kami memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melakukan overview terhadap sistem yang akan kami terapkan tersebut.

Setelah sesi untuk sepeda motor berakhir, para panitia dari tim Speed Matsuri pun mulai bersiap untuk melakukan uji coba sistem timing yang sudah kami persiapkan.

Dean dan Yahya pun ditunjuk sebagai driver yang bertugas memacu mobil dalam proses simulasi sistem timing ini.

And off we go! 

Gue sendiri ikut berlatih menjalankan tugas gue sebagai starter yang melepas para peserta ke dalam track.

Di hari yang sama, our goodfriend Leon juga terlihat sedang menjalani sesi latihan dengan BMW E36 race car miliknya.

Para panitia pun serius menjalani sesi simulasi yang berlangsung. Untuk tiap sesi, peserta yang masuk ke dalam track akan diberikan jatah sebanyak tiga lap yang terdiri dari lap  warming up lap, hot lap (dimana panitia akan mencatat waktu tempuh yang dicetak para peserta) dan cooling down lap sebelum peserta diharuskan untuk kembali ke pit lane.

Mengingat ini adalah sebuah simulasi, maka gue pun akan mengibarkan bendera merah setiap kali Dean sudah memasuki cooling down lap.

Di akhir tiap sesi, para panitia yang bertugas sebagai timer pun membandingkan waktu tempuh yang dicatat oleh masing-masing orang untuk melihat tingkat akurasi dari sistem timing yang kami terapkan tersebut.

Then everybody was so happy with the result.

To spice things up, kami pun memutuskan untuk menambah satu unit mobil lagi ke dalam proses simulasi yang sedang berlangsung. Dengan adanya penambahan unit mobil, maka sesi bisa dilanjutkan dengan simulasi pelepasan dua buah mobil dengan interval waktu yang sudah ditentukan seperti yang akan diterapkan ketika event berlangsung. Untuk sesi kali ini, petugas timer pun dibagi menjadi dua tim yang akan bertugas mencatat waktu tempuh kedua mobil tersebut.

Untuk sesi ini, gue pun ditunjuk menjadi driver untuk mobil kedua.

And off we go again!

Meanwhile, Leon was goin’ all out.

And so do me and Dean. LOL!

Setelah proses simulasi yang dilakukan menunjukkan hasil akurasi sistem timing yang sesuai dengan harapan, maka para panitia pun bisa mulai sedikit bersantai yang bisa dilihat dari ekspresi muka Aldo di atas.

Sesi simulasi pun kami akhiri dengan senyuman, and we are so ready for Fastin’ Fast Out 2015!

On to the D-Day!

As I mentioned earlier, we’re so ready for it!

Mengingat Fastin’ Fast Out adalah sebuah event yang ditujukan sebagai ajang ngabuburit di bulan Ramadhan, maka kegiatan track day baru akan dimulai dari pukul 13:00 dengan pertimbangan stamina para peserta yang menjalankan ibadah puasa masih dapat terjaga hingga waktu berbuka puasa tiba. Meskipun begitu, untuk menghemat waktu, proses briefing dan scrutineering untuk para peserta sendiri sudah akan kami langsungkan sejak pukul 11:00. Karena alasan tersebut, maka para peserta pun kami himbau untuk hadir sebelum pukul 10:00. Surprisingly, banyak dari para peserta yang sudah hadir di lokasi sejak pukul 09:00. You guys are awesome!

Salah satu peserta yang datang paling awal adalah Mr. Tito dan Mrs. Devi. Keduanya mengendarai Fiat 500 Abarth yang tentunya muncul sebagai pandangan menarik di lokasi.

Setelah itu, peserta lainnya juga hadir dengan platform mobil yang tak kalah menarik seperti Mitsubishi Lancer dan Nissan 370Z ini. They are definitely ready to hit the track!

Selain mobil para peserta, BMW E36 Cabriolet dan Hachiroku (Corolla AE86) milik Dean juga muncul sebagai magnet bagi tiap pasang mata yang melihatnya.

Masing-masing peserta juga terlihat membaur dengan peserta lainnya. Sebagian dari mereka bahkan terlihat bercengkrama sekaligus sharing tentang mobil milik masing-masing yang akan berlaga di Fastin’ Fast Out 2015.

Terlepas dari berbagai kesenangan yang tercipta di venue, event Fastin’ Fast Out 2015 ini justru harus muncul sebagai momen terakhir bagi sang Chevrolet Captiva untuk memberikan kontribusinya kepada Eka yang kini sudah beralih menggunakan BMW E46 sebagai kendaraan hariannya. You’ll always be remembered as our best buddy, mate!

Seiring berjalannya waktu, peserta lainnya pun terlihat terus bermunculan. Salah satunya adalah rombongan dari Brio Project Indonesia ini.

Sebagian peserta yang sebelumnya sudah melakukan konfirmasi untuk membuka pit saat penyelenggaraan Fastin’ Fast Out 2015 juga terlihat sudah hadir di lokasi dan langsung mengarahkan mobil milik mereka ke dalam pit yang sudah ditentukan.

I must admit, kalau mobil-mobil dengan platform yang uncommon di tanah air seperti generasi Silvia S14 dan S15 ini selalu menjadi sebuah pemandangan yang menarikEye pleasing, it is!

Meanwhile, Lancer Evolution IX milik Amandio sudah duduk manis di dalam pit, menunggu sang owner untuk memaksanya berlari secepat mungkin di dalam trackYou know it’s a legit beast just by looking at it.

Saat bertandang ke pit lainnya, gue juga melihat sebuah Honda Civic Estilo yang sudah terparkir dengan kap mesin yang terbuka. Curious with what lies under the hood? Let’s have a look.

As expected, this car is packed with the -one of Honda guys’ most wanted- B18C motor. Love it!

Terparkir di pit lainnya, adalah Honda Civic Nouva milik our goodfriend, Mr. Martin yang sebelumnya menjadi andalan Yahya di ajang kompetisi ISSOM.

Selain itu, salah satu pit yang tersedia juga dipergunakan oleh ISC Suspension sebagai booth untuk menampilkan produk andalannya.

Sementara, jumlah peserta yang hadir pun terus bertambah. Hal ini ditandai oleh jumlah mobil yang mulai memenuhi area parkir paddock.

Mobil yang terparkir di area paddock sendiri sangat beragam, dari mobil Jepang dan Jerman.

Hingga mobil buatan Perancis, or even American made! Well, ok. Mobil yang gue maksud bukan buatan Amerika, tapi cuma menyandang brand asal Amerika doang. LOL!

This, I got to tell you. Starlet EP81 milik Dwaskoro Syahbanu ini tercatat sebagai salah satu mobil yang sudah ikut berpartisipasi sejak Goodrides menyelenggarakan track day event untuk pertama kalinyaEver since, Dwaskoro tidak pernah sekalipun absen untuk ikut serta dalam track day event yang digelar oleh Goodrides. Dwaskoro bahkan tidak putus asa saat mesin 4E-FTE yang digunakannya harus mengalami kerusakan parah saat sedang berlaga di event Fastin’ Fast Out 2014 dan justru memutuskan untuk melakukan full engine rebuild agar bisa kembali ikut serta di Fastin’ Fast Out 2015. Respect!

Meanwhile, para peserta yang sudah hadir pun terlihat menghemat energi dengan tidak banyak beraktivitas sambil tetap siaga menunggu pengumuman dari panitia.

Let me introduce you to Mrs. Devi dan Mr. Tito yang gue mention di awal artikel. Layaknya para peserta lain, mereka juga terlihat sedang bersantai sambil menunggu pengumuman dari panitia.

Menjelang pukul 11:30, gue dan Yahya pun bersiap melakukan persiapan untuk meletakkan cone di dalam track yang berfungsi sebagai chicane, dimana chicane tersebut berfungsi untuk membatasi kecepatan para peserta di dalam track atas alasan keselamatan.

Sementara, para peserta dari Brio Project Indonesia juga terlihat sibuk melakukan persiapan terhadap mobilnya masing-masing.

Memasuki pukul 12:00, panita pun segera melakukan announcement kepada para peserta untuk membawa mobil milik masing-masing ke pit 0 untuk menjalani proses scrutineering.

Nggak lama kemudian, antrian mobil peserta pun mulai mengular menuju lokasi scrutineering.

Di tengah-tengah antrian, kita pun melihat sosok yang sangat kita kenal. Yes, he is our goodfriend, Mr. Arda yang kini menggunakan Subaru Impreza sebagai kendaraan andalannya. Hello there, mate!

Salah satu peserta juga mengandalkan Honda Civic Estilo yang sepertinya muncul sebagai salah satu platform mobil yang paling sering muncul di setiap gelaran track day event.

Mr. Sly dengan Honda Civic Ferio miliknya juga tercatat sebagai salah satu peserta yang tidak pernah absen untuk ikut serta di dalam track day event.

This good looking Nissan 370Z juga sudah siap “disiksa” di dalam track!

Some say, hot hatch seperti MINI Cooper adalah jenis mobil yang sangat menyenangkan untuk diajak “bermain” di dalam track.

This Bimmer surely looks ready to hit the track!

What are you driving? 86 BRU!

Our goodfriend, Dhandhan also brought his 86 to the track.

Our goodfriend Fadillos juga terlihat hadir dengan Subaru BRZ miliknya. Meskipun tampilan mobilnya kalem, but you better don’t mess with the car, mengingat mobil ini sudah fully tuned by Crawford Performance, which makes it a legit beast.

Since duo Abarth ini adalah salah satu peserta yang datang paling awal, jadi gue berasumsi bahwa mereka sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam track! LOL!

Up next, the squad from Brio Project.

Please welcome, from front to back: Evan with his BMW E36 race car, Egoy with his track prepped Yaris and Adit with his proper tuned GE8.

Proses scrutineering sendiri terlihat berjalan sesuai rencana, dimana tiap panitia menjalankan tugasnya masing-masing dengan sigap.

Seperti Lucky yang bertugas mengisi check list terhadap tingkat kelayakan pada tiap sektor dari mobil milik peserta.

Dito yang bertugas mencantumkan nomor start di mobil para peserta.

Riyandhie “Marcell” yang bertugas melakukan pengecekan terhadap torsi lug nut di tiap roda.

 Dan Dean yang bertugas menyelesaikan proses registrasi ulang bagi para peserta yang sudah lolos proses scrutineering.

Meanwhile, untuk mempersingkat waktu, Reno, Wina dan Dian memutuskan untuk berjalan membagikan goodiebag dari TOP1 kepada para peserta yang masih menunggu antian scrutineering.

Selain itu, panitia juga menyematkan sticker TOP1 pada setiap mobil peserta yang berpartisipasi di event Fastin’ Fast Out 2015.

Untuk mempersingkat proses scrutineering, para peserta yang masih menunggu antrian juga dihimbau untuk langsung memasangkan towing hook/strap yang menjadi salah syarat wajib. Penggunaan towing hook/strap ini ditujukan untuk mempermudah proses evakuasi saat mobil peserta mengalami insiden hingga keluar dari track dan harus diderek untuk melakukan evakuasi.

Mr. Aldo sendiri terlihat sangat senang melihat seluruh proses berjalan sesuai dengan rencana.

Meanwhile, our goodfriend Ribs 2 Ribs juga terlihat sedang mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyajikan berbagai hidangan bertemakan daging yang menjadi andalannya agar segera siap disantap. Meskipun begitu, mengingat ini adalah bulan Ramadhan, jadi Ribs 2 Ribs lebih fokus untuk menyajikan hidangan kepada para peserta setelah jam buka puasa tiba.

Meskipun tugas para panitia cukup berat, namun proses scrutineering tetap berjalan sesuai jadwal dengan suasana yang serius namun tetap santai.

Sementara, mobil milik para peserta yang sudah melewati proses scrutineering pun mulai terlihat berbaris di pit lane sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh pihak panitia.

Setelah seluruh mobil milik peserta sudah lolos scrutineering, Lucky pun segera memanggil para peserta untuk berkumpul didepan pit 50 untuk menjalani proses briefing, dimana para peserta akan diberikan pengarahan tentang seluruh aspek dari kegiatan track day yang akan diselenggarkan di event Fastin’ Fast Out 2015.

Seperti di event sebelumnya, Lucky akan didampingi oleh our super fast and talented goodfriend, Mr. Muda Mulyana dalam menyampaikan materi briefing.

Setelah pengumuman yang disampaikan Lucky, para peserta pun langsung terlihat berkumpul di depan pit 50.

Nggak lama kemudian, Lucky dan Muda pun langsung menyampaikan materi briefing kepada para peserta.

Kalau Eka sih cuma ngerecokin aja. LOL!

Seluruh peserta juga terlihat menyimak materi briefing secara serius.

Meanwhile, our -hopefully still- talented videographer Ricky, juga (terlihat) serius menjalani tugasnya.

Mengingat acara berlangsung di bulan Ramadhan, jadi para panitia yang (ngakunya) pada puasa ini juga sering terlihat berteduh di balik tenda saat standby. LOL! However, everyone seems to be ready though.

Mengingat setelah briefing, acara akan dilanjutkan dengan pelepasan grup pertama dari kelompok non-experienced, jadi gue dan Yahya segera kembali masuk ke dalam track untuk melakukan pengecekan ulang terhadap posisi chicane.

Sesaat sebelum pelepasan grup pertama dari kelompok non-experienced, Dean dan Muda pun masuk ke dalam track menggunakan mobilnya masing-masing untuk melakukan final check terhadap kondisi sirkuit. As always, Dean dan Muda akan berbagi tugas menjadi pace car bagi seluruh peserta yang tergabung dalam kelompok non-experienced.

And they’re off.

Meskipun para peserta sudah dihimbau menjaga jarak saat sesi track orientaion berlangsung, dimana pace car masih leading di depan untuk memberikan guidance terhadap racing line yang proper, namun panitia melihat banyak diantara para peserta yang tidak mengindahkan himbauan tersebut dan lebih memilih untuk melakukan full throttle yang akhirnya menjadikan gap diantara tiap mobil menjadi terlalu rapat. Bagi para peserta yang merasa tidak tertib selama sesi track orientation berlangsung, lain kali sabar sedikit ya. Mendingan pelajari racing line yang ditunjukin sama pace car dulu, toh di sesi selanjutnya kan masih bisa gas pol. Cuma kalau gas pol tapi racing line-nya ngaco, buat apa? Please note that.

Now let’s take closer look of the cars.

First, this BMW E92. Though it looks like (well, I assume it is) a stock car, tapi sang owner sepertinya tetap menikmati waktunya di dalam track.

What if I tell you that this Astina is driven by a women? Nope, I’m not joking. But hey, take it easy ma’am!

Based on the license plate, gue berasumsi kalau peserta ini datang dari Bandung. If so, thank you for coming, brother!

Gue ingat pernah melihat mobil ini di workshop Beo Motorsport milik our goodfriend Timoti Elias, saat masih menjalani proses engine swap ke tipe 4E-FTE. It’s always fun to see a boosted Starlet at the track. Tapi kalau melihat foto di atas, mungkin langkah upgrade di sektor suspensi boleh dipertimbangkan. Setuju?

Karena sejak kenal Arda, gue taunya dia pakai BMW X5 sebagai mobil andalannya, jadi gue lumayan terpana saat melihat dia memacu sebuah Subaru Impreza di dalam track. You rock, buddy!

Meskipun saat briefing, panitia sudah menekankan kepada para peserta untuk tidak melakukan overtaking di sesi track orientation, namun sepertinya para peserta were too damn excited untuk mengacuhkan himbauan tersebut. Too bad, karena hal ini berpotensi menimbulkan disorientasi yang dapat membahayakan seluruh peserta. Please, lain kali jangan diulang lagi ya brothers!

Next, is this Jazz GD3. By the look of it, gue berasumsi bahwa mobil ini sedang mengalami understeer yang cukup parah karena menaklukkan tikungan dengan kecepatan yang terlalu tinggi. No need to rush, bro!

Meskipun Civic Estilo ini sudah mengalami upgrade di banyak sektor yang (gue asumsikan) membuatnya berstatus track ready, namun sang driver tetap memilih untuk masuk ke dalam kelompok peserta non-experienced karena pengalamannya yang minim. Appreciate your honesty, bro!

A daily driven Pug 306 goes full throttle at the track! Gue harus akui kalau ini adalah pemandangan yang langka. Agree?

Some of the participants even bring their bonestock rides. Such as this Ford Fiesta.

Pada sesi track orientation ini, tiap grup mendapat jatah untuk mengitari track Sentul International Circuit sebanyak 5 lap sebelum panitia mengibarkan bendera merah sebagai isyarat untuk kembali ke pit lane. Karena grup sebelumnya di-guide oleh Dean, jadi Muda akan bertugas menjadi pace car bagi grup selanjutnya. Carry on, mate!

Pada sesi ini, BMW E36 race car milik Evan dikendarai oleh Mr. Putra Rizqy a.k.a “Rendang Balap” yang masuk ke dalam kelompok peserta non-experienced.

Having fun, sir? I believe you do.

Mr. Bowie yang hadir dengan -one of a kind- Yaris miliknya ini mengaku keranjingan track day setelah ikut serta di event Fastin’ Fast Out 2015. Gotcha! 😉

Berhubung gue pernah berkesempatan untuk menjajal mobil sejenis di dalam track, jadi gue cukup yakin kalau pemilik MINI Cooper ini sedang menikmati experience yang dialaminya selama di dalam track.

Setelah sesi untuk grup yang dikawal oleh Muda, Dean pun kembali mengambil alih tugas pace car untuk grup selanjutnya. Kalau sebelumnya Dean keluar dengan Corolla AE86 miliknya, maka kali ini Dean memilih untuk tampil like a baawwsss dengan masuk ke track menggunakan BMW E36 Cabriolet yang merupakan mainan barunya ini. Bilangnya sih sekalian uji coba performa ISC Coilover yang baru dipasang tiga hari sebelum event diselenggarakan. Hasilnya? Dean mengaku puas dengan performa ISC Coilover untuk track use.

Tampang Mitsubishi Lancer  yang sudah mengaplikasi “muka” milik Evolution seperti ini, menurut gue selalu menarik untuk dilihat saat sedang melenggang di dalam track.

Honda Brio juga tercatat sebagai salah satu platform mobil yang paling digemari untuk dipacu dalam track day event seperti ini.

Mrs. Devi with her mighty Abarth. Nice one, ma’am!

The murdered out BMW E90 at the track. What a kool scenery!

Another bonestock car. This time is a BMW E46. Wait! Do you notice what happened to the “minty” Brio at the back?!

Yup! As predicted, the car spun out. Luckily, the driver managed to stop the car before hitting the wall. Be careful man! You’re pushing too hard! Chill a bit, will ya..

A pimped BMW E36? Why not.

Sesuai dengan prosedur, saat lap kelima usai, Dean pun mengarahkan para peserta dari grup terakhir yang sedang dikawalnya untuk masuk kembali ke pit lane agar rangkaian acara dapat dilanjutkan ke sesi berikutnya. Berhubung seluruh peserta dari kelompok non-experienced sudah mendapat jatah track orientation, maka acara pun dilanjutkan dengan sesi free run, dimana seluruh peserta dari kelompok non-experienced diberi kebebasan untuk memacu mobilnya di dalam track hingga pukul 14:00 sebelum peserta dari kelompok experienced diberikan kesempatan untuk bergabung di sesi tersebut. However, demi mengakomodir seluruh peserta secara adil di sesi free run ini, maka para peserta akan tetap dilepas per grup yang masing-masing terdiri dari 15 mobil berdasarkan antrian yang terbentuk. Tiap grup juga akan diberi jatah sebanyak 5 lap sebelum diinstruksikan untuk kembali ke pit lane lewat isyarat bendera merah yang dikibarkan oleh panitia.

And so, the track day went on.

Berhubung kecepatan berkendara di sesi free run ini tidak lagi dibatasi oleh pace car, maka sejumlah peserta pun terlihat sedikit lupa diri hingga mengakibatkan mobil yang dikendarainya hilang kendali seperti yang terjadi pada BMW E46 pada foto di atas. Watch out, bro! You might hurt yourself.

Di sesi free run ini, Dean juga terlihat masuk kembali ke dalam track dengan E36 Cabriolet miliknya. This time, he did what he do best with the car. Drift it! Another “like a baaawwwssss” moment, presented by Dean Zen.

Kevin Aeldry dengan Mazda Lantis miliknya juga terlihat kembali beraksi di event Fastin’ Fast Out 2015, setelah sebelumnya dipaksa berhenti di Fastin’ Fast Out 2014 lalu akibat problem yang mendera sektor mesin. Well, hello again, brother!

I don’t know if you’re agree with me or not. Tapi gue udah jarang banget lihat Ford Champ melenggang di jalan raya, let alone di trackInteresting!

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika waktu sudah menunjukkan pukul 14:00, maka para peserta dari kelompok experienced pun dipersilakan untuk ikut memacu mobilnya di dalam track bersama para peserta dari kelompok non-experienced. Meskipun begituseperti yang sudah disampaikan saat sesi briefing, para peserta dari kelompok experienced tetap dihimbau untuk berhati-hati dan mentolerir para peserta dari kelompok non-experienced yang diasumsikan masih beradaptasi dengan etika berkendara di dalam track demi menghindari terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Untuk proses pelepasan peserta ke dalam track sendiri, sistem yang sama masih diberlakukan, dimana para peserta akan dilepas per grup yang terdiri dari 15 mobil dengan jatah 5 lap per grup.

Salah satu peserta dari kelompok experienced yang langsung masuk ke dalam track di sesi free run adalah our goodfriend, Mr. Tito Kartowisastro. Berhubung gue belum pernah naik Fiat 500, terlebih lagi versi Abarth, jadi gue pun mengaku penasaran dengan performa mobil tersebut di dalam track. Luckily, Mr. Tito bersedia memberikan kesempatan kepada gue untuk melakukan taxi ride besama Fiat 500 Abarth miliknya. I must admit, the car turns out to be surprisingly exciting. It surely had the potentials to be a track monster!

A bonestock Corolla Altis? Checked!

A bonestock Subaru Impreza? Checked!

A bonestock Lancer? Checked!

Mr. Reindy “BTX”  yang tercatat sebagai peserta dari kelompok experienced juga terlihat memacu BMW E90 bertampang agresif miliknya di sesi free run ini.

But first, let us take a wefie with Mr. Rinda as TOP1’s representative yang kembali memberikan dukungannya di acara Fastin’ Fast Out 2015 ini. Thank you, sir!

Fast is a must. Yet, clean is a priority. I present you, the one and only, Mr. Gold Young!

Kalau lihat foto ini, entah kenapa gue merasa cukup yakin kalau Fadil itu sama sekali nggak menggubris omongan si Evan.

Meanwhile, di paddock area, Ribs 2 Ribs terlihat sudah mulai mempersiapkan hidangan andalannya untuk disantap oleh kaum non-muslim maupun kaum muslim yang sedang berhalangan. Sebenarnya sda satu kategori lagi sih yang berpotensi menyantap hidangan Ribs 2 Ribs sebelum jam buka puasa tiba, yaitu kaum yang sedang berpuasa, tapi memutuskan untuk khilaf karena tidak mampu menahan godaan. LOL!

Say hello to the Ribs 2 Ribs team!

Berhubung acara masih berlangsung sesuai schedule, jadi Aldo yang selalu jadi manusia paling sibuk saat event pun bisa sedikit bersantai. Mengingat waktu yang tersedia untuk sesi free run ini masih cukup panjang, maka Aldo pun berniat mengajak Nissan Cefiro bermesin 1JZ-GTE miliknya untuk melakukan run perdananya di dalam track. However, dengan alasan masih kurang kompeten untuk mengendarai mobilnya di dalam track, jadi Aldo pun mendaulat Dean untuk menjadi pilot pada kesempatan kali ini, meanwhile Aldo insist dirinya sudah cukup puas hanya dengan menjadi penumpang saat mobil miliknya dipacu di dalam track.

The car itself turns out to be one of the hightlight of the day saat melenggang di dalam track berkat tampilannya yang good looking and proper. To make things even more exciting, Dean juga sempat melakukan aksi drifting dengan Cefiro milik Aldo tersebut. Sadly, nggak lama setelah itu, Cefiro milik Aldo harus didera problem pada sektor cooling system yang membuatnya harus kembali ke pit lane. Next time would be better, Do. Semangat!

The Nissan 370Z that I mentioned earlier juga terlihat sudah berada di dalam track. Nice!

Somehow, I like how the car sits while cornering. Looks pretty proper.

Yes, it’s another tarmac eating Subie!

Familiar with the car? Yup, it’s Adit’s proper tuned Jazz GE8.

Ricky from Brio Project seems to push the car quite hard.

And this. A mind blowing scenery, I must say.

Di sela-sela waktu luang yang sempit selama event berlangsung, Eka menyempatkan diri untuk melakukan photoshoot bersama Dian yang kini sudah berstatus sebagai tunangannya. Why so serious..?

Sementara gue memutuskan untuk khilaf setelah tak kuasa menahan tawaran dari Wina untuk mencicipi menu dari Ribs 2 Ribs. It’s just too hard to handle.

While on the track, Mr. Dwaskoro terlihat sedang melenggang bersama -the newly reborn- Starlet miliknya.

Up next, is a red boosted Lancer.

A bonestock 86? Checked!

One fine looking Civic Genio, Anyway, can you guess the car at the back?

You’re right, it’s a Nissan Juke! A much lowered Juke, to be precise.

Mr. Danny juga tidak melewatkan kesempatan untuk memacu Lancer GTi andalannya di sesi free run yang masih terus digelar hingga pukul 16:00 ini.

Di sesi free run ini, Mazda Lantis milik Kevin Aeldry sempat hilang kendali saat akan keluar dari tikungan “S kecil” hingga terpelintir. Luckily, mobil tidak mengalami kerusakan apapun dan Kevin dapat segera melanjutkan sesi track dayBe careful, bro!

The same thing happened to this Corolla Altis. Don’t push it too hard, bro!

Nggak lama setelah itu, gue pun akan mengalami salah satu momen paling berkesan dalam kiprah gue sebagai seorang car enthusiast. Untuk menutup sesi free run, gue pun diberikan kesempatan untuk kembali mengendarai B16A powered Civic Nouva race car yang, as we all know, adalah mobil yang pernah menjadi andalan Yahya untuk berlaga di ajang kompetisi balap ISSOM sebelum akhirnya berpindah tangan ke one of our goodfriend, Mr. Martin. To makes it even more exciting, gue juga diberi kesempatan emas untuk melakukan exhibition run bersama Mr. Muda selama satu lap.

Dalam exhibition run ini, gue dan Mr. Muda akan mempertontonkan sebuah simulasi dog fight yang kerap terjadi di ajang kompetisi balap mobil. Agar menjadi tontonan yang menarik, maka kita sepakat untuk menjalani skenario dimana gue akan berperan menjadi leader dengan berada di posisi depan, sementara Muda akan berperan menjadi chaser dengan berada di belakang gue. Just to make everythings clear, urutan posisi pada foto di atas yang menunjukkan bahwa gue berada di depan Muda, adalah sebuah skenario yang sudah di atur dan bukan karena gue lebih cepat dari Muda. Not a chance, man! I tell you, sepanjang exhibition run yang berlangsung selama satu lap itu, Muda punya begitu banyak kesempatan untuk melakukan overtaking, not just because his car is faster than the one I drive, tapi juga karena Muda punya skill yang jauh lebih baik dan driving pace yang jauh lebih cepat daripada gue,

Anyway, I would like to say thank you for the experience given! It was such a blast!

Pemandangan yang sebenarnya baru terlihat setelah exhibiton run berakhir di lap kedua, dimana Muda segera melakukan overtaking dan mulai meninggalkan gue di belakang hingga sesi free run berakhir.

Coming up next, adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta dari kelompok experienced, dimana sesi timing akan segera diselenggarakan.

Setelah tim pencatat waktu sudah menyatakan ready , sesi timing untuk kelompok experienced pun segera dimulai. Ready, get set, go!

Setelah sebelumnya lebih memilih untuk banyak bersantai di pit, Mr. Regi Fiandisa dari AHT Garage pun akhirnya memacu Nissan 350Z miliknya untuk berusaha mencetak watku tercepat di sesi kali ini.

Begitu juga dengan Fadillos yang akhirnya menunjukkan kemampuan Subaru BRZ miliknya yang sudah mengalami upgrade di seluruh sektor menggunakan produk buatan Crawford Performance. This car is a monster!

Hell yeah, this guy is flooring it!

Begitu juga dengan Amandio yang terlihat tampil all out dengan highly tuned Evolution IX miliknya saat menjalani hot lap.

Geez, the car looks mean. Nice ride, man!

A very goodfriend of ours, Mr. Timoti Elias juga terlihat ikut serta di sesi timing dengan Honda Brio miliknya. 3..2..1.. Attack!

Ketika sesi timing masih berlangsung, salah satu panitia pun melaporkan sebuah insiden yang terjadi di tikungan “S kecil”, dimana sebuah Toyota Yaris terlihat kehilangan kendali hingga mengakibatkan mobil tersebut menembus gravel di sisi tengah dan kembali masuk ke track hingga akhirnya berhenti di gravel yang berada di sisi pinggir track. Setelah ditelusuri, ternyata mobil yang dimaksud adalah Yaris milik Egoy yang saat itu sedang dikendarai oleh Fadillos.

Secara kebetulan, sesaat setelah foto ini diambil, Moty juga mengalami insiden di tikungan “S besar” yang mengakibatkan bagian depan kiri mobilnya menyerempet pagar tembok yang berada di sisi pinggir track.

Setelah panitia mengibarkan bendera kuning sebagai isyarat kepada para peserta untuk waspada dan mengurangi kecepatan akibat adanya insiden di dalam track, Dean dan Riyandhie “Marcell” pun segera menyambangi lokasi terjadinya insiden untuk mengecek situasi yang terjadi.

Saat tiba di lokasi, Fadillos bilang kalau insiden tersebut terjadi karena Yaris milik Egoy mengalami masalah di sektor pengereman. Untungnya, Fadilos yang didampingi Steven Gozali di dalam mobil mengatakan kalau mobil masih bisa dievakuasi dengan dibawa jalan pelan menuju pit lane. Turun prihatin buat  Egoy. Tetap semangat!

Meanwhile, seperti terlihat pada foto di atas, Brio milik Moty mengalami kerusakan minor di bagian kiri depan akibat insiden yang dialaminya. However, segera setelah kejadian ini, sebagai seorang perfeksionis sejati, Moty pun langsung mengganti berbagai kompoenen yang mengalami kerusakan seperti left front fender, front bumper dan headlamp dengan spare parts pengganti yang dibelinya dalam kondisi brand new agar mobil miliknya kembali sempurna tanpa cacat. Gue udah bilang, Moty itu geek. Percaya deh!

Setelah track dinyatakan kembali clear, sesi pun dilanjutkan dengan pelepasan grup selanjutnya. Ready, get set, go!

Ok, ini terasa seperti mimpi. Sebuah Skyline GTR R32 melenggang di dalam track Sentul International Circuit. For God sake, how is this possible?!

Our super talented driver, Echa Cae juga terlihat melakukan hot lap menggunakan Civic Estilo yang kerap menjadi andalannya di ajang balap. Notice sesuatu yang aneh dengan cara Echa menaklukkan tikungan? Kalau belum, coba perhatiin lagi baik-baik.

Seperti belum puas, Dean pun kembali masuk ke dalam track dengan E36 Cabriolet. Only this time, he’s doing it while top down. Say it again please.

L-I-K-E   A   B-A-A-A-W-W-S-S”

Momen fight antara 86 dan 370Z yang berhasil diabadikan Eka ini juga menjadi salah satu pemandangan yang epic di dalam track.

Setelah seluruh peserta dari kelompok experienced sudah mencetak waktu saat hot lap, panitia pun menyematkan catatan waktu milik para peserta tersebut di backdrop yang terletak di depan pit 50. Para peserta pun segera berkumpul di depan backdrop untuk melihat catatan waktu yang ditorehkannya.

Mengingat waktu berbuka puasa akan segera tiba, maka panitia pun segera mengumumkan kepada para peserta untuk membawa mobil masing-masing ke dalam track untuk sesi photoshoot bersama. Peserta pun bergegas menuju mobilnya masing-masing. Sementara Steven yang ditugaskan oleh Dean untuk memindahkan Corolla AE86 pun langsung masuk ke balik kemudi sang Hachiroku.

And we are ready for the photoshoot session!

As a starter, tim panitia dari Speed Matsuri pun lebih dulu melakukan photoshoot. Sadly, gue dan Wina nggak ada di dalam frame, karena saat momen ini diambil, gue lagi berada di pit untuk memindahkan file dari GoPro milik Martin yang berisi footage gue di dalam Civic Nouva miliknya.

Tapi gue sama Wina tetap nggak mau rugi, jadi kita minta kontributor kita, Ersan, untuk mengambil foto kita berdua. LOL!

Lalu, setelah semua berkumpul, here’s the aftermath!

Nggak lama setelah itu, Adzan Maghrib pun berkumadang yang menandakan waktunya berbuka puasa. Ta’jil yang disediakan panitia dan hidangan yang disajikan oleh Ribs 2 Ribs pun segera diserbu oleh para peserta dan pengunjung yang hadir. Momen buka puasa ini juga turut menandakan berakhirnya rangkaian acara di Fastin’ Fast Out 2015.

Sebagai penutup, gue mewakili seluruh tim panitia dari Speed Matsuri commitee ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama kepada para peserta yang sudah meluangkan waktunya untuk ikut serta di event Fastin’ Fast Out 2015. You guys are super awesome!

Looking forward to see you guys again at the next event!

Cheers!

 

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (3) Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...