Close X FEATURE 999 Trackday Series

999 Trackday Series [08/03/16]

It’s been a while since our last track day dimana kita pernah menyelenggarakan dua kali acara di sirkuit ini dua tahun yang lalu, yaitu Speed Matsuri: Honda Funday di bulan Maret dan Fastin’ Fastout yang seperti biasanya diselenggarakan pada bulan Ramadhan.

Sudah banyak plan activation yang kami buat dan sedang menunggu pelaksanaanya. Namun ada kabar yang kurang ‘menyenangkan’ dari our-(unfortunately)-one-and-only international circuit Sentul, yaitu perombakan total layout, demi memenuhi standar penyelenggaraan MotoGP di tahun 2017.

Oleh karena itu, kita diberi info oleh pihak Sentul bahwa di tahun 2016 ini mereka hanya akan beroperasi hingga bulan Mei. So, apa yang bisa kita lakukan dengan waktu yang terbatas seperti ini?

Mengajak trackday sesering mungkin! 😀

Kita yakin dari seluruh our goodfriends pasti belum semuanya memiliki kesempatan menjajal sirkuit sentul. Atas alasan tersebut, kita berniat untuk membuat acara yang bersifat casual berupa, latihan bersama di sirkuit Sentul, yang bertajuk 999 Trackday Series.

Di sini kita sangat mengharapkan para partisipan bisa lebih santai untuk latihan karena nggak ada yang penonton yang jumlahnya massive seperti acara yang sudah pernah kita selenggarakan. So, yea, inisiasi kita lakukan adalah mencoba sounding melalui our social media accounts hanya beberapa hari sebelum hari-H. Mengapa demikian? Jujur kita hanya takut animonya terlalu tinggi sehingga terlalu ramai peserta yang masuk ke dalam sirkuitnya. LOL.

Bukan bermaksud untuk membatasi atau tidak mengharapkan banyak orang yang datang, namun demi mengedepankan unsur fun kita rasa lebih baik kalau event ini tetap kecil seperti ini saja.

Dalam masa waktu beberapa hari tersebut kita juga senantiasa mengingatkan kembali kepada para partisipan terkait persiapan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke sirkuit.

Persiapan minim yang harus dilakukan sebelum track day adalah memeriksa sejumlah sektor vital pada kendaraan yang hendak digunakan. Sektor vital tersebut antara lain adalah: Kondisi Ban, braking system, dan cooling system.

Dimulai dari Ban. Walaupun secara fisik masih terlihat tebal bukan berarti ban tersebut dapat digunakan untuk kegiatan seperti ini. Kalian juga harus memperhatikan tahun pembuatan ban tersebut. Sebenarnya batas maksimal penggunaan ban adalah 5 tahun dari produksi ban tersebut. Mengapa demikian? Karena rata-rata ban yang berumur lebih dari 5 tahun sudah tidak memiliki elastisitas yang sebagaimana harusnya. Bisa kalian bayangkan dengan force yang sangat besar saat mobil melakukan cornering, ban yang sudah berumur bisa dengan mudahnya langsung pecah. So, we’re strictly put this as your first concern.

Selanjutnya, braking system. Ada baiknya kalau kalian benar-benar melakukan pengecekan mulai dari brake master, brake linings (disarankan pakai braided lines), brake pads, dan juga rotor nya. Berhubung kita nggak terlalu jor-joran lebih dari 10 lap langsung tanpa istirahat, gue rasa dengan menggunakan minyak rem bawaan masih bisa mengakomodir pengereman dengan baik. Namun kembali lagi kita menyarankan untuk menggunakan DOT 5.

Dan hal krusial terakhir adalah cooling system. Kalian harus memeriksa mulai dari semua yang berhubungan dengan water cooling system hingga fan yang membantu mendinginkan mesin.

Lepas dari tiga hal tersebut kalian tetap harus memeriksa kondisi mesin secara general serta under carriage seperti bushing dan karet-karet support lainnya. Most likely sebisa mungkin mobil harus dalam keadaan fit untuk diajak ‘berolahraga’ di dalam sirkuit.

Anyways, mari kembali lagi pada suasana 999 trackday series pagi itu.

Saat masih diperjalanan, gue mendapat telfon dari Wahyu Kumoro (Mimo) bahwa dia mengundang Mr. Vernon untuk datang ke Sentul. Vernon adalah drifter dari Belanda yang mengaku masih memiliki darah keturunan Indonesia. Pada kesempatan ini gue juga banyak bertukar pikiran mengenai perbedaan culture antara Indonesia dengan Eropa. Pasalnya dia tidak hanya di Belanda tapi juga keliling Eropa sebagai juri dalam berbagai kompetisi drift. Kebetulan selain punya Ford Mustang dan Nissan Silvia, Vermont juga punya mobil yang sama dengan gue yaitu AE86 yang digunakan untuk drifting. That’s cool!

Walaupun angin pegunungan masih berhembus dingin pagi itu namun panasnya matahari tetap sukses membuat kita harus mencari tempat yang lebih teduh. So we decided to having a chit-chat under the tree.

IMG_8819

Our favorite spot, Autostage’s Paddocks.

Berhubung nggak terlalu banyak yang main, gue akan coba ceritakan satu persatu background story of our goodfriends today.

We’re start with the one and only Mr. Muda Mulyana yang selalu nggak pernah setengah-setengah kalau mau mencoba mobilnya di sirkuit.

Berhubung setup hari ini sedikit lebih serius, dia memutuskan untuk mengirim mobilnya menggunakan tow truck ketimbang dibawa jalan seperti yang dahulu sudah sering dilakukan.

EKA_9547

Sayangnya, Martin yang biasanya menjadi partner Muda untuk dog fight di sirkuit malah nggak bisa bawa Civic EF-nya dikarenakan problem pada salah satu injektor yang tidak berfungsi dengan baik.

Lantas apa yang dia bawa untuk kesempatan kali ini?

His daily driven car, the New A-class. LOL!

Dari crew Goodrides sendiri biasanya gue, Yahya, Adhi, dan Dito yang sering main ke dalam sirkuit. Tapi pada kesempatan kali ini nampaknya ketiga rekan gue ini tidak bisa turut having a goodtimes on the track. Pasalnya Adhi kini sudah berpindah domisili ke Brazil, Yahya sedang ada meeting penting dengan client nya, dan Dito sampai sekarang masih belum ada track car lagi karena his track proven Swift sudah dalam keadaan standar dan akan dijual dalam waktu dekat ini.

Tapi tenang, Dito sudah kasih bocoran sedikit kalau dia sudah ada mobil yang tengah dibangun untuk kegiatan “olahraga” seperti ini. Coba gue sensor ya mereknya: D*A*T*S*U*N. Semoga nggak bisa ketebak. LOL!

Eventhough gue dari jauh hari sudah mempersiapkan AE86 untuk acara kali ini, ternyata ada kendala sehingga gue nggak bisa membawa mobil tersebut kesini. Padahal sejak terakhir kali dipakai di acara Fastin’ Fastout gue sudah mencatat apa saja yang perlu di upgrade, salah satunya adalah bagian rem. Saat barang sudah ada di tangan, ternyata ukuran offset pada rotor-nya tidak sesuai dengan mobil gue. Dammit!

EKA_0368

Berhubung gue nggak bisa bawa mainan Jepang gue ke Sentul, jadinya gue bawa mainan gue yang lainnya yang menurut gue kurang bisa cocok untuk dijadikan pemuas hasrat sebagai adrenaline junkie

Exactly! What you’d expect from M43B18 with 4-speed automatic transmission? Hal tersebut ternyata sukses membuat gue nggak ingin masuk ke dalam track lagi. Memang sih pada dasarnya gue hanya mau datang melihat-lihat, tapi berhubung pengen banget ngegas bareng teman-teman lainnya jadi gue paksain masuk. LOL!

Next up, Eka. Dia sangat bersemangat sekali hari ini karena merupakan kali pertama dirinya masuk mengemudikan mobilnya sendiri ke dalam track. Jujur gue memang sedang mendoktrin perlahan-lahan mulai dari keputusan dirinya yang pada akhirnya menggunakan BMW E46 sebagai pengganti Chevrolet Captiva. Setelah dia merasa yakin mobilnya mumpuni untuk dipacu dalam sirkuit setelah menggunakan ISC Coilover, maka gue putuskan untuk kembali ‘mengompori’ dirinya untuk turut serta masuk ke dalam sirkuit pada 999 track day series ini.

EKA_0394

You know what, hasutan gue kali ini berhasil kembali. Setelah beberapa putaran pertama ke dalam sirkuit, akhirnya Eka menyadari bahwa akan lebih fun bila mobil ini bertransmisi manual.

EKA_0396

So, whacu gonna do next Bro? Tranny swap into manual right?

Selain itu, gue rasa Eka juga butuh ganti body kit berhubung bumper standar sedikit terbakar karena bersentuhan dengan muffler miliknya.

Aldo hanging on Eka’s E46 trunk. Where’s your 1,5JZ A31 bro?

Ternyata Aldo sedang melakukan saving untuk persiapan menjelang pernikahannya nanti di bulan Juni.

Jadi dia memutuskan untuk nggak “aneh-aneh” dulu sementara waktu ini.

Selain itu, Echa terlihat hanya berlalu-lalang saja di pit. Gue kira hari ini dia akan masuk dengan AE92 putih miliknya.

Tapi nampaknya dia sudah benar-benar kenyang untuk urusan memacu mobil di dalam sirkuit Sentul, jadi hari ini dia memutuskan untuk menonton saja.

Nextwe got some E36 freak here like Etha,

EKA_9768

Aldio,

and Evan.

Sayangnya, Evan pada kesempatan kali ini nggak terlalu happy dengan his proper E36 racecar. Pasalnya persiapan tanpa tidur yang sudah dia tempuh dari sehari sebelumnya terpaksa berhenti karena kerusakan pada bagian gearbox.

as you can see how tired is he.

Damn, i feel you bro!

We also got a couple of E36 from HTJRT; Mimo with his freshly-bought-from-Fenno UZE36 and Ucok with his 323i.

Meanwhile, Chandra as the Boss of HTJRT pada kesempatan kali ini hendak menguji coba Jazz GK5 touring miliknya yang baru saja siap untuk dijajal.

Let’s move on to the JDM AWD Gang.

Ada Didit yang dikenal sebagai OmDidit menggunakan R32 GTR.

EKA_9538

Antyo with his mighty EVO IX.

EKA_9820

And last but not least, Fadillos with his ‘hawkeye’ WRX STi.

EKA_9609

EKA_9642

Sisanya, jujur gue nggak tau namanya satu persatu. Gue rasa di kesempatan berikutnya kita harus lebih akrab ngobrol bareng di sana. Tapi sembari melihat gelagatnya, sepertinya para partisipan memang benar-benar sibuk sendiri sih untuk mempersiapkan mobilnya lalu kembali masuk ke dalam sirkuit saat sesi mobil kembali dibuka. 🙂

And look at this Mazda Astina, we’ve spotted this car before at Fastin’ Fastout.

Menjelang sore, A31 racecar milik Mimo pun datang dan langsung digunakan ke dalam sirkuit.

EKA_9870

Semakin sore disaat aspal berada dititik paling panas dan akan segera dingin, para partisipanpun terlihat makin on fire!

EKA_9686

Disaat yang lain sedang asik masuk ke dalam sirkuit, ternyata ada 1 sahabat gue yang masih ragu ingin masuk tapi takut ada kejadian yang tidak diinginkan.

“Gue mau nikah sebentar lagi, jadi takut ada apa-apa kalau masuk ke dalem sirkuit. Udah lo yang bawa mobil gue aja biar kefoto!” ujar Rifie terhadap gue.

Tanpa ragu-ragu, gue punya mengambil kunci C-class wagon miliknya dan segera menuju ke dalam sirkuit.

EKA_9752

Well, it’s surprisingly fast!

I’m happy with this kinda soccerdad’s car! Haha!

Meanwhile disaat sesi mobil beristirahat untuk bergantian dengan sesi motor roda dua,  Antyo malah asik sendiri dengan GoPed miliknya. Nobody can’t touch him on his neighborhood.

Bebas aja, bebas.

Di kesempatan langka ini akhirnya gue bertemu kembali dengan my former teammate di dalam GT Radial Drift Team, Valentino Ratulangi yang ingin membeli our latest edition tees. Thanks brother!

Kita sangat bersyukur pada hari itu hujan sama sekali tidak turun saat sesi latihan berlangsung. Just right on time, saat benar-benar kita sudah mau bergerak untuk pulang hujan sangat deraspun turun di area Sentul.

Di akhir acara sebelum hujan gue sempatkan untuk melihat-lihat sekitar sekaligus memotret UZE36 milik Mimo.

But first, he gotta pee like a dawg!

Jujur kita seneng banget lihat antusias seluruh partisipan yang berjumlah 23 mobil, gue berharap bisa makin solid dan serius dalam persiapan mobilnya. And again, kita juga berharap jangan sungkan atau malu-malu untuk bergabung dengan kita di kesempatan berikutnya.

On behalf of all Goodrides crew, I’d like to thank to y’all for coming to this little event.

IMG_8958

Oh iya, gue lupa mention kalau di setiap trackday kita akan memberikan sebuah sticker sebagai tanda keikutsertaan para partisipan yang turut memacu kendaraannya dalam sirkuit.

Jadi, siapa yang setuju untuk diadakan setiap bulan? Please leave a comment on our comment box below.

 

BONUS IMAGES

IMG_9224

IMG_9221

EKA_9806

Comments

Loading Facebook Comments ...
What people say about this (7)

7 thoughts on “999 Trackday Series [08/03/16]

Join The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Disqus Comments ...