The next day on our Ebisu trip was so f*cking fun!
Sesuai dengan kesepakatan kita bersama, di hari kedua ini kita hanya menjajal South Course yang lumrah dikenal dengan nama “Minami“. Course ini merupakan lintasan yang digunakan untuk ajang kompetisi D1GP dimana most of those driver actually did a jump on their initiation. Hal tersebut merupakan pengalaman yang gue tunggu-tunggu, apalagi selama menjalani karir gue dalam dunia drifting, gue belum pernah melakukan hal tersebut…

…kecuali melompati mobil teman sendiri dari gang gue, DRIFTinc dalam sebuah event yang digelar seminggu sebelum gue berangkat ke Jepang. LOL! I’m so sorry Danny!

Sebagaimana seharusnya, kita nggak pernah lupa untuk membawa our safety equipment sebelum drifting. All checked!

Also the not-so-glut breakfast like yesterday, checked! 😀
Setelah selalu melakukan segala ritual pagi dan membawa bekal makanan yang lebih banyak lagi ke Ebisu, akhirnya kita pun berangkat. Sembari membicarakan hal yang lupa kita lakukan kemarin, yaitu mengisi bensin mobil drift yang akan digunakan. LOL!

Berhubung hari ini kita akan menggunakan Minami Course, maka pass yang kita beli hari ini adalah 5-course pass. Perbedaannya dengan pass sehari sebelumnya adalah tambahan menu “Minami” pada course list yang terdaftar. Tentunya juga dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Sesampainya di area parkir mobil, hal pertama yang kita tanyakan kepada pihak Power Vehicles adalah bagaimana tata cara pengisian bensin di Ebisu. Di sini kita dijelaskan bahwa stasiun pengisian bensin hanya terdapat di Nishi Course. Oleh karena itu, dengan harap-harap cemas tidak bisa sampai ke sana karena bensin yang sangat minim kita pun mengarahkan JZX90 ke tempat pengisian bensin tersebut.

Di tempat pengisian bensin tersebut gue pun menemukan this infamous TEAM ORANGE Silvia S13 cabriolet yang biasa mereka gunakan untuk keperluan show. So happy to see this in Japan with my own eyes.

Yang lebih bikin happy lagi, gue juga bertemu dengan salah satu pembalap Team ORANGE, Naoto Suenaga yang kebetulan sedang berada di dekat tempat pengisian bensin ini. He’s so humble!

Karena takut tidak bisa bertemu lagi dengan Naoto Suenaga, Nanda dan Fenno-pun turut mengabadikan foto bersamanya.


Tidak lama kemudian, Naoto bersama crew dari Team ORANGE pun meninggalkan area pengisian bensin. Rupanya pada hari ini mereka sedang mengadakan rehearsal dengan seluruh Team ORANGE untuk mengisi acara D1GP Tokyo Odaiba yang akan diadakan beberapa minggu lagi. That’s why S13 ini dikeluarkan lagi dari tempat penyimpanannya.

Setelah kita selesai mengisi bahan bakar untuk JZX90 yang akan digunakan, kita pun diharuskan untuk membayar sejumlah bensin yang dibeli ke toko kecil yang berada tidak jauh dari stasiun pengisian bensin tersebut. Sembari membayar bensin, kita juga melihat bahwa di tempat ini juga menjual ban ready stock dengan berbagai macam ukuran.

Berhubung ban yang gue beli kemarin sudah habis, maka hari ini gue harus membeli beberapa pasang ban lagi untuk JZX90 yang akan digunakan. Surprisingly it’s not so expensive tho!

Sembari Nanda sibuk memasukkan ban yang sudah dibeli ke dalam bagasi JZX90, gue menemukan mobil yang sangat disayangkan untuk tidak diabadikan.

THIS S30 WAS SO F*CKING SPOTLESS!

If you ain’t believe me, let’s take a look closer to this G-nose Fairlady Z.

I’ve never seen such a perfect condition old Z like this in person.



Nampaknya sang owner membawa mobil miliknya ke sini untuk latihan di Nishi Course. FYI, Nishi Course tidak boleh digunakan untuk drifting kecuali special occasion seperti Drift Matsuri. So I Guess, this driver just want to get a laptime with his S30 in Nishi.


Karena sudah cukup lama menghabiskan waktu untuk mengagumi mobil ini, dengan sangat terpaksa, gue harus berpisah dengan Z ini dan kembali ke JZX90 untuk menuju Minami Course.

Sesampainya di Minami, kita pun mempersiapkan ban cadangan yang belum dipasang ke spare wheels untuk JZX90 yang akan digunakan. Actually, karena di Ebisu segalanya harus dikerjakan sendiri, jadi kita sangat familiar dengan penggunaan mesin ini.
So here goes the party!

As usual, Nanda berada di urutan pertama dalam list menjajal track sebelum gue dan Fenno.

Perlu diakui memang kita bertiga memiliki determinasi yang tinggi untuk melompatkan mobil di initiation point. Sebagai buktinya, silahkan lihat video on board di bawah ini.
Dari sejumlah percobaan tersebut, memang gue akui bahwa Minami Course merupakan sirkuit yang sangat tricky, yet dangerous. Hal ini terbukti, karena sesaat sebelum melompat, kita tidak bisa melihat dimana lokasi dinding pit (pit wall). That’s why di salah satu run yang dilakukan oleh Nanda, fender belakang kanan JZX90 ini menabrak dinding hingga membuat toe dari ban belakang kanan sedikit berubah.

Tapi untungnya setelah melakukan pengecekan dan kembali melebarkan fender yang penyok, mobil ini bisa digunakan kembali.
Now It’s my turn! Check it out on the on board video below!
Setelah merasa cukup puas dan ban belakang yang sudah mulai kehilangan grip karena sudah mau habis, gue pun menyudahi sesi latihan di Minami Course.
Next up, Fenno!

Dari awal gue sudah mention bahwa Minami Course sangat berbahaya dan kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat besar akibat blind spot di initiation point. Sialnya, saat Fenno sudah mulai merasa confident dengan line serta entry speed yang ia tambah di setiap run-nya, JZX90 ini menabrak tembok lebih keras dari yang Nanda lakukan.

Perbedaannya adalah, bagian depan juga ikut menabrak tembok hingga membuat mobil sama sekali tidak bisa dijalankan. Sementara menunggu bantuan dari Power Vehicles karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengeluarkan mobil dari lintasan sirkuit, kita malah melakukan hal-hal seperti di bawah ini. HAHA!





Fender hasil karya yang sudah dilebarkan dengan tangan kini kembali penyok lagi! LMAO!



Pada saat itu juga, kita dibantu oleh Dylan, drifter asal Australia yang kebetulan sedang latihan di Ebisu dengan Silvia S14-nya.

Menurut pantauan dia, tie rod milik roda depan kanan JZX90 ini terlepas ditambah arm yang sudah bengkok.

Sebetulnya tidak hanya kita saja yang mengalami contact dengan benda di sekitar track, Dylan pun juga mengalami hal yang sama. Terlihat dari S14 nya yang sehari sebelumnya masih dalam keadaan lengkap.

Dan hari ini yang sudah dalam keadaan bumperless.

Lebih parahnya lagi, saat kita sedang bersantai, rear wing milik S14 ini juga sampai terlepas karena Dylan menabrakkan mobilnya di salah satu sudut Minami Course! 😀

Tidak lama kemudian bantuan pun datang, Andy Gray beserta istrinya Emily Gray dengan Pajero miliknya.

Dengan entengnya, Andy menyatakan bahwa hal ini kerap terjadi di Ebisu. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan memaksa mobil ini untuk jalan sampai keluar track. Respon kita berempat sama! Tercengang melihat dia yang dengan dinginnya memaksakan mobil keluar track dengan kondisi roda depan yang sudah tidak bisa berputar lagi. LOL!

Dengan kondisi mobil seperti itu, nampaknya latihan hari ini terpaksa diakhiri. Artinya, kitapun juga harus segera mengakhiri kesenangan di Ebisu sirkuit ini. Banyak sekali pengalaman dan pesan yang bisa gue ambil untuk diri gue dan teman-teman selama berada di sirkuit ini. Mulai dari kebiasaan para drifter yang mandiri dalam mengurus mobilnya masing-masing tanpa bantuan mekanik, kebersamaan mereka yang saling tolong-menolong tanpa memandang siapa orang tersebut, hingga saling memberikan apresiasi terhadap sesama drifter. I wish, I could stay here longer, cause I want to be like them!

Di lain sisi, gue yang mempunyai kebiasaan melihat cuplikan-cuplikan via youtube mengenai bagaimana para drifter bersenang-senang di track ini mulai melihat bahwa mereka semua sebetulnya serius saat bermain di sini. Skidmark dan bekas goresan pada pit wall di atas menunjukkan bahwa dari sekian banyak orang yang berlatih di sini, mostly all out dan berkomitmen dalam menentukan line saat drifting. So this is more serious than i thought!

Dan syukur Alhamdulillah gue bisa mencicipi bagaimana keseruan tersebut berkat JZX90 milik Nanda ini (thanks bud!). Walaupun terlihat biasa saja dengan mods yang tidak terlalu banyak. Jujur gue merasa nyaman dengan setup yang dikerjakan oleh Power Vehicles terhadap JZX90 ini. Superior handling and actually it has sufficient power with stock 1JZ.

Selain itu, pergi ke Ebisu ini memang merupakan salah satu mimpi gue dan teman-teman di DRIFTinc. Sebagai tim drifting yang sudah terbentuk sejak tahun 2007, jujur saja selama itu juga kita bermimpi untuk bisa kesini bersama-sama. Pasang-surutnya drift scene di Indonesia memang kerap kali membuat kita sesama member DRIFTinc menjadi terkesan menjauh. Bukan karena bermusuhan namun karena ketidakjelasan dari olahraga drifting di tanah air itu sendiri membuat para member di DRIFTinc menjadi tidak mempunyai kesempatan untuk bersama-sama seperti dahulu lagi. Mulai dari beberapa member yang sudah memutuskan untuk berkeluarga hingga sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. I really miss our good old days!

Walaupun member dari DRIFTinc yang bisa ikut kali ini hanya Fenno, gue sangat berharap suatu saat nanti gue bisa kembali lagi kesini dengan seluruh member DRIFTinc. AMIIN! 🙂

Kembali ke kondisi terakhir kita di Ebisu. Berhubung kita tidak punya kendaraan untuk kembali ke Power Vehicles HQ, kitapun sempat bingung bagaimana caranya kita untuk kembali ke sana. Namun lagi-lagi karena sesama drifter di sini selalu memiliki jiwa sosial yang tinggi, kita ditawari untuk menumpang pada salah satu orang yang berencana pulang dan kebetulan membawa tow truck. Thanks for the ride sir!

Overall, I’d like to thank all of you guys on this trip! Nanda Fenno and Stuart, we surely had goodtimes here with all of our good or bad times. This experience will remain unforgettable.
Until next time, Ebisu!
Anyways, we got some extra footage here :p




One thought on “The Drift Heaven // Ebisu Circuit, Japan Part.2”